Bobotoh Tewas Dibacok Usai Persib Menang, PSSI Turun Tangan dan Desak Polisi Bongkar Motif!
Duka menyelimuti sepak bola Indonesia setelah seorang suporter Persib Bandung atau Bobotoh meninggal dunia usai menyaksikan pertandingan tandang melawan Garudayaksa FC.
Duka menyelimuti sepak bola Indonesia setelah seorang suporter Persib Bandung atau Bobotoh meninggal dunia usai menyaksikan pertandingan tandang melawan Garudayaksa FC.
Laga lanjutan Super League 2026/2027 tersebut berlangsung di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu 25 Oktober 2026 malam. Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian.
Saya tadi telepon Pak Kapolres langsung, Pak Arfan (Zulkan Sipayung), saya bilang, ‘Pak, tolong tindak lanjuti pasti seperti apa. Apakah ini kriminal murni atau ketidaksukaan atas suporter?’,”
kata Erick Thohir saat ditemui di Theater Kecil Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin, 25 Oktober 2026.
Erick menyampaikan pentingnya menjamin keselamatan suporter mulai dari perjalanan menuju stadion hingga kembali ke rumah.
Iklan
Ia pun minta kepolisian menyelidiki kasus yang menewaskan seorang pelajar SMA asal Bogor tersebut. Erick ingin motif penyerangan diketahui secara jelas agar penanganan perkara dapat dilakukan sesuai hukum yang berlaku.
Erick mengungkapkan bahwa ia sudah menghubungi langsung Kapolres Bogor terkait untuk meminta tindak lanjut atas kasus penyerangan tersebut. Menurutnya, penyidik perlu memastikan apakah kejadian itu merupakan tindak kriminal murni atau berkaitan dengan sentimen antarsuporter.
Ia mengatakan bila tindak kekerasan terjadi di luar area pertandingan, proses penanganannya harus mengacu pada hukum pidana. Terlebih, insiden tersebut berujung pada hilangnya nyawa seseorang.
Nanti kita lihat hasil keputusan pihak Polri. Jadi kalau di luar tempat pertandingan itu sudah hukum, apalagi kalau sampai ada korban jiwa,”
lanjut Erick.
Dalam perkembangan kasus itu, kepolisian disebut sudah mengamankan lima orang yang diduga terlibat dalam penyerangan. Proses hukum selanjutnya jadi kewenangan aparat untuk mengungkap peristiwa dan menentukan pertanggungjawaban pihak-pihak yang terlibat.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir (Foto: Dok PSSI)
Sanksi Pengurangan Poin
Selain mendorong penegakan hukum atas kejadian di luar stadion, Erick turut menyoroti tanggung jawab klub dan suporter apabila terjadi kerusuhan di dalam area pertandingan.
Menurutnya, insiden di stadion harus ditangani melalui mekanisme regulasi sepak bola. Sanksi dapat dijatuhkan kepada pihak yang bertanggung jawab, termasuk kemungkinan pengurangan poin bagi klub sesuai ketentuan yang berlaku.
Erick bahkan menegaskan bahwa hukuman berat perlu diterapkan apabila kerusuhan terus berulang. Ia berharap sanksi dapat memberikan efek jera sekaligus mencegah jatuhnya korban dalam peristiwa serupa.
Kalau masih terjadi kerusuhan di dalam lapangan, itu pasti tanggung jawab klub dan suporter, dan akhirnya bisa dikurangi poin. Kalau masih terjadi hal seperti Kanjuruhan, mohon maaf, sudah lah pengurangan poin sebanyak-banyaknya saja biar ada efek jera,”
ujar Erick.
Merusak Persatuan
Erick juga menyayangkan kekerasan yang masih terjadi di lingkungan sepak bola Indonesia. Menurutnya, rivalitas yang tidak terkendali justru dapat merusak persaudaraan dan persatuan masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa sepak bola seharusnya menjadi sarana untuk menyatukan masyarakat, sebagaimana terlihat ketika Timnas Indonesia meraih prestasi di ajang internasional terbaru yakni FIFA ASEAN Cup.
Karena itu, Erick menilai pembenahan sepak bola perlu dilakukan melalui perbaikan tata kelola, komunikasi antarpihak, serta penegakan hukum yang konsisten.
Sampai kapan negara kita harus terpecah seperti ini? Padahal bola kemarin ketika kita juara (FIFA ASEAN), kita menyatukan seluruh bangsa kita. Nah, ini yang kita harus kembali tata ulang dengan baik, kompromistis, dan juga penegakan hukum,”
tutur Erick.
Berdasarkan informasi dalam laporan awal, korban berinisial ARK (16), ditemukan tergeletak dengan luka bacok di ruas Jalan Raya Jakarta–Bogor ketika dalam perjalanan pulang setelah menyaksikan pertandingan Garudayaksa FC melawan Persib Bandung.
Dalam laga tersebut, Persib berhasil mengalahkan Garudayaksa dengan skor 2-1. Namun, perjalanan pulang korban berakhir tragis setelah dirinya mengalami penyerangan.
Korban sempat dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Akan tetapi, nyawanya tidak tertolong akibat luka parah yang dideritanya.
Erick Thohir berharap kasus tersebut diusut hingga tuntas dan penegakan hukum berjalan sesuai ketentuan. Menurutnya, keselamatan suporter harus menjadi perhatian bersama agar tragedi serupa tidak kembali terjadi dalam sepak bola Indonesia.