Meski Timnas Indonesia gagal mengamankan tiket ke putaran final Piala Dunia 2026, nuansa Merah Putih tetap hadir di ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.
Pasalnya, ada dua pemain yang memiliki garis keturunan Indonesia dan tampil membela negara masing-masing di Piala Dunia 2026. Kehadiran mereka menjadi sorotan tersendiri bagi pecinta sepak bola Tanah Air.
Bermain di Piala Dunia merupakan impian terbesar bagi setiap pesepak bola, termasuk para pemain Timnas Indonesia.
Skuad Garuda sebenarnya sempat membuka peluang besar untuk tampil di Piala Dunia 2026. Namun langkah Indonesia terhenti pada Babak Kualifikasi Keempat setelah menelan kekalahan dari Arab Saudi dan Irak.
Meski begitu, Indonesia tidak sepenuhnya kehilangan representasi di turnamen tersebut. Ada dua pemain keturunan Indonesia yang berhasil merasakan atmosfer Piala Dunia 2026.
Nama pertama tentu sudah tidak asing bagi publik sepak bola Indonesia, yaitu Tijjani Reijnders. Gelandang andalan Timnas Belanda tersebut memiliki darah Indonesia dari garis keluarganya.
Hubungannya dengan Indonesia semakin menarik karena sang adik, Eliano Reijnders, saat ini membela Timnas Indonesia. Tijjani menjadi salah satu pemain penting di skuad Belanda dan kembali tampil di panggung dunia bersama De Oranje.
Godfried Roemeratoe, Pemain Berdarah Maluku Tampil Bersama Curacao
Selain Tijjani Reijnders, ada satu nama lain yang juga memiliki keturunan Indonesia dan bermain di Piala Dunia 2026, yaitu Godfried Roemeratoe.
Pemain Timnas Curacao tersebut tampil dalam pertandingan melawan Ekuador pada laga kedua fase grup yang berlangsung pada Minggu 21 Juni 2026.
Roemeratoe masuk sebagai pemain pengganti pada akhir babak kedua menggantikan Livano Comenencia. Dalam waktu bermain sekitar 12 menit, ia berhasil mencatatkan dua umpan akurat untuk timnya.
Memiliki Akar Keluarga dari Pulau Seram
Godfried Roemeratoe merupakan bagian dari generasi pemain Curacao yang memiliki hubungan erat dengan Belanda. Hal itu tidak lepas dari status Curacao sebagai negara otonom yang berada di bawah Kerajaan Belanda.
Meski lahir dan besar di Belanda, Roemeratoe memiliki hubungan emosional dengan Indonesia. Ibunya berasal dari Maluku, tepatnya Pulau Seram.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap asal-usul keluarganya, ia memilih menggunakan nama “Roemeratoe” di bagian belakang jersey yang dikenakannya saat bermain.
Godfried Roemeratoe lahir di Oost-Souburg, Belanda, pada 19 Agustus 1999. Ia berasal dari keluarga yang dekat dengan dunia sepak bola. Dua saudaranya, Renzo Roemeratoe dan Milton Roemeratoe, juga berkarier sebagai pesepak bola profesional.
Perjalanan kariernya dimulai dari akademi JVOZ sebelum bergabung dengan akademi FC Twente pada 2014. Setelah menimba ilmu selama beberapa tahun, ia berhasil menembus tim utama FC Twente pada 2019.
Setelah meninggalkan FC Twente, Roemeratoe melanjutkan kariernya bersama beberapa klub lain seperti Willem II, Hapoel Tel Aviv, hingga akhirnya bergabung dengan RKC Waalwijk.
Di level internasional, ia menjalani debut bersama Timnas Curacao pada 26 Maret 2023. Sejak saat itu, Roemeratoe telah mengoleksi 29 penampilan dan menyumbangkan satu gol untuk tim nasional Curacao.




















