Federasi Sepak Bola Iran resmi mengajukan tujuh permintaan khusus menjelang tampil di Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Langkah tersebut dilakukan demi memastikan keamanan serta kenyamanan seluruh delegasi Timnas Iran selama turnamen berlangsung.
Ketua Federasi Sepak Bola Iran Mehdi Taj menegaskan bahwa syarat-syarat tersebut harus dipenuhi agar para pemain, staf, jurnalis, hingga suporter Iran bisa mengikuti ajang sepak bola terbesar dunia tanpa hambatan.
Keputusan itu muncul di tengah situasi diplomatik yang masih sensitif, khususnya dengan Amerika Serikat. Meski FIFA telah memastikan Iran menjadi salah satu peserta Piala Dunia 2026, federasi tetap khawatir terhadap potensi kendala non-teknis selama berada di wilayah Paman Sam.
Visa dan Perlindungan Delegasi
Salah satu poin utama yang menjadi perhatian Iran adalah kemudahan akses visa bagi seluruh rombongan timnas. Federasi meminta agar pemain dan staf tidak mengalami kesulitan masuk ke negara tuan rumah, termasuk mereka yang pernah dikaitkan dengan Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC.
Beberapa nama seperti Mehdi Taremi dan Ehsan Hajsafi disebut menjadi perhatian dalam proses administrasi perjalanan menuju Amerika Serikat. Iran juga meminta agar seluruh delegasi terbebas dari pemeriksaan tambahan atau interogasi setelah visa diterbitkan. Selain itu, akses visa bagi jurnalis dan pendukung Iran juga diminta dipermudah.
“Setelah visa dikeluarkan, para pemain dan staf tidak boleh menjadi sasaran pertanyaan oleh otoritas imigrasi selama perjalanan,”
tegas Mehdi Taj dalam wawancara dengan saluran olahraga Iran, yang dikutip pada Selasa, 12 Mei 2026.
“Otoritas AS harus menyediakan tingkat keamanan tertinggi dan protokol perlindungan di bandara, hotel, jalan raya, dan stadion untuk mencegah insiden apa pun,”
tambah dia.
Perlindungan Maksimal
Selain urusan administrasi, Federasi Iran juga menyoroti faktor keamanan selama turnamen berlangsung. Mereka meminta perlindungan penuh bagi skuad Timnas Iran, mulai dari kedatangan di bandara hingga aktivitas di stadion.
Permintaan tersebut mencakup pengamanan di hotel, jalur transportasi, area latihan, hingga lokasi pertandingan agar tidak terjadi gangguan terhadap pemain maupun ofisial tim. Langkah ini dinilai penting mengingat tingginya tensi politik yang masih berlangsung dan potensi munculnya aksi provokasi dari pihak tertentu selama Piala Dunia 2026 berlangsung.
Bendera dan Lagu Kebangsaan
Iran juga memberikan perhatian serius terhadap penggunaan simbol negara selama kompetisi. Federasi menegaskan bahwa hanya bendera resmi Republik Islam Iran yang diperbolehkan masuk ke stadion, serta memastikan tidak ada simbol lain yang digunakan di tribun penonton selama pertandingan berlangsung.
“Para pendukung kedua tim hanya boleh membawa bendera nasional resmi ke dalam stadion, dan bendera apa pun selain bendera resmi Republik Islam Iran dilarang keras,”
ucap Mehdi Taj.
Selain itu, Iran meminta agar lagu kebangsaan negara mereka diputar dengan benar dan tanpa gangguan di setiap pertandingan dan meminta agar konferensi pers selama Piala Dunia 2026 hanya membahas aspek teknis pertandingan. Mereka berharap jurnalis tidak mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan isu politik kepada pemain maupun staf pelatih.
“Lagu kebangsaan Iran harus dikumandangkan dengan benar dan tanpa gangguan di semua pertandingan, serta jurnalis di konferensi pers harus membatasi pertanyaan mereka hanya pada masalah teknis pertandingan,”
kata Mehdi Taj.

