Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 18 Apr 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • BMKG
  • iran
  • Banjir
  • sumatera
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Parliamentary Threshold 7 Persen Picu Pro-Kontra, Sejumlah Parpol Angkat Suara
Politik

Parliamentary Threshold 7 Persen Picu Pro-Kontra, Sejumlah Parpol Angkat Suara

hadi-febriansyah-owriteAmin Suciady
Last updated: Februari 26, 2026 1:38 pm
Hadi Febriansyah
Amin Suciady
Share
Gambar ilustrasi parliamentary treshold
Gambar ilustrasi parliamentary treshold. (Gambar dibuat oleh AI)
SHARE

Wacana kenaikan Ambang Batas Parlemen (Parliamentary Threshold) menjadi 7 persen memunculkan perdebatan di kalangan elite politik.

Daftar isi Konten
  • Gerindra Anggap Berat
  • Usul 5 Persen
  • Jumlah Ideal Partai di DPR
  • Risiko Hilangnya Suara Rakyat

Usulan tersebut sebelumnya disampaikan oleh Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, yang menilai hal itu dapat memperkuat sistem kepartaian sekaligus menjaga stabilitas pemerintahan.

Saya pikir biasanya NasDem itu harusnya tetap konsisten aja di situ. Kecuali ada perubahan-perubahan yang berarti sekali ya. Bagaimanapun juga, NasDem berpikir, sejujurnya, dari sistem multipartai, kalau bisa kita berubah menjadi selected party, itu jauh lebih efektif. Untuk menjaga stabilitas pemerintahan maupun juga bagi implementasi hasil manfaat kebebasan demokrasi yang kita miliki,”

ujar Surya Paloh di NasDem Tower, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu 21 Februari 2026.

Gerindra Anggap Berat

Usulan tersebut mendapat tanggapan dari Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra, Ahmad Muzani. Ia menilai, ambang batas 7 persen akan menjadi beban berat bagi banyak partai politik.

Tapi saya kira kalau 7 persen terlalu tinggi dan itu tidak ringan bagi partai politik untuk mencapai itu,”

kata Muzani.

Ia menegaskan, bahwa ambang batas parlemen tetap diperlukan, namun besaran angkanya harus realistis dan disepakati bersama di DPR.

Saya kira nanti menjadi kesepakatan teman-teman di DPR berapa parliamentary threshold yang sekarang ini 4 persen akan dinaikkan berapa atau berapa persen, tetapi saya kira kalau 7 persen terlalu tinggi,”

tambahnya.

Usul 5 Persen

Pandangan serupa juga datang dari Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji. Ia menyatakan, ambang batas parlemen memang masih dibutuhkan, tetapi angka 7 persen dianggap terlalu tinggi.

Kami mengusulkan PT yang moderat tapi dikombinasikan dengan factional threshold. Sehingga kemungkinan bagi partai untuk bisa masuk parlemen masih cukup tinggi, tapi dikumpulkan di fraksi yang cukup besar,”

kata Sarmuji.

Golkar mengusulkan angka sekitar 5 persen sebagai titik tengah antara efektivitas sistem kepartaian dan keterwakilan politik.

Jumlah Ideal Partai di DPR

Sementara itu, Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Andreas Hugo Pareira, menilai penyederhanaan partai di parlemen memang diperlukan agar komposisi fraksi lebih proporsional.

Idealnya di DPR diisi 5 atau 6 fraksi, sehingga perlu dilakukan simulasi,”

ujar Andreas kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 24 Februari 2026.

Ia menekankan pentingnya jumlah kursi yang memadai bagi setiap partai agar pengisian Alat Kelengkapan Dewan (AKD) berjalan optimal dan tidak terjadi rangkap jabatan.

Soal angka sebaiknya disimulasikan dulu. Bisa sama, bisa lebih atau sedikit kurang dari 7 persen. Tetapi idealnya memang 5 paling banyak 6 partai,”

kata Wakil Ketua Komisi XIII DPR Fraksi PDIP ini.

Risiko Hilangnya Suara Rakyat

Pandangan berbeda disampaikan Wakil Ketua MPR sekaligus Anggota DPR dari Partai Keadilan Sejahtera, Hidayat Nur Wahid. Ia menilai, kenaikan PT hingga 7 persen berpotensi menghilangkan banyak suara pemilih yang tidak terwakili di DPR.

Kalau diinginkan tidak ada ambang batas (nol persen), itu bertentangan dengan keputusan MK yang menginginkan adanya penyederhanaan partai politik. Tapi kalau di atas 4 persen, apalagi sampai 7 persen, itu tentu akan menghadirkan banyaknya pihak yang tidak terwakili atau banyaknya suara yang hilang,”

ujar HNW kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 24 Februari 2026.

Menurutnya, ambang batas 4 persen yang berlaku saat ini sudah cukup moderat dan mampu menyaring partai politik secara proporsional.

Sebagai solusi, Hidayat mengusulkan penerapan kembali skema Stembus Accord seperti pada Pemilu 1999. Skema tersebut memungkinkan partai yang tidak memenuhi ambang batas tetap memiliki kursi di DPR dengan bergabung ke fraksi partai lain.

Contoh kasus adalah PK waktu itu. PK hanya dapat tujuh kursi dan tidak mencapai parliamentary threshold yang dipersyaratkan. Karena undang-undang membolehkan Stembus Accord, kursi PK tidak hilang. Kami bergabung dengan PAN menjadi Fraksi Reformasi, sehingga totalnya menjadi 41 kursi di DPR,”

ungkapnya.

Perdebatan mengenai kenaikan parliamentary threshold menjadi 7 persen menunjukkan adanya perbedaan pandangan di antara partai politik.

Sebagian melihatnya sebagai upaya penyederhanaan sistem multipartai demi stabilitas pemerintahan, sementara lainnya khawatir terhadap potensi hilangnya keterwakilan suara rakyat.

Keputusan akhir mengenai besaran ambang batas parlemen nantinya akan ditentukan melalui pembahasan dan kesepakatan di DPR RI.

Tag:Ambang Batas ParlemenDPRGolkarNasDemParliamentary Thresholdpartai politikPDIPPKSSurya Paloh
Share This Article
Email Salin Tautan Print
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Gambar ilustrasi
Kesehatan

El Nino Ancam Kesehatan Anak, IDAI Imbau Orang Tua Batasi Aktivitas di Luar Ruangan

Fenomena El Nino tentu menjadi perhatian masyarakat karena dampaknya dapat mengancam kesehatan, terutama anak-anak. Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia, Piprim Basarah Yanuarso, mengatakan sebaiknya anak-anak berada di dalam…

By
Syifa Fauziah
Amin Suciady
2 Min Read
Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov. (Sumber: X/@RusEmbJakarta)
Ekonomi Bisnis

Rusia Bantah Minyak yang Dijual Mahal, Tegaskan Tak Ada Harga Khusus ke RI

Kedutaan Besar (Kedubes) Rusia untuk Indonesia angkat suara terkait harga minyak yang dibeli oleh Pemerintah RI, yang kemungkinan akan jauh lebih tinggi. Menurut Kedubes Rusia, pemberitaan yang beredar adalah keliru,…

By
Iren Natania
Dusep
1 Min Read
Gangguan Pasokan di Selat Hormuz dapat mendorong harga minyak dunia naik. (Sumber: Unsplash/Etienne Girardet)
Internasional

Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Kapal-kapal Komersil Putar Balik

Iran kembali menutup Selat Hormuz, pada Sabtu, 17 April 2026 untuk kapal-kapal komersial. Selat Hormuz adalah jalur vital distribusi energi dunia yang kini menjadi perhatian serius. Menurut data terbaru dari…

By
Iren Natania
Dusep
1 Min Read

BERITA LAINNYA

Gambar ilustrasi Rancangan Undang Undang Pekerja Rumah Tangga (RUU PRT)
Politik

(Part II) 22 Tahun Menagih ‘Selimut’ Surpres RUU PPRT di Tengah Badai Salju Kenihilan Hukum

Ingkar Sumpah dan Janji Konstitusi Ketua Bidang Advokasi dan Jaringan YLBHI Zainal…

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
By
Adi Briantika
Amin Suciady
23 jam lalu
Gambar ilustrasi Rancangan Undang Undang Pekerja Rumah Tangga (RUU PRT)
Politik

(Part I) 22 Tahun Menagih ‘Selimut’ Surpres RUU PPRT di Tengah Badai Salju Kenihilan Hukum

Ketua DPR Puan Maharani mengesahkan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU…

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
By
Adi Briantika
Amin Suciady
24 jam lalu
Guru Besar Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Saiful Mujani.
Politik

Fungsi DPR Tak Bisa Diandalkan, Saiful Mujani Pilih Jadi Oposisi Pemerintahan Prabowo

Guru Besar Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Saiful Mujani menegaskan posisi politiknya…

owrite-adi-briantikadusep-malik
By
Adi Briantika
Dusep
1 hari lalu
Ilustasi Bendera Partai Gerindra dan Nasdem
Politik

Akrobat Politik Nasdem-Gerindra Sulit Diikuti Partai Lain

Upaya Partai Nasdem yang menginisiasi blok politik dengan Partai Gerindra dinilai sebagai…

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
By
Adi Briantika
Amin Suciady
2 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up