Drama visa yang sempat membayangi perjalanan Timnas Iran di Piala Dunia 2026 akhirnya berakhir. Penyerang Iran Mehdi Torabi dipastikan bisa mengikuti sisa turnamen setelah memperoleh visa baru dari pemerintah Amerika Serikat.
Dilansir dari ESPN, Torabi sebelumnya terancam tidak bisa melanjutkan turnamen karena visa yang dimilikinya hanya berlaku untuk satu kali masuk ke Amerika Serikat.
Masalah itu terungkap setelah Iran bermain imbang 2-2 melawan Selandia Baru pada laga pembuka Grup G, Senin 15 Juni 2026.
Kendala Administrasi
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan persoalan tersebut telah diselesaikan setelah pihaknya mengetahui adanya kendala administrasi yang dialami pemain berusia 31 tahun itu.
Masalah ini telah diselesaikan. Segera setelah kami mengetahui masalah ini, kami berupaya untuk memastikan bahwa pemain tersebut dapat berpartisipasi dalam setiap pertandingan,”
kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS seperti dikutip dari ESPN.
Sementara itu, media department of the Iran Football Federation menjelaskan visa lama Torabi telah kedaluwarsa karena berstatus single-entry visa.
Setelah berkoordinasi dengan FIFA dan otoritas terkait, Torabi akhirnya mendapatkan visa baru berstatus multiple-entry.
Setelah upaya Federasi Sepak Bola dan koordinasi dengan FIFA, pemain tersebut diberikan visa masuk ganda baru,”
ujar Federasi Sepak Bola Iran.
Dengan visa baru tersebut, Torabi dipastikan dapat keluar masuk Amerika Serikat dan mendampingi skuad Iran hingga akhir turnamen tanpa hambatan administratif.
Kasus Torabi menjadi salah satu episode terbaru dari berbagai persoalan yang dihadapi Iran selama Piala Dunia 2026. Ketegangan hubungan politik antara Teheran dan Washington membuat delegasi Iran beberapa kali mengalami permasalahan visa, bahkan sebelum turnamen dimulai.
Menurut laporan ESPN, Iran bahkan memindahkan pusat latihannya dari Tucson, Arizona, ke Tijuana, Meksiko, setelah 13 pemainnya tidak mendapatkan visa masuk ke Amerika Serikat.
Pelatih Iran Amir Ghalenoei bahkan menyebut timnya sebagai “tim paling tertindas di Piala Dunia 2016”. Ia mengatakan skuadnya harus bolak-balik dari Tijuana ke lokasi pertandingan di Amerika Serikat.
Kami menghabiskan begitu banyak waktu di udara untuk perjalanan pulang pergi, mereka bahkan tidak memberi kami waktu untuk beristirahat,”
kata Ghalenoei melalui seorang penerjemahnya.
Keluhan serupa juga disampaikan kapten Iran Mehdi Taremi. Ia menilai berbagai kendala administratif membuat persiapan tim jauh dari kata ideal.
Semuanya adalah bencana bagi kami,”
ujar Taremi.
Bantah Persulit Timnas Iran
Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat membantah telah mempersulit Timnas Iran.
Executive Director White House Task Force for the World Cup Andrew Giuliani menegaskan seluruh pemain dan staf pelatih Iran telah memperoleh visa yang diperlukan untuk mengikuti turnamen.
Kami telah mendapatkan visa untuk ke-31 pemain, mendapatkan visa untuk setiap pelatih, sehingga tercipta keseimbangan kompetitif.”
kata Giuliani dalam wawancara dengan ABC News.
Kini Iran sudah bisa kembali fokus ke lapangan. Setelah bermain imbang melawan Selandia Baru, Team Melli akan menghadapi Belgia pada laga kedua Grup G sebelum melawan Mesir di pertandingan terakhir fase grup.

















