Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, memberikan tanggapan terkait pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengaku masih resah karena Timnas Indonesia belum mampu lolos ke Piala Dunia 2026.
Menurut Erick, apa yang disampaikan Presiden bukan hanya menyoroti sepak bola semata, melainkan menunjukkan perhatian besar pemerintah terhadap kemajuan seluruh cabang olahraga Indonesia.
Erick menjelaskan bahwa pesan Presiden Prabowo memiliki makna yang lebih luas, yakni mendorong seluruh olahraga Indonesia agar mampu berprestasi dan mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional.
Bapak Presiden (Prabowo Subianto) secara simbolik pasti maksud dan tujuannya tidak hanya sepak bola, tetapi seluruh olahraga yang memberikan kontribusi yang luar biasa untuk citra dan kehormatan bangsa,”
kata Erick Thohir kepada awak media di Jakarta, Jumat 10 Juli 2026.
Menurutnya, Presiden memahami betapa pentingnya olahraga sebagai salah satu instrumen untuk meningkatkan kehormatan Indonesia di mata dunia.
Pelatnas Jangka Panjang Jadi Kunci Prestasi
Erick menegaskan bahwa keberhasilan atlet maupun tim nasional tidak bisa diraih melalui program yang bersifat instan. Karena itu, pemerintah terus mendorong pelaksanaan pemusatan latihan nasional (pelatnas) secara berkelanjutan.
Ia juga menyinggung pernyataan Presiden yang mengaitkan kebutuhan prestasi olahraga dengan dukungan anggaran dari pemerintah.
Intinya tidak ada program keolahragaan jangka pendek, itu kan kira-kira yang beliau sampaikan gitu. Dan alhamdulillah beliau juga menyebutkan Pak Menkeu (Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa), nah kan jadi sesuai gitu,”
kata Erick.
Lebih lanjut, Erick menekankan bahwa pembinaan atlet harus dilakukan sejak dini agar Indonesia mampu bersaing di berbagai ajang internasional seperti SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade.
Menurutnya, target besar tidak mungkin tercapai jika persiapan baru dilakukan menjelang kompetisi dimulai.
Tidak mungkin persiapan Olimpiade 2032 baru disiapkan 2031, enggak mungkin. Tahun depan SEA Games, enggak ada pelatnas tahun ini, enggak mungkin. Asian Games tinggal September, tidak mungkin pelatnas berhenti, harus jalan,”
ungkapnya.
Pernyataan Erick Thohir menegaskan bahwa pemerintah ingin membangun sistem pembinaan olahraga yang berkesinambungan.
Dukungan terhadap pelatnas jangka panjang dinilai menjadi fondasi penting untuk mencetak atlet-atlet berprestasi sekaligus meningkatkan peluang Indonesia bersaing di level dunia, termasuk mewujudkan mimpi tampil di putaran final Piala Dunia pada masa mendatang.



















