Catatan kemenangan sempurna Persija Jakarta pada empat pertandingan pertama Super League 2026/2027 terhenti. Bertandang ke markas Persita Tangerang di Banten International Stadium (BIS), Serang, Sabtu 17 Oktober 2026, Macan Kemayoran keok dengan skor 2-3.
Hasil itu cukup mengejutkan karena Persija mampu menguasai jalannya pertandingan. Namun, dominasi permainan yang ditunjukkan tim asuhan Shin Tae-yong alias STY itu belum cukup untuk menghindarkan mereka dari kekalahan perdana musim ini.
Secara statistik, Persija tampil lebih dominan dibandingkan Persita. Penguasaan bola Macan Kemayoran mencapai 76 persen, menunjukkan bahwa mereka lebih banyak mengendalikan permainan dan membangun serangan.
Iklan
Persija juga mencatatkan 21 tembakan sepanjang pertandingan. Dari jumlah itu, 10 di antaranya mengarah tepat ke gawang. Sementara itu, Persita hanya menghasilkan delapan tembakan dengan lima percobaan tepat sasaran.
Meski unggul dalam penguasaan bola dan jumlah tembakan, Persija tak mampu memaksimalkan peluang yang tercipta menjadi hasil akhir yang menguntungkan. Sebaliknya, Persita berhasil memanfaatkan kesempatan dengan lebih efektif hingga mengamankan kemenangan 3-2.
Faktor Keberuntungan
STY menilai kekalahan itu jadi pengingat bahwa dominasi permainan tidak selalu berbanding lurus dengan kemenangan. Menurutnya, keberuntungan tak mungkin terus berpihak kepada sebuah tim dalam setiap pertandingan.
Dia mengakui Persija kurang beruntung dalam urusan mencetak gol pada laga melawan Persita. Meski demikian, ia menyampaikan timnya mesti meningkatkan kerja keras agar mampu mengubah peluang menjadi gol pada pertandingan berikutnya.
Saya merasa kami kurang beruntung dalam mencetak gol. Tentu saja, kami harus berusaha lebih keras lagi agar keberuntungan mencetak gol itu datang,”
kata STY, dalam keterangannya, Selasa, 20 Oktober 2026.
Persija Jakarta saat laga lawan Persita Tangerang. (Foto: Dok. Persija).
Pernyataan STY sebagai penegasan bahwa Persija tak boleh hanya bergantung pada dominasi permainan. Efektivitas di depan gawang jadi salah satu aspek yang perlu diperbaiki agar peluang yang diciptakan bisa menghasilkan poin.
Kekalahan dari Persita jadi kesempatan bagi Persija untuk mengevaluasi performa setelah melewati empat pekan awal dengan hasil sempurna. Tim pelatih dan para pemain perlu mengidentifikasi kekurangan yang muncul terutama saat menghadapi lawan yang mampu memanfaatkan peluang secara efektif.
STY minta anak asuhnya melakukan introspeksi dan mempersiapkan diri dengan lebih baik. Ia juga mengingatkan bahwa lawan-lawan Persija kemungkinan akan mempelajari pola permainan mereka secara lebih mendalam setelah melihat performa pada awal musim.
Ke depan, tim mana pun pasti akan menganalisis lebih banyak demi mengalahkan kami dan akan tampil lebih kuat saat melawan kami. Kami harus mempersiapkan diri dan meresponsnya dengan baik,”
ujar eks pelatih Timnas Indonesia itu.
Hasil melawan Persita jadi sinyal bahwa Persija perlu terus berbenah meskipun mampu mendominasi pertandingan. Penguasaan bola yang tinggi dan banyaknya percobaan ke gawang harus diimbangi dengan penyelesaian akhir yang lebih efektif.
Persaingan Super League 2026/2027 juga menuntut Macan Kemayoran untuk selalu siap menghadapi strategi berbeda dari setiap lawan. Jika tim-tim lain mulai menemukan cara untuk meredam permainan Persija, kemampuan beradaptasi akan menjadi faktor penting.