Piala Dunia 2026 dinilai menjadi momentum penting bagi perkembangan sepak bola di Amerika Serikat. Antusiasme masyarakat terhadap turnamen terbesar di dunia itu disebut semakin meningkat, sekaligus mematahkan anggapan bahwa sepak bola bukan olahraga favorit di Negeri Paman Sam.
Penilaian tersebut disampaikan Brendan Hunt, kreator sekaligus pemeran Coach Beard dalam serial komedi olahraga Ted Lasso, saat berbicara kepada wartawan di Kansas City menjelang laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Swiss.
Hunt berpendapat persepsi bahwa sepak bola tidak memiliki tempat di Amerika Serikat sudah tidak lagi sepenuhnya benar. Ia melihat minat masyarakat terhadap olahraga tersebut terus bertumbuh, terutama berkat turnamen internasional seperti Piala Dunia.
“Sedikit berlebihan jika mengatakan sepak bola tidak populer di sini,”
kata Hunt yang berperan sebagai Coach Beard dalam serial tersebut, dikutip dari Reuters, Senin, 13 Juli 2026.
Ia mengungkapkan banyak orang yang awalnya tidak mengikuti sepak bola, tetapi mulai tertarik setelah menyaksikan serial Ted Lasso.
“Saya mendengar banyak cerita dari orang-orang yang sebelumnya tidak peduli dengan sepak bola, tetapi kemudian mulai tertarik karena menonton Ted Lasso,”
tambah Hunt.
Turut Dongkrak Popularitas
Serial Ted Lasso mengisahkan seorang pelatih American football asal Amerika Serikat yang dipercaya menangani klub sepak bola di Inggris.
Tayangan yang hadir selama tiga musim sejak 2020 hingga 2023 itu sukses besar dan berhasil meraih 13 penghargaan Emmy Awards, termasuk dua kali dinobatkan sebagai Serial Komedi Terbaik.
Saat ditanya apakah serial tersebut berperan dalam meningkatnya popularitas sepak bola di Amerika Serikat, pemeran utama sekaligus kreator Ted Lasso, Jason Sudeikis, memberikan jawaban bernada humor.
“Saya merasa itu terjadi di rumah saya sendiri. Itu membuatnya menjadi lebih populer,”
ujar Sudeikis.
Hunt kemudian berseloroh bahwa tim kreatif Ted Lasso berhasil “menipu” sebagian penonton agar mulai menyukai sepak bola. Meski begitu, ia menegaskan pertumbuhan olahraga tersebut sebenarnya sudah berlangsung jauh sebelum serial itu tayang.
Atmosfer Musiman
Amerika Serikat bersama Kanada dan Meksiko menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026, lebih dari 30 tahun setelah sukses menggelar edisi 1994.
Menurut Hunt, penyelenggaraan Piala Dunia menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan sepak bola di Amerika Serikat. Turnamen 1994 bahkan menjadi awal lahirnya kompetisi Major League Soccer (MLS) pada 1996.
Meski demikian, ia mengakui sepak bola masih harus bersaing dengan olahraga yang lebih dulu populer seperti American football, basket, dan baseball.
Kehadiran nama-nama besar seperti Pele, David Beckham, hingga Lionel Messi memang membantu meningkatkan perhatian publik, tetapi belum sepenuhnya mengubah peta olahraga di Amerika.
Hunt menilai situasi saat ini jauh berbeda dibandingkan era Piala Dunia 1994 ketika banyak masyarakat Amerika belum memahami besarnya ajang tersebut.
“Kami tidak tertinggal sejauh yang sering digambarkan dalam hal popularitas olahraga ini. Saya pikir Piala Dunia kali ini sudah menunjukkan hal tersebut,”
kata Hunt.
“Anggapan bahwa sepak bola tidak populer di sini sedikit berlebihan. Perkembangannya sedang menuju ke arah yang benar,”
lanjut dia.
Meski optimistis, Hunt juga menyadari bahwa setiap penyelenggaraan Piala Dunia selalu memunculkan banyak penggemar musiman yang menikmati atmosfer turnamen.
“Setiap Piala Dunia selalu memiliki penggemar yang ikut terbawa suasana di setiap negara. Apakah sebagian dari mereka akan tetap mengikuti sepak bola setelah turnamen berakhir, itu masih harus dilihat,”
kata dia.























