Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Olahraga

Pemain Muda Persib Jadi Korban Penyerangan, APPI Ingatkan Dampak Trauma Psikologis

Insiden bus EPA Persib di rest area Batang jadi alarm serius. APPI Desak PSSI bisa benahi sistem pengamanan.

Kiper Persija sekaligus Wakil Presiden APPI Nadeo Argawinata.
Kiper Persija sekaligus Wakil Presiden APPI Nadeo Argawinata. (Foto: Dok. Persija).

Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) mendesak agar kasus penyerangan rombongan Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, diusut hingga tuntas.

Insiden yang terjadi pada Minggu 11 Oktober 2026 itu juga mendorong perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan dalam kompetisi sepak bola.

Sepak bola seharusnya menjadi sarana persatuan dan pembinaan bakat muda, bukan tempat untuk tindakan kriminalitas yang mengancam keselamatan pemain,”

kata Wakil Presiden APPI Nadeo Argawinata dalam laman resmi APPI, Senin 12 Oktober 2026.

Nadeo menilai dampak kejadian itu tak boleh hanya dilihat dari kerusakan kendaraan dan kerugian materi. Kondisi psikologis para pemain muda yang mengalami peristiwa itu juga perlu jadi perhatian serius.

Iklan

Ia bilang keselamatan pemain dan ofisial harus jadi prioritas. Hal itu termasuk memastikanpendampingan bagi mereka yang mengalami pengalaman traumatis.

Dampak Psikologis

Rombongan EPA Persib dilaporkan mengalami penyerangan oleh oknum suporter ketika berada di Rest Area Batang KM 360. Video singkat yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi bus yang rusak. Kondisi bus dengan bagian kaca pecah setelah terkena lemparan benda keras.

Oknum kelompok suporter Persija Jakarta diduga terlibat dalam insiden tersebut. Namun, dugaan keterlibatan pihak tertentu perlu dipastikan melalui proses penyelidikan aparat penegak hukum.

Menurut Nadeo, perlindungan terhadap pemain tak cukup hanya berfokus pada keselamatan fisik. Rasa aman dan kondisi mental para pemain juga harus diperhatikan, terlebih mereka masih berada dalam usia perkembangan.

Mereka harus mendapatkan perhatian dan pendampingan yang dibutuhkan, dan ini merupakan tanggung jawab bersama,”

lanjut kiper Persija tersebut.

Evaluasi Sistem Keamanan

Selain minta penanganan menyeluruh atas insiden tersebut, APPI mendorong peningkatan sistem keamanan dan safeguarding dalam kompetisi sepak bola.

Evaluasi yang diperlukan mencakup pengamanan perjalanan tim, langkah pencegahan risiko, prosedur penanganan keadaan darurat, hingga mekanisme tindak lanjut apabila terjadi insiden yang membahayakan pemain dan ofisial.

APPI menegaskan perlindungan pemain mesti diterapkan dalam seluruh rangkaian kegiatan sepak bola. Jaminan keamanan tak boleh terbatas pada saat pertandingan berlangsung. Namun, juga mencakup perjalanan menuju maupun kembali dari lokasi pertandingan.

Penanganan pascainsiden pun perlu dilakukan secara menyeluruh. Selain pemeriksaan terhadap kemungkinan cedera fisik, pemain yang terdampak mesti peroleh pemeriksaan kondisi psikologis dan pendampingan sesuai kebutuhan.

Dengan pendekatan tersebut, penanganan korban tidak berhenti pada perbaikan kendaraan atau pemulihan luka fisik. Aspek mental juga perlu diperhatikan agar pemain muda dapat kembali merasa aman.

APPI turut meminta PSSI dan I.League sebagai pihak yang mengelola kompetisi untuk mengevaluasi standar keamanan serta sistem perlindungan pemain, khususnya pada kelompok usia muda.

Langkah evaluasi ini dinilai penting untuk memperkuat upaya pencegahan sekaligus meminimalkan kemungkinan terulangnya kejadian serupa.

Dukung Laporan ke Polisi

APPI menyatakan dukungannya terhadap keputusan Persib Bandung yang membawa kasus penyerangan rombongan EPA tersebut ke ranah hukum dengan melaporkannya kepada kepolisian.

Organisasi pemain itu juga mendesak aparat penegak hukum menyelidiki perkara secara menyeluruh. Polisi didesak menindak pihak-pihak yang terbukti terlibat sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Proses penyelidikan diharapkan mampu mengungkap pihak yang bertanggung jawab sekaligus memberikan kepastian hukum atas insiden penyerangan tersebut.

Di sisi lain, APPI meminta seluruh pemangku kepentingan sepak bola mengambil tindakan nyata untuk menjamin keselamatan pemain, ofisial, dan rombongan tim selama mengikuti kompetisi.

Bagi APPI, evaluasi keamanan harus mencakup seluruh aktivitas tim, mulai dari perjalanan, pelaksanaan pertandingan, hingga langkah pemulihan setelah terjadi insiden.

Perlindungan terhadap keselamatan fisik dan kesehatan psikologis pemain muda menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan dalam upaya menciptakan lingkungan sepak bola yang aman.

Iklan