Komisi XIII DPR RI memberikan dukungan penuh terhadap usulan pemberian kewarganegaraan Indonesia kepada Luke Vickery dan Mitchell Baker.
Dukungan tersebut disampaikan dalam rapat kerja yang digelar di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu 17 Juni 2026.
Rapat tersebut melibatkan Kementerian Hukum, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta PSSI sebagai pihak yang mengajukan rekomendasi naturalisasi kedua pemain tersebut.
Persetujuan ini menjadi langkah penting dalam proses naturalisasi yang diharapkan dapat memperkuat kualitas Timnas Indonesia di masa mendatang.
Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyambut positif dukungan yang diberikan DPR RI.
Menurutnya, naturalisasi merupakan salah satu langkah strategis untuk mempercepat peningkatan prestasi olahraga Indonesia di berbagai ajang internasional.
Komisi XIII memang selama ini sudah membantu kami di Kemenpora, Kementerian Hukum, dan cabang olahraga lainnya dimana sesuai RPJM Bapak Presiden bahwa kita punya target-target di SEA Games, Asian Games, Olimpiade bahkan juga Piala Dunia,”
kata Erick Thohir.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, DPR RI, dan federasi olahraga menjadi bagian penting dalam membuka peluang prestasi yang lebih besar bagi Indonesia.
Ini juga bagian komitmen pemerintah, dan DPR RI untuk membuka jalan prestasi anak bangsa. Prestasi para atlet yang sudah mengibarkan bendera Merah Putih dan juga mencerminkan kedigdayaan olahraga Indonesia,”
tutur Erick.
Erick menambahkan dengan adanya kerja sama ini, Kemenpora dan PSSI terus dorong peningkatan olahraga dan merangkul semua pihak yang bisa mengibarkan bendera Merah Putih.
Fenomena Globalisasi Olahraga Tidak Bisa Dihindari
Dalam kesempatan yang sama, Erick Thohir menegaskan bahwa dunia olahraga saat ini berada dalam era globalisasi yang membuat proses naturalisasi menjadi hal yang umum dilakukan berbagai negara.
Ia menilai kebijakan tersebut merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan daya saing olahraga nasional.
Sebagai contoh, Erick menyoroti keberadaan Zion Suzuki yang kini menjadi penjaga gawang Timnas Jepang di Piala Dunia 2026.
Zion Suzuki diketahui memiliki darah campuran Jepang dan Ghana. Kehadirannya di skuad Jepang menjadi bukti bahwa banyak negara memanfaatkan talenta diaspora untuk memperkuat tim nasional mereka.
Menurut Erick, Indonesia juga perlu membuka peluang serupa selama prosesnya dilakukan secara terukur dan sesuai kebutuhan.
Tidak Hanya Sepak Bola, Cabang Olahraga Lain Juga Diuntungkan
Erick Thohir menegaskan bahwa program naturalisasi bukan hanya berlaku untuk sepak bola. Beberapa cabang olahraga lain juga telah merasakan manfaat dari kehadiran atlet diaspora yang memperkuat Indonesia.
Salah satunya adalah atlet renang Masniari Wolf yang berhasil menyumbangkan tiga medali emas SEA Games untuk Indonesia pada edisi 2021, 2023, dan 2025.
Selain itu, ada pula perenang Felix Viktor Iberle yang memiliki keturunan Indonesia dan Jerman serta sukses mempersembahkan medali emas bagi Merah Putih.
Di cabang skateboard, Indonesia juga memiliki talenta muda berbakat, Ni Wayan Malana Fairbrother, atlet berusia 14 tahun yang memiliki darah Indonesia, Inggris, dan Australia.
Meski mendukung program naturalisasi, Erick menegaskan bahwa pembangunan olahraga dari tingkat akar rumput tetap menjadi prioritas utama.
Menurutnya, kehadiran atlet diaspora harus berjalan beriringan dengan pembinaan pemain dan atlet lokal secara berkelanjutan.
Potensi-potensi seperti inilah yang menjadi alasan kami membuka diri terhadap naturalisasi, tanpa cabang-cabang olahraga melupakan pembangunan dari tingkat akar rumput (grassroots),”
tegas Erick.

