Dugaan Terorisme
Menurut keterangan seorang pejabat pemerintah Amerika Serikat, keputusan penolakan tersebut berkaitan dengan dugaan keterkaitan dengan anggota organisasi teroris yang dicurigai. Meski demikian, pihak berwenang tidak merinci lebih lanjut mengenai dasar dugaan. Kasus ini memicu perhatian karena Artan dikenal sebagai salah satu wasit terbaik asal Afrika yang tengah meniti karier di level internasional.
Menanggapi situasi yang dialaminya, Artan dengan tegas membantah seluruh dugaan yang diarahkan kepadanya. Ia mengungkapkan bahwa selama proses pemeriksaan, petugas imigrasi sempat menanyakan keterkaitannya dengan kelompok militan Somalia, Al Shabab. Artan menegaskan dirinya tidak memiliki hubungan apa pun dengan organisasi tersebut.
“Saya memiliki semua dokumen yang diperlukan. Saya memiliki visa yang sah. Saya hanyalah seorang wasit yang berusaha mewujudkan mimpinya. Ini adalah mimpi terbesar dalam hidup saya, yaitu datang ke Piala Dunia,”
kata Artan.
Penuhi Hak
Meski gagal tampil sebagai wasit di Piala Dunia 2026, FIFA menunjukkan dukungannya kepada Artan. Berdasarkan laporan yang dikutip dari BBC Sport, sejumlah sumber menyebut FIFA tetap akan memberikan seluruh pembayaran yang menjadi hak Artan selama turnamen berlangsung.
Keputusan tersebut dinilai sebagai bentuk penghargaan FIFA terhadap profesionalisme Artan yang sebelumnya telah dipilih sebagai salah satu perangkat pertandingan resmi. Peristiwa yang menimpa Omar Artan menjadi salah satu kontroversi yang mencuat menjelang berlangsungnya pertandingan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Meski tidak dapat mewujudkan impiannya untuk memimpin pertandingan di panggung sepak bola terbesar dunia, dukungan yang diterimanya dari FIFA menjadi pengakuan atas dedikasi dan perjalanan kariernya sebagai wasit internasional. Kini, kasus tersebut masih menjadi perbincangan luas dan menambah daftar isu imigrasi.