Membeli mobil bekas dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin memiliki kendaraan dengan anggaran lebih terjangkau. Namun, harga murah tidak menjadi satu-satunya pertimbangan sebelum memutuskan.
- 1. Periksa STNK dan BPKB
- 2. Cocokkan Nomor Rangka dan Nomor Mesin
- 3. Telusuri Riwayat Servis Mobil
- 4. Cek Kondisi Mesin
- 5. Teliti Kondisi Bodi dan Bekas Kecelakaan
- 6. Pastikan Mobil Tidak Pernah Terendam Banjir
- 7. Jangan Hanya Percaya Angka Odometer
- 8. Periksa Ban, Rem, dan Kaki-kaki
- 9. Wajib Test Drive
- 10. Cek Pajak dan Status Administrasi
- Tertarik?
Calon pembeli perlu memastikan kendaraan dalam kondisi baik, dari sisi mekanis maupun administrasi. Pemeriksaan juga tidak cukup hanya dengan melihat tampilan eksterior dan interior.
Kondisi mesin, riwayat perawatan, kelengkapan dokumen, nomor identitas kendaraan hingga performa saat dikendarai perlu diperiksa secara menyeluruh.
Berikut 10 hal yang perlu dicek sebelum membeli mobil bekas.
1. Periksa STNK dan BPKB
Dokumen kendaraan menjadi hal pertama yang perlu diperiksa. Pastikan mobil memiliki STNK dan BPKB serta seluruh informasi di dalamnya sesuai dengan kendaraan dan identitas pemilik.
Korlantas Polri menjelaskan bahwa STNK mencantumkan berbagai informasi kendaraan, termasuk nomor polisi, identitas pemilik, nomor rangka, nomor mesin dan nomor BPKB.
Karena itu, jangan hanya memastikan dokumen tersedia. Teliti juga seluruh data yang tercantum sebelum menyepakati transaksi.
2. Cocokkan Nomor Rangka dan Nomor Mesin
Pemeriksaan dokumen perlu dilanjutkan dengan mencocokkan identitas kendaraan secara fisik. Periksa langsung nomor rangka dan nomor mesin yang tertera pada mobil. Setelah itu, bandingkan dengan informasi di STNK dan BPKB.
Apabila terdapat perbedaan antara data kendaraan dengan dokumen, sebaiknya jangan terburu-buru membayar. Pastikan terlebih dahulu status dan keabsahan kendaraan.
3. Telusuri Riwayat Servis Mobil
Riwayat servis dapat menggambarkan tentang bagaimana mobil dirawat oleh pemilik sebelumnya. Mintalah buku servis atau catatan perawatan kendaraan.
Perhatikan kapan mobil menjalani servis, berapa kilometer saat perawatan dilakukan, pekerjaan yang dikerjakan serta komponen yang pernah diganti. Jika memungkinkan, informasi tersebut dapat dikonfirmasi melalui bengkel resmi atau layanan perawatan yang disediakan produsen.
4. Cek Kondisi Mesin
Mesin mobil bekas menjadi salah satu komponen utama yang wajib diperiksa sebelum transaksi. Jika memungkinkan, lakukan pemeriksaan ketika mesin masih dalam kondisi dingin. Nyalakan kendaraan dan dengarkan suara yang muncul.
Perhatikan apakah terdapat suara kasar, getaran berlebihan atau asap yang tidak wajar dari knalpot. Kondisi oli, radiator, selang dan kemungkinan kebocoran cairan juga perlu diperiksa.
Bagi calon pembeli yang belum memahami mekanik kendaraan, sebaiknya minta bantuan mekanik atau teknisi berpengalaman agar pemeriksaan lebih menyeluruh.
5. Teliti Kondisi Bodi dan Bekas Kecelakaan
Tampilan mobil yang mengilap belum tentu menunjukkan bahwa kendaraan bebas dari masalah. Periksa seluruh bagian bodi untuk menemukan kemungkinan ada perbedaan warna cat, bekas dempul, penyok atau panel yang pemasangannya tidak presisi.
Jangan lupa melihat bagian rangka dan kolong mobil. Area tersebut dapat memberikan petunjuk apakah kendaraan pernah mengalami kecelakaan berat atau menjalani perbaikan besar.
6. Pastikan Mobil Tidak Pernah Terendam Banjir
Riwayat banjir menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan ketika membeli mobil bekas. Mobil yang pernah terendam air berpotensi mengalami masalah pada sistem kelistrikan dan interior.
Pemeriksaan dapat dilakukan dengan melihat karpet, jok, bagian bawah dashboard serta sejumlah area yang berpotensi menyimpan sisa air atau kelembapan.
Jangan hanya mengandalkan tampilan luar karena dampak kendaraan bekas banjir terkadang baru muncul setelah mobil digunakan dalam waktu tertentu.
7. Jangan Hanya Percaya Angka Odometer
Odometer memang dapat menjadi indikator untuk memperkirakan seberapa jauh kendaraan telah digunakan. Namun, angka kilometer tidak seharusnya menjadi satu-satunya acuan.
Bandingkan angka pada odometer dengan usia kendaraan, kondisi interior, kondisi komponen serta riwayat servis.
Jika angka kilometer terlihat tidak sesuai dengan kondisi mobil atau catatan perawatan, lakukan pemeriksaan tambahan untuk memastikan riwayat penggunaan.
8. Periksa Ban, Rem, dan Kaki-kaki
Bagian kaki-kaki mobil juga harus masuk dalam daftar pemeriksaan. Periksa kondisi ban, sistem pengereman dan komponen kaki-kaki lain.
Saat mobil diuji, dengarkan apakah muncul suara aneh dan rasakan apakah terdapat getaran atau kendaraan terasa tidak stabil. Kondisi ban juga dapat memberikan gambaran mengenai cara penggunaan dan perawatan mobil oleh pemilik sebelumnya.
9. Wajib Test Drive
Jangan membeli mobil bekas hanya berdasarkan pemeriksaan saat kendaraan dalam kondisi diam. Tes berkendara menjadi tahapan penting sebelum transaksi.
Saat berkendara, rasakan respons mesin ketika berakselerasi, perpindahan transmisi, respons kemudi dan kemampuan pengereman.
Cobalah melewati kondisi jalan yang berbeda jika memungkinkan. Cara ini dapat membantu menemukan gangguan yang tidak terlihat ketika mobil hanya diperiksa di tempat.
10. Cek Pajak dan Status Administrasi
Selain memeriksa STNK dan BPKB, pastikan status pajak kendaraan dan administrasi lain. Informasi tersebut sebaiknya dikonfirmasi sebelum kesepakatan pembelian dilakukan.
Administrasi yang lengkap dan sesuai dapat membantu menghindari persoalan setelah kendaraan resmi berpindah tangan.
Validasi data kendaraan juga penting untuk memastikan mobil memiliki status yang sah.
Tertarik?
Harga yang lebih rendah memang menjadi salah satu alasan orang memilih mobil bekas. Namun, calon pembeli sebaiknya tidak mengorbankan ketelitian hanya karena mendapatkan penawaran murah.
Mobil dengan tampilan luar yang masih bagus bisa saja menyimpan persoalan pada mesin, kelistrikan, kaki-kaki atau administrasi. Pemeriksaan sejak awal dapat membantu memperkirakan potensi biaya tambahan setelah kendaraan menjadi milik pembeli.
Jika tidak memiliki pengetahuan otomotif yang memadai, calon pembeli bisa mengajak mekanik tepercaya atau menggunakan jasa inspeksi mobil independen.
Dengan demikian, keputusan membeli mobil bekas tidak hanya berdasarkan harga dan penampilan. Dokumen, nomor rangka dan mesin, riwayat servis, kondisi mesin, bodi, potensi bekas banjir, odometer, kaki-kaki, test drive, serta status pajak perlu diperiksa sebelum uang berpindah tangan.
























