Kekalahan Arsenal dari Paris Saint-Germain (PSG) pada partai final Liga Champions 2025/2026 masih menjadi perbincangan hangat.
Selain hasil pertandingan yang dramatis, perhatian publik juga tertuju pada kabar mengenai komentar pedas legenda Manchester United, Sir Alex Ferguson.
Menurut laporan media Prancis, L’Equipe, Ferguson mengirimkan pesan singkat kepada Presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi, sesaat setelah klub asal Paris tersebut berhasil mempertahankan gelar Liga Champions.
Dalam laporan tersebut, Ferguson disebut memberikan ucapan selamat kepada PSG sekaligus melontarkan kritik terhadap gaya permainan Arsenal yang dinilai terlalu defensif sepanjang pertandingan.
Nasser, ini Alex Ferguson. Selamat, ini malam yang berat bagi Anda, tetapi Anda bermain melawan tim yang membosankan dan tidak melakukan apa pun selain bertahan. Nikmati masa liburan Anda, Anda pantas mendapatkannya,”
demikian isi pesan yang dilaporkan L’Equipe.
Komentar tersebut langsung menarik perhatian publik sepak bola Eropa. Pasalnya, Ferguson merupakan salah satu sosok paling berpengaruh dalam sejarah Liga Champions setelah sukses membawa Manchester United meraih dua gelar juara kompetisi tersebut.
Arsenal Gagal Lengkapi Musim Impian
Kekalahan dari PSG membuat Arsenal gagal menutup musim dengan torehan dua trofi bergengsi sekaligus.
Sebelumnya, skuad asuhan Mikel Arteta sukses mengakhiri penantian panjang dengan merebut gelar Liga Inggris setelah unggul tujuh poin atas Manchester City. Trofi tersebut menjadi gelar liga pertama Arsenal dalam 22 tahun terakhir.
Namun impian untuk meraih trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub harus pupus setelah kalah melalui drama adu penalti di Puskas Arena, Budapest.
The Gunners sebenarnya memulai pertandingan dengan sangat baik. Kai Havertz membawa Arsenal unggul cepat pada menit keenam melalui penyelesaian yang sukses menaklukkan pertahanan PSG.
Keunggulan tersebut bertahan hingga babak kedua sebelum PSG berhasil menyamakan kedudukan lewat penalti Ousmane Dembele.
Pertandingan kemudian berlangsung sengit hingga babak tambahan waktu. Namun tidak ada gol tambahan yang tercipta sehingga pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.
Pada momen krusial tersebut, kegagalan Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes menjalankan tugas sebagai algojo menjadi faktor utama yang mengantarkan PSG meraih kemenangan.
Mikel Arteta Akui Kehebatan PSG
Meski kecewa dengan hasil akhir, Mikel Arteta memilih untuk tidak mencari kambing hitam atas kegagalan timnya.
Pelatih asal Spanyol itu justru memberikan apresiasi tinggi kepada PSG dan pelatih Luis Enrique.
Pertama-tama, saya akan menghabiskan beberapa hari bersama keluarga, kemudian kami akan memulai proses evaluasi terhadap apa yang sudah kami lakukan,”
kata Arteta dalam konferensi pers setelah pertandingan.
Kami akan mulai mengambil beberapa keputusan yang sangat penting jika ingin mencapai level berikutnya. Kami harus menunjukkan ambisi itu karena kami sangat mampu melakukannya, tetapi hal tersebut membutuhkan ambisi yang sangat besar, bergerak sangat cepat, dan mengambil keputusan dengan sangat cerdas,”
jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Arteta secara terbuka mengakui kualitas PSG yang menurutnya saat ini merupakan tim terbaik di dunia.
Saya ingin mengucapkan selamat kepada PSG, khususnya Luis Enrique, karena menurut saya mereka adalah tim terbaik di dunia,”
ujarnya.
Apa yang mereka mampu lakukan saat menguasai bola dan melalui aksi individu para pemainnya adalah sesuatu yang jarang saya lihat. Bahkan ketika Anda tidak berencana bertahan di area tertentu, mereka memaksa Anda melakukannya. Karena itu, para pemain mereka pantas mendapat pujian lebih,”
tutup Arteta.


