Timnas Jerman akan menjalani laga terakhir Grup E Piala Dunia 2026 dengan misi mempertahankan performa impresif mereka saat menghadapi Ekuador.
Pertandingan yang berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, pada Jumat 26 Juni 2026 pukul 03.00 WIB ini tetap menarik meski Die Mannschaft sudah memastikan diri lolos sebagai juara grup.
Sementara itu, Ekuador datang dengan tekanan besar karena hanya kemenangan yang bisa menjaga peluang mereka untuk melangkah ke babak 32 besar.
Pasukan Julian Nagelsmann menunjukkan performa luar biasa sepanjang fase grup. Pada laga pembuka, Jerman sukses menghancurkan Curacao dengan skor telak 7-1.
Tren positif berlanjut saat mereka membalikkan keadaan dan mengalahkan Pantai Gading 2-1 pada pertandingan kedua. Hasil tersebut memastikan posisi puncak klasemen Grup E sekaligus tiket ke fase gugur.
Meski belum sepenuhnya tampil dalam performa terbaiknya, Jerman kini menjadi tim paling produktif di Piala Dunia 2026 dengan koleksi sembilan gol.
Die Mannschaft Kejar Rekor Bersejarah
Kemenangan atas Pantai Gading juga memperpanjang catatan kemenangan beruntun Jerman menjadi 11 laga di semua kompetisi sejak September tahun lalu.
Jika berhasil menundukkan Ekuador, Die Mannschaft akan menyamai rekor terbaik sepanjang sejarah mereka dengan 12 kemenangan beruntun.
Tak hanya itu, hasil sempurna di fase grup juga akan menjadi pencapaian istimewa bagi Jerman. Mereka berpeluang menyapu bersih seluruh laga grup Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak menjadi tuan rumah turnamen pada 2006.
Di balik produktivitas tinggi lini serang, sektor pertahanan Jerman masih menyisakan pekerjaan rumah.
Tim asuhan Nagelsmann sudah kebobolan lima gol dalam enam pertandingan terakhir di berbagai ajang. Bahkan, mereka belum mampu mencatatkan clean sheet dalam delapan pertandingan Piala Dunia secara beruntun sejak menaklukkan Argentina 1-0 di final Piala Dunia 2014.
Kondisi ini menjadi perhatian tersendiri menjelang fase gugur yang menuntut konsistensi di kedua sisi lapangan.
Ekuador Hadapi Misi Berat
Berbeda dengan Jerman yang sudah nyaman di puncak klasemen, Ekuador berada dalam posisi sulit. La Tri mengawali turnamen dengan kekalahan 0-1 dari Pantai Gading sebelum hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan Curacao pada laga kedua.
Hasil tersebut membuat mereka mengoleksi satu poin dan kini menempati posisi ketiga klasemen sementara Grup E.
Peluang Ekuador untuk lolos ke babak 32 besar masih terbuka, tetapi syaratnya sangat berat. Mereka wajib mengalahkan Jerman untuk menjaga asa melaju ke fase berikutnya.
Jika hanya bermain imbang, Ekuador akan mengoleksi dua poin yang kemungkinan besar tidak cukup untuk bersaing sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik. Karena itu, laga melawan Jerman menjadi pertandingan hidup dan mati bagi skuad asuhan Sebastián Beccacece.
Selain minim poin, masalah terbesar Ekuador sejauh ini adalah ketajaman lini depan. Dalam dua pertandingan awal, mereka belum mampu mencetak satu gol pun.
Catatan tersebut membuat La Tri terancam mencatat sejarah negatif sebagai tim Amerika Selatan berikutnya yang gagal mencetak gol sepanjang fase grup Piala Dunia.
Sebelumnya, rekor buruk itu hanya pernah dialami Bolivia pada edisi 1930 dan 1950. Menghadapi Jerman yang sedang berada dalam tren positif, Ekuador dituntut tampil jauh lebih efektif jika ingin menciptakan kejutan.
Jerman diprediksi tetap tampil agresif meski sudah memastikan tempat di babak 32 besar. Dengan lini serang yang sedang tajam dan motivasi mengejar rekor kemenangan, Die Mannschaft berpeluang melanjutkan tren positif mereka.
Di sisi lain, Ekuador dipastikan tampil habis-habisan demi menjaga peluang lolos. Namun, produktivitas gol yang masih mandek menjadi tantangan besar bagi La Tri.
Prediksi Susunan Pemain
- Ekuador (3-5-2): Hernan Galindez; Joel Ordonez, Willian Pacho, Piero Hincapie; John Yeboah, Alan Franco, Jordy Caicedo, Pedro Vite, Pervis Estupinan; Gonzalo Plata, Enner Valencia;
- Pelatih: Sebastian Beccacece
- Jerman (4-2-3-1): Oliver Baumann; Waldemar Anton, Jonathan Tah, Antonio Rudiger, David Raum; Leon Goretzka, Angelo Stiller; Jamie Leweling, Nadiem Amiri, Maximilian Beier; Deniz Undav;
- Pelatih: Julian Nagelsmann





















