Timnas Prancis kembali menjadi salah satu kandidat kuat juara di Piala Dunia 2026. Les Bleus diprediksi bakal bersaing ketat dengan tim-tim besar seperti Spanyol, Portugal, Brasil, hingga juara bertahan Argentina.
Dalam dua edisi Piala Dunia terakhir, Prancis tampil sangat konsisten dengan meraih gelar juara pada 2018 dan menjadi finalis pada 2022 sebelum kalah dari Argentina.
Didier Deschamps masih dipercaya menangani skuad Les Bleus dan tetap mengandalkan Kylian Mbappe sebagai pemimpin lini depan tim.
Kylian Mbappe telah dipercaya menjadi kapten Timnas Prancis sejak tahun 2023. Penunjukan tersebut dilakukan langsung oleh Didier Deschamps.
Namun, keputusan itu ternyata tidak sepenuhnya mendapat dukungan dari sejumlah tokoh sepak bola Prancis. Salah satunya datang dari legenda Les Bleus, Frank Leboeuf.
Mantan pemain Chelsea tersebut menilai Mbappe bukan sosok yang tepat untuk menjadi pemimpin tim nasional Prancis.
Frank Leboeuf Sebut Mbappe Terlalu Egois
Frank Leboeuf secara terbuka mengkritik karakter permainan dan pola pikir Mbappe. Menurutnya, penyerang Real Madrid itu terlalu egois sehingga tidak cocok memegang ban kapten Timnas Prancis.
“Tidak, Kylian Mbappe bukanlah seorang pemimpin bagi saya karena dia terlalu egois dalam pemikirannya, dalam cara dia berpikir,”
kata Leboeuf kepada SportsBoom.
Leboeuf sebenarnya tetap memuji kepribadian Mbappe di luar lapangan. Namun, ia merasa cara pandang Mbappe terhadap sepak bola tidak sesuai dengan nilai permainan yang ia yakini.
“Sekali lagi, dia anak yang hebat, berpendidikan baik, tetapi pemikirannya, cara berpikirnya tentang sepak bola, tidak sejalan dengan nilai-nilai saya dalam permainan,”
katanya.
William Saliba dan N’Golo Kante Dinilai Lebih Layak
Alih-alih memilih Mbappe sebagai kapten, Frank Leboeuf lebih menyukai pemain yang memiliki semangat pengorbanan tinggi untuk tim.
Ia menyebut nama William Saliba dan N’Golo Kante sebagai contoh pemain yang dianggap memiliki jiwa kepemimpinan lebih kuat.
“Itulah mengapa saya menyukai orang-orang seperti William Saliba dan N’Golo Kante, pemain seperti itu yang siap berkorban untuk tim,”
imbuh Leboeuf.
“Itulah perbedaannya bagi saya, dan itulah yang paling penting bagi saya. Antoine Griezmann juga merupakan pemimpin sejati dalam hal cara dia bermain dan cara dia berpikir tentang sepak bola,”
tambhanya.
Leboeuf juga menyinggung komentar Ousmane Dembele terkait pentingnya membantu pertahanan dalam permainan modern. Menurutnya, pemain yang tidak mau bekerja keras untuk tim akan sulit dianggap sebagai pemimpin sejati di lapangan.
“Saya menyukai komentar Ousmane Dembele, yang mengatakan bahwa jika saya tidak membantu pertahanan, pelatih tidak akan memasukkan saya,”
ujar Leboeuf.
“Dan itulah realita sepak bola. Mbappe adalah seorang superstar, tetapi dia bukan rekan setim terbaik di dunia; itulah masalah saya,”
pungkasnya.
Meski mendapat kritik, Kylian Mbappe tetap menjadi salah satu pemain paling penting bagi Timnas Prancis menjelang Piala Dunia 2026.
Dengan kombinasi pemain muda berbakat dan pengalaman Didier Deschamps, Les Bleus masih dipandang sebagai salah satu kandidat terkuat untuk meraih gelar juara dunia.

