Pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, mengawali perjalanan resminya bersama Persija Jakarta di Super League 2026/2027 dengan hasil positif.
Macan Kemayoran berhasil membawa pulang tiga poin setelah mengalahkan Borneo FC dengan skor 1-0 di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu, 5 September 2026 malam.
Pertandingan tersebut menjadi laga kompetitif pertama Shin Tae-yong sebagai pelatih Persija di ajang Super League.
Sebelumnya, pelatih asal Korea Selatan itu telah memimpin tim dalam sejumlah agenda persiapan, termasuk Piala Presiden 2026.
Persija resmi memperkenalkan Shin Tae-yong sebagai pelatih pada 8 Juni 2026. Mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut mendapatkan kontrak berdurasi tiga tahun bersama Macan Kemayoran.
Sebelum menjalani pertandingan resmi, Shin memiliki waktu untuk membangun tim. Persija mengikuti Piala Presiden 2026, menjalani pemusatan latihan di Thailand, hingga melakoni pertandingan uji coba menghadapi Brisbane Roar.
Seluruh rangkaian tersebut menjadi bagian dari persiapan Persija sebelum akhirnya menghadapi Borneo FC pada pertandingan pembuka Super League 2026/2027.
Persija Menekan Borneo FC
Persija menunjukkan keberanian sejak pertandingan dimulai. Macan Kemayoran langsung mencoba menguasai permainan dan memberikan tekanan kepada Borneo FC.
Dalam 10 menit pertama, Persija terlihat lebih dominan dalam penguasaan bola. Kondisi tersebut membuat tuan rumah cukup kesulitan untuk mengembangkan permainan. Salah satu hal menarik dari strategi Shin Tae-yong terlihat pada peran Rizky Ridho.
Kapten Persija tersebut memang ditempatkan sebagai bek tengah dalam susunan pemain awal. Namun, ketika pertandingan berjalan, Ridho beberapa kali bergerak lebih maju dan menjalankan fungsi yang menyerupai gelandang bertahan.
Persija hampir membuka keunggulan pada menit ke-14 melalui Witan Sulaeman. Witan mendapatkan peluang untuk mengancam gawang Borneo FC.
Namun, penyelesaiannya belum sempurna karena bola hasil tendangannya justru melebar ke sisi kiri gawang.
Borneo FC kemudian mulai menemukan ritme permainan. Memasuki sekitar menit ke-30, Pesut Etam meningkatkan tekanan dan menciptakan beberapa peluang.
Persija sempat berada dalam tekanan karena tuan rumah mulai lebih agresif. Namun, lini belakang Macan Kemayoran mampu menjaga pertahanan mereka tetap solid.
Jeremejeff Pecah Kebuntuan
Gol yang ditunggu-tunggu Persija akhirnya datang menjelang turun minum. Tepat pada menit ke-45+1, Alexander Jeremejeff berhasil membawa Macan Kemayoran unggul 1-0.
Penyerang Persija tersebut mencetak gol melalui sundulan setelah memanfaatkan umpan yang dikirimkan Kerim Memija. Gol tersebut menjadi pembeda kedua tim sekaligus membawa Persija memasuki ruang ganti dengan keunggulan tipis.
Memasuki babak kedua, Shin Tae-yong melakukan penyesuaian terhadap peran Rizky Ridho. Ridho kembali lebih fokus menjalankan tugasnya sebagai bek tengah. Ia tidak lagi terlalu sering maju untuk membantu serangan seperti yang terlihat pada babak pertama.
Keputusan tersebut membuat Persija lebih fokus menjaga keunggulan. Borneo FC sendiri terus berusaha mengejar ketertinggalan.
Bermain di hadapan pendukungnya sendiri, Pesut Etam meningkatkan intensitas serangan untuk mencari gol penyama kedudukan. Namun, Persija mampu mempertahankan organisasi pertahanan hingga pertandingan selesai.
Peluit panjang akhirnya memastikan kemenangan Persija Jakarta dengan skor 1-0 atas Borneo FC. Hasil tersebut menjadi awal yang sempurna bagi Shin Tae-yong di kompetisi resmi bersama Macan Kemayoran.
Selain membawa pulang tiga poin dari kandang Borneo FC, Persija juga menunjukkan bahwa persiapan panjang di bawah arahan Shin mulai memberikan hasil.
Kemenangan di Stadion Segiri sekaligus menjadi modal penting bagi Persija untuk menghadapi perjalanan panjang Super League 2026/2027.
Susunan Pemain
- Borneo FC: Kadou, Reva Adi Utama, Christian Matheus, Iago Pereira, Komang Teguh, Aditya Warman, Gabriel Da Silva Oliveira, Redzuan Fachgi, Juan Villa, Kablan N’Goma, Moussa Diarra.
- Persija: Nadeo Argawinata, Kerim Memija, Radovan Pankov, Denis Kolinger, Rio Fahmi, Rizky Ridho, Fabio Calonego, Stjepan Loncar, Witan Sulaeman, Arlyansyah Abdulmanan, Alexander Jeremejeff.



















