Timnas Iran menjadi sorotan dunia setelah meninggalkan sebuah surat bertulisan tangan berisi pesan perdamaian usai pertandingan tanpa gol melawan Belgia pada laga Grup G Piala Dunia 2026.
Pesan tersebut ditemukan di ruang ganti Stadion Los Angeles, Senin, 22 Juni 2026. Surat yang ditulis dalam bahasa Inggris itu terdiri dari 74 kata dan berisi harapan agar perdamaian, rasa hormat, serta persahabatan dapat terjalin di antara seluruh bangsa di dunia.
Momen ini mendapat perhatian luas karena terjadi di tengah situasi yang sedang dihadapi Iran di luar lapangan. Iran tampil di Piala Dunia 2026 ketika negaranya dalam fase negosiasi dengan Amerika Serikat, salah satu tuan rumah turnamen bersama Kanada dan Meksiko, untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung.
Dalam surat yang kemudian dipublikasikan oleh Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), para pemain menyampaikan pesan yang mengangkat sejarah panjang bangsa mereka. Berikut isi suratnya:
“Dari Persia kuno ribuan tahun lalu hingga Iran yang beradab saat ini, semangat Iran tetap hidup dan teguh. Kami datang ke Los Angeles dengan kebanggaan, bertanding dengan kehormatan, dan meninggalkan tempat ini dengan martabat.”
Pernyataan tersebut menjadi simbol kebanggaan sekaligus penghormatan terhadap identitas dan sejarah Iran yang telah berlangsung selama ribuan tahun.
Terima Kasih, Los Angeles!
Selain menyampaikan pesan mengenai nilai-nilai kemanusiaan, Timnas Iran juga mengapresiasi kepada kota Los Angeles yang menjadi tempat mereka bertanding selama fase grup.
Mereka mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat yang diterima selama berada di Negeri Paman Sam. Tak hanya itu, dukungan masyarakat Iran yang terus memberikan semangat sepanjang perjalanan tim di Piala Dunia 2026 juga mendapat perhatian khusus dalam surat tersebut.
“Terima kasih Los Angeles atas keramahtamahannya. Dan terima kasih kepada setiap warga Iran yang memberikan hati, suara, dan jiwa mereka untuk Iran sepanjang 180 menit ini. Semoga perdamaian, rasa hormat, dan persahabatan berlaku di antara semua bangsa,”
tutup surat tersebut.
Kalimat tersebut menjadi bagian paling menyentuh dari surat yang kemudian viral di berbagai media sosial. Pesan yang ditinggalkan Timnas Iran bermakna luas dibanding sekadar hasil pertandingan sepak bola.
Surat tersebut juga menyinggung peristiwa tragis yang terjadi selama konflik berlangsung, termasuk serangan terhadap sebuah sekolah perempuan di Minab yang dilaporkan menewaskan sedikitnya 168 orang pada hari pertama perang.
Di tengah berbagai ketegangan yang terjadi, para pemain Iran memilih menggunakan panggung Piala Dunia untuk menyampaikan harapan tentang perdamaian dan persatuan. Aksi Timnas Iran menunjukkan bahwa sepak bola tidak hanya berbicara tentang kemenangan dan kekalahan di atas lapangan.
Piala Dunia 2026 kembali menjadi ajang yang mempertemukan berbagai bangsa dengan latar belakang budaya, sejarah, dan kondisi yang berbeda. Melalui surat yang ditinggalkan di ruang ganti, Timnas Iran berhasil menyampaikan pesan kuat bahwa olahraga dapat menjadi jembatan untuk menyebarkan rasa hormat, persahabatan, dan harapan akan dunia yang lebih damai.















![Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah) berbincang dengan perwakilan mahasiswa pengunjuk rasa usai pertemuan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026). [Foto: ANTARA FOTO/Fauzan].](https://www.owrite.id/wp-content/uploads/2026/06/Mahasiswa-temui-Wapres-Gibran-di-Istana-Wapres_Owrite-300x169.webp)







