Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 22 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • Piala Dunia 2026
  • prabowo
  • MBG
  • Purbaya
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Politik / Parliamentary Threshold 7 Persen Picu Pro-Kontra, Sejumlah Parpol Angkat Suara
Politik

Parliamentary Threshold 7 Persen Picu Pro-Kontra, Sejumlah Parpol Angkat Suara

hadi-febriansyah-owriteAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Februari 26, 2026 1:38 pm
By
Hadi Febriansyah
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
5 bulan lalu
Share
Gambar ilustrasi parliamentary treshold
Gambar ilustrasi parliamentary treshold. (Gambar dibuat oleh AI)
SHARE

Wacana kenaikan Ambang Batas Parlemen (Parliamentary Threshold) menjadi 7 persen memunculkan perdebatan di kalangan elite politik.

Daftar isi Konten
  • Gerindra Anggap Berat
  • Usul 5 Persen
  • Jumlah Ideal Partai di DPR
  • Risiko Hilangnya Suara Rakyat

Usulan tersebut sebelumnya disampaikan oleh Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, yang menilai hal itu dapat memperkuat sistem kepartaian sekaligus menjaga stabilitas pemerintahan.

Saya pikir biasanya NasDem itu harusnya tetap konsisten aja di situ. Kecuali ada perubahan-perubahan yang berarti sekali ya. Bagaimanapun juga, NasDem berpikir, sejujurnya, dari sistem multipartai, kalau bisa kita berubah menjadi selected party, itu jauh lebih efektif. Untuk menjaga stabilitas pemerintahan maupun juga bagi implementasi hasil manfaat kebebasan demokrasi yang kita miliki,”

ujar Surya Paloh di NasDem Tower, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu 21 Februari 2026.

Gerindra Anggap Berat

Usulan tersebut mendapat tanggapan dari Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra, Ahmad Muzani. Ia menilai, ambang batas 7 persen akan menjadi beban berat bagi banyak partai politik.

Tapi saya kira kalau 7 persen terlalu tinggi dan itu tidak ringan bagi partai politik untuk mencapai itu,”

kata Muzani.

Ia menegaskan, bahwa ambang batas parlemen tetap diperlukan, namun besaran angkanya harus realistis dan disepakati bersama di DPR.

Saya kira nanti menjadi kesepakatan teman-teman di DPR berapa parliamentary threshold yang sekarang ini 4 persen akan dinaikkan berapa atau berapa persen, tetapi saya kira kalau 7 persen terlalu tinggi,”

tambahnya.

Usul 5 Persen

Pandangan serupa juga datang dari Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji. Ia menyatakan, ambang batas parlemen memang masih dibutuhkan, tetapi angka 7 persen dianggap terlalu tinggi.

Kami mengusulkan PT yang moderat tapi dikombinasikan dengan factional threshold. Sehingga kemungkinan bagi partai untuk bisa masuk parlemen masih cukup tinggi, tapi dikumpulkan di fraksi yang cukup besar,”

kata Sarmuji.

Golkar mengusulkan angka sekitar 5 persen sebagai titik tengah antara efektivitas sistem kepartaian dan keterwakilan politik.

Jumlah Ideal Partai di DPR

Sementara itu, Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Andreas Hugo Pareira, menilai penyederhanaan partai di parlemen memang diperlukan agar komposisi fraksi lebih proporsional.

Idealnya di DPR diisi 5 atau 6 fraksi, sehingga perlu dilakukan simulasi,”

ujar Andreas kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 24 Februari 2026.

Ia menekankan pentingnya jumlah kursi yang memadai bagi setiap partai agar pengisian Alat Kelengkapan Dewan (AKD) berjalan optimal dan tidak terjadi rangkap jabatan.

Soal angka sebaiknya disimulasikan dulu. Bisa sama, bisa lebih atau sedikit kurang dari 7 persen. Tetapi idealnya memang 5 paling banyak 6 partai,”

kata Wakil Ketua Komisi XIII DPR Fraksi PDIP ini.

Risiko Hilangnya Suara Rakyat

Pandangan berbeda disampaikan Wakil Ketua MPR sekaligus Anggota DPR dari Partai Keadilan Sejahtera, Hidayat Nur Wahid. Ia menilai, kenaikan PT hingga 7 persen berpotensi menghilangkan banyak suara pemilih yang tidak terwakili di DPR.

Kalau diinginkan tidak ada ambang batas (nol persen), itu bertentangan dengan keputusan MK yang menginginkan adanya penyederhanaan partai politik. Tapi kalau di atas 4 persen, apalagi sampai 7 persen, itu tentu akan menghadirkan banyaknya pihak yang tidak terwakili atau banyaknya suara yang hilang,”

ujar HNW kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 24 Februari 2026.

Menurutnya, ambang batas 4 persen yang berlaku saat ini sudah cukup moderat dan mampu menyaring partai politik secara proporsional.

Sebagai solusi, Hidayat mengusulkan penerapan kembali skema Stembus Accord seperti pada Pemilu 1999. Skema tersebut memungkinkan partai yang tidak memenuhi ambang batas tetap memiliki kursi di DPR dengan bergabung ke fraksi partai lain.

Contoh kasus adalah PK waktu itu. PK hanya dapat tujuh kursi dan tidak mencapai parliamentary threshold yang dipersyaratkan. Karena undang-undang membolehkan Stembus Accord, kursi PK tidak hilang. Kami bergabung dengan PAN menjadi Fraksi Reformasi, sehingga totalnya menjadi 41 kursi di DPR,”

ungkapnya.

Perdebatan mengenai kenaikan parliamentary threshold menjadi 7 persen menunjukkan adanya perbedaan pandangan di antara partai politik.

Sebagian melihatnya sebagai upaya penyederhanaan sistem multipartai demi stabilitas pemerintahan, sementara lainnya khawatir terhadap potensi hilangnya keterwakilan suara rakyat.

Keputusan akhir mengenai besaran ambang batas parlemen nantinya akan ditentukan melalui pembahasan dan kesepakatan di DPR RI.

Tag:Ambang Batas ParlemenDPRGolkarNasDemParliamentary Thresholdpartai politikPDIPPKSSurya Paloh
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Kontroversi Dody Hanggodo Bergulir, Elite Demokrat: Menteri Bertanggung Jawab ke Presiden
By Hardani Triyoga
Menteri PU Dody Hanggodo (kanan) meninjau Jembatan Enang-Enang di Desa Arul Cincin, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
1
Diduga Gelapkan Fee Rp3,2 M Milik Hotman Paris, Mengapa Keponakannya Nekat Akhiri Hidup?
By Rahmat Baihaqi
Sebuah bangunan puluhan lantai di perkotaan.
2
Ucapan Hotman Dinilai Berlebihan, Ketum LAKI Dukung Wartawan Tempuh Jalur Hukum
By Rahmat Tunny
Pengacara Hotman Paris Hutapea (tengah) berjalan memasuki Gedung Bundar saat tiba di Kejaksaan Agung, Jakarta.
3
Jejak Law Firm Diduga Afiliasi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Terungkap, Kantor Lama Tinggalkan Permata Hijau
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi korupsi
4
Hotman Paris Bela Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Yusril: Wajar Saja, Sesama Penegak Hukum
By Natania Longdong
Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra memberikan pandangan dan pendapat dalam peringatan Hari Pelayanan Publik Internasional 2026 di Kantor Ombudsman, Jakarta, Selasa (23/6/2026).
5

BERITA LAINNYA

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto. Doc: IG SekjenPDIP.
Politik

PDIP Kritik Keras Wacana Libatkan Babinsa Urus Pajak: Penyalahgunaan Kekuasaan Negara

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengkritik keras wacana pelibatan Bintara…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
6 jam lalu
Megawati Soekarnoputri dalam pidatonya saat membuka pameran seni memperingati peristiwa Kudatuli di TIM.
Politik

Megawati Tegur Pramono! Minta TIM Dikembalikan Jadi Rumah Seniman, Bukan Kaum Borjuis

Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meminta…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
7 jam lalu
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri saat pembukaan pameran peringatan Kuda Tuli di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026.
Politik

Megawati Kritik Polri: Seperti Tidak Ada Wibawanya Lagi

Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri melontarkan…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
10 jam lalu
Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan pidato pada Rapat Paripurna ke-18 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta
Politik

Heboh Pengawasan Pajak Libatkan Babinsa, DPR Ingatkan Kepercayaan Publik Bisa Turun

Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti kebijakan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
10 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up