Timnas Norwegia menjadi sorotan menjelang gelaran Piala Dunia 2026 setelah diketahui membawa lebih dari satu ton bahan makanan dari negaranya ke markas tim di Greensboro, North Carolina, Amerika Serikat.
Keputusan unik tersebut langsung menarik perhatian publik dan memicu berbagai perbincangan di media sosial. Namun, di balik jumlah logistik yang besar, Norwegia memiliki alasan khusus yang berkaitan dengan performa pemain selama turnamen.
Seperti dilansir dari Bein Sports, skuad Norwegia mengirim lebih dari 1.000 kilogram bahan makanan untuk memenuhi kebutuhan selama mengikuti Piala Dunia 2026.
Logistik tersebut terdiri dari berbagai produk khas Norwegia yang biasa dikonsumsi para pemain dalam keseharian mereka.
Jumlah yang dibawa pun terbilang fantastis dan menjadi salah satu cerita menarik di luar lapangan pada turnamen kali ini.
Bawa 6.000 Jeruk hingga Ratusan Kilogram Salmon
Salah satu bahan makanan yang paling mencuri perhatian adalah sekitar 6.000 buah jeruk yang dibawa langsung dari Norwegia.
Selain itu, tim juga mengangkut ratusan kilogram salmon Atlantik serta berbagai jenis ikan putih yang menjadi bagian penting dalam menu harian para pemain.
Tak hanya itu, Norwegia juga membawa lebih dari 100 kilogram brunost, yakni keju cokelat tradisional yang sangat populer di negara Skandinavia tersebut.
Seluruh bahan makanan tersebut dipersiapkan untuk menjaga pola makan pemain tetap konsisten selama menjalani kompetisi yang berlangsung beberapa pekan.
Norwegia tidak hanya membawa bahan makanan dalam jumlah besar, tetapi juga menyertakan staf kuliner khusus yang bertugas menyiapkan menu bagi para pemain.
Keberadaan tim kuliner ini memungkinkan setiap pemain mendapatkan asupan makanan yang sesuai dengan kebutuhan fisik dan program kebugaran masing-masing.
Dengan sistem tersebut, tim pelatih dapat mengontrol kualitas konsumsi para pemain secara lebih maksimal selama berada jauh dari tanah air.
Bukan Karena Tak Percaya Makanan Amerika Serikat
Banyak spekulasi muncul setelah kabar tersebut beredar. Sebagian pihak menganggap Norwegia membawa makanan sendiri karena tidak percaya terhadap kualitas makanan yang tersedia di Amerika Serikat.
Namun, pihak tim langsung membantah anggapan tersebut.
Menurut mereka, langkah itu sama sekali tidak berkaitan dengan kualitas makanan lokal maupun preferensi budaya tertentu.
Pihak Norwegia menegaskan bahwa keputusan membawa logistik sendiri merupakan bagian dari strategi performa yang telah dirancang sejak awal.
Tujuan utamanya adalah memastikan para pemain tetap mendapatkan pola makan yang sama seperti ketika berada di negara asal.
Tujuannya adalah untuk menghilangkan variabel apa pun, terutama yang berkaitan dengan diet, yang dapat memengaruhi pemulihan, pencernaan, kualitas tidur, atau kesiapan pertandingan,”
katanya seperti dilansir BeIn Sports.
Dengan menjaga konsistensi nutrisi, tim berharap proses pemulihan pemain berjalan lebih optimal dan kondisi fisik tetap terjaga sepanjang turnamen.
Dalam sepak bola modern, aspek nutrisi menjadi salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi performa tim di lapangan.
Karena itulah, Norwegia memilih mengambil langkah ekstra dengan membawa makanan sendiri ke Piala Dunia 2026.
Strategi ini menunjukkan bagaimana tim-tim nasional kini tidak hanya fokus pada taktik dan latihan, tetapi juga memperhatikan detail kecil yang bisa memberikan keuntungan kompetitif selama turnamen berlangsung.

















