Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares menilai Piala Presiden 2026 memiliki peran penting sebagai bagian dari persiapan tim menghadapi Super League musim 2026/2027.
Turnamen pramusim ini dimanfaatkan untuk membangun kekompakan skuad, meningkatkan kondisi fisik pemain, sekaligus mengukur kesiapan tim sebelum kompetisi resmi dimulai.
Meski tetap mengincar kemenangan di setiap pertandingan, Tavares mengakui Persebaya masih berada dalam tahap pembentukan sehingga belum mencapai kondisi terbaik.
Tavares menegaskan skuad asuhannya akan tampil dengan semangat meraih hasil maksimal di setiap laga.
Namun, ia mengingatkan bahwa sejumlah pemain masih berupaya mengembalikan kebugaran. Pun, para rekrutan anyar Bajul Ijo masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan sistem permainan yang diterapkan tim pelatih.
Pelatih asal Portugal itu tak menafikan keinginan untuk menang di setiap pertandingan Piala Presiden.
Tentu kami ingin memenangkan setiap pertandingan. Tidak ada tim yang ingin kalah. Namun, kami juga harus realistis karena banyak pemain yang belum berada di level terbaik dan tim ini masih dalam proses pembangunan. Semua itu membutuhkan waktu,”
kata Tavares, Jumat, 24 Juli 2026.
Fokus Bangun Identitas Permainan
Selain mengejar hasil positif, Tavares menjadikan Piala Presiden sebagai kesempatan untuk menanamkan filosofi bermain yang akan jadi identitas Persebaya sepanjang musim.
Menurut pelatih asal Portugal tersebut, perkembangan kualitas permainan tim jauh lebih penting dibandingkan sekadar hasil akhir di turnamen pramusim.
Salah satu aspek yang paling mendapat perhatian dari Tavares adalah cara pemain bereaksi ketika kehilangan penguasaan bola.
Ia ingin seluruh pemain memiliki disiplin tinggi dalam melakukan transisi bertahan, membantu rekan setim, serta menjaga keseimbangan permainan saat berada di bawah tekanan lawan.
Yang paling ingin saya lihat adalah komitmen pemain ketika tim tidak menguasai bola. Saat kehilangan bola, mereka harus aktif bergerak,”
ujarnya.
Dia menekankan agar setiap pemain bisa membantu rekan setim, melakukan transisi bertahan dengan baik, dan menjaga keseimbangan permainan.
Sepak bola bukan hanya soal apa yang dilakukan saat menguasai bola,”
jelasnya.
Buka Peluang Rotasi Pemain
Persebaya akan menjalani tiga pertandingan dalam waktu yang relatif singkat di fase grup Piala Presiden 2026.
Padatnya jadwal membuat rotasi pemain menjadi strategi yang akan diterapkan demi menjaga kebugaran skuad sekaligus memberi kesempatan kepada seluruh pemain menunjukkan kualitas mereka.
Kami akan berusaha memberikan yang terbaik dalam tiga pertandingan yang jadwalnya cukup padat. Waktu pemulihan sangat singkat, sehingga kemungkinan besar kami akan melakukan rotasi pemain,”
ujarnya.
Bagi Tavares, pertandingan pramusim bukan hanya menguji kemampuan teknis, tetapi juga kesiapan mental para pemain.
Atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo yang dipenuhi puluhan ribu Bonek dan Bonita dianggap sebagai pengalaman berharga yang tidak bisa diperoleh saat sesi latihan.
Melalui pertandingan tersebut, tim pelatih dapat menilai pemain yang mampu tampil maksimal dalam tekanan besar. Ia mengingatkan latihan tentu berbeda dengan bermain di stadion yang penuh tekanan.
Saya ingin mengetahui siapa pemain yang paling siap menghadapi situasi seperti itu. Target kami di Piala Presiden adalah membangun tim,”
tuturnya.
Selain faktor kebugaran, cuaca panas serta atmosfer pertandingan di hadapan ribuan suporter juga menjadi tantangan tersendiri bagi skuad Persebaya.
Dan, mungkin ada pemain yang sedikit gugup karena bermain di depan sekitar 35 ribu Bonek dan Bonita. Menurut saya itu pengalaman yang sangat bagus,”
katanya.
Adapun Persebaya tergabung di Grup B Piala Presiden 2026 bersama Persija Jakarta, PSMS Medan, dan raksasa Thailand, Port FC.
Bajul Ijo akan memulai perjuangannya dengan menjamu Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Tomo pada Minggu, 26 Juli 2026.
Pertandingan tersebut akan menjadi ujian awal bagi Persebaya untuk melihat sejauh mana perkembangan tim setelah menjalani masa persiapan menjelang Liga 1 musim 2026/2027.
Bagi Tavares, Piala Presiden 2026 bukan sekadar turnamen pemanasan, melainkan bagian penting dalam proses membangun tim yang kompetitif.
Melalui pertandingan-pertandingan di ajang ini, Persebaya diharapkan semakin matang secara fisik, taktik, dan mental sehingga mampu tampil maksimal saat Liga 1 2026/2027 resmi bergulir.






















