Piala Dunia 2026 kembali menjadi sorotan setelah muncul polemik yang melibatkan wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan.
Padahal, pria yang dinobatkan sebagai Wasit Pria Terbaik Afrika 2025 tersebut dijadwalkan menjadi bagian dari perangkat pertandingan pada turnamen sepak bola terbesar di dunia itu.
Namun, impian Artan untuk bertugas di Piala Dunia harus terhenti setelah dirinya ditolak masuk ke Amerika Serikat meski mengaku telah memiliki visa resmi.
Omar Abdulkadir Artan tiba di Bandara Internasional Miami dengan membawa dokumen perjalanan yang lengkap untuk menjalankan tugasnya di Piala Dunia 2026.
Akan tetapi, otoritas imigrasi Amerika Serikat menahannya sebelum akhirnya memutuskan untuk memulangkannya ke Turki dan kemudian kembali ke Somalia.
Pemerintah Amerika Serikat menyebut Artan tidak memenuhi syarat masuk ke negaranya karena diduga memiliki hubungan dengan seseorang yang dicurigai terkait organisasi teroris.
Meski demikian, tidak ada penjelasan rinci mengenai dugaan tersebut. Di sisi lain, Artan menegaskan dirinya tidak melakukan pelanggaran apa pun dan telah mengantongi visa yang sah untuk memasuki Amerika Serikat.
Sambutan Hangat untuk Omar Artan di Somalia
Meski gagal menjalankan tugas di Piala Dunia 2026, Artan justru mendapat sambutan luar biasa saat kembali ke tanah kelahirannya.
Setibanya di Bandara Internasional Aden Adde, Mogadishu, ia disambut oleh pejabat pemerintah serta masyarakat yang memberikan dukungan moral atas insiden yang dialaminya.
Apa yang terjadi telah terjadi dan itu adalah takdir. Saya berterima kasih atas dukungan yang diberikan FIFA kepada saya,”
ujar Artan seperti dilansir dari reuters.
Dukungan juga datang dari ribuan warga Somalia yang memadati stadion di Mogadishu. Mereka membawa bendera nasional dan foto Artan sebagai bentuk solidaritas terhadap wasit berusia 36 tahun tersebut.
Perdana Menteri Somalia, Hamza Abdi Barre, turut menyampaikan dukungannya kepada Artan. Menurutnya, meskipun gagal tampil di panggung Piala Dunia, Artan tetap berhasil mengangkat nama Somalia di kancah internasional.
Pernyataan tersebut memperlihatkan besarnya dukungan publik Somalia terhadap sosok yang dianggap telah menjadi inspirasi bagi dunia olahraga negara tersebut.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengaku prihatin dengan situasi yang dialami Omar Artan. Menurut Infantino, FIFA telah berupaya mencari jalan keluar, tetapi tidak memiliki kewenangan untuk mengatur kebijakan pemerintah maupun aparat penegak hukum suatu negara.
Kami selalu berusaha mencari solusi, tetapi kami tidak bisa mengendalikan semuanya. FIFA adalah organisasi olahraga dan tidak bisa memerintah pemerintah maupun kepolisian suatu negara,”
kata Infantino seperti dilansir dari beIN SPORTS.
Ia juga membantah anggapan bahwa FIFA kehilangan kendali atas penyelenggaraan Piala Dunia 2026 akibat sejumlah persoalan visa yang muncul menjelang kompetisi.
Kasus yang menimpa Omar Abdulkadir Artan menjadi salah satu kontroversi terbesar menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026.
Sejumlah pihak menilai persoalan visa dan imigrasi berpotensi memengaruhi kelancaran turnamen, terutama karena kompetisi kali ini digelar di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Meski demikian, FIFA memastikan akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar seluruh peserta, ofisial, dan perangkat pertandingan dapat menjalankan tugasnya tanpa hambatan selama turnamen berlangsung.

