Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 9 Apr 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Spill
  • DPR
  • BMKG
  • Banjir
  • iran
  • sumatera
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Sistem Pengawasan Buntu, Pendapat Saiful Mujani Bukan Makar
Politik

Sistem Pengawasan Buntu, Pendapat Saiful Mujani Bukan Makar

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
Last updated: April 9, 2026 2:14 pm
Adi Briantika
Amin Suciady
Share
Saiful Mujani, Guru Besar Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah.
Saiful Mujani, Guru Besar Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah. (Sumber: YT/Sociocorner)
SHARE

Direktur Pusat Studi Konstitusi Fakultas Hukum Universitas Andalas Charles Simabura merespons polemik Saiful Mujani yang berkaitan dengan pemakzulan presiden melalui jalur ekstra parlementer. 

Dia menilai, pernyataan Saiful merupakan pandangan politik dan kritik akademis yang lumrah diutarakan ketika sistem pemerintahan tidak berjalan optimal, bukan merupakan bentuk permufakatan jahat. 

Saya melihat beliau berandai-andai, dalam rangka menyampaikan kritik terhadap presiden. Kalau saya mengatakan ‘Presiden tidak baik, akan layak dijatuhkan’, ya, silakan didebat. Jangan kemudian mengatakan bahwa saya mengajak makar,”

kata Charles kepada owrite, Kamis, 9 April 2026. 

Tudingan makar tidak mungkin disampaikan di ruang publik sebagai sebuah diskursus. Apalagi “diumumkan” di hadapan orang banyak. Kemudian perihal jalur formal pemakzulan–yang terdapat dalam Pasal 7A dan 7B UUD 1945), konstitusi mendesain sistem presidensial dengan masa jabatan tetap (fixed term). 

Presiden tidak bisa dijatuhkan hanya karena alasan politik, namun harus terbukti melanggar hukum. Namun, persoalan muncul ketika syarat hukum berbenturan dengan kondisi nyata dalam parlemen, sehingga Saiful berpendapat jalur non parlementer yang bisa dilakukan oleh rakyat. 

Karena dia (Saiful) melihat desain check and balances yang dibuat di dalam konstitusi ternyata tidak bisa bergerak, tidak bisa bekerja karena ada konfigurasi politik yang mempengaruhinya, yakni partai pemerintah sangat dominan sehingga mekanisme itu tidak berjalan,”

terang Charles. 

Bila publik menilai sistem formal tak bisa diandalkan, maka wajar jika jalur kekuatan massa menjadi pilihan alternatif. Charles pun mengkritisi tradisi politik Indonesia yang gagal membangun kultur oposisi yang sehat. Idealnya, sistem presidensial bisa seimbang jika kekuatan partai dalam pemerintahan dan di luar pemerintahan (oposisi) turut berimbang. 

Komposisi antara partai pemerintah dengan partai oposisi memang tidak berimbang, sehingga harapan check and balances itu menjadi buntu. Itu memang kutukan yang Indonesia terima, dalam konteks sistem multipartai,”

ujar dia. 

Charles membandingkan kondisi saat ini dengan era rezim Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ketika SBY menjadi presiden, dia memiliki konfigurasi politik yang lebih sehat dan dinamis, lantaran kekuatan penyeimbang (oposisi) masih ada.

Tradisi itu dirusak dalam pemerintahan selanjutnya, yaitu ketika pemerintah “memborong” semua partai masuk ke dalam jajaran kabinet. 

Kemudian, Charles mengingatkan para elite politik supaya tidak salah kaprah menerjemahkan konsep penguatan tata negara. 

Narasi-narasi yang memperkuat sistem presidensial dengan memperkuat presiden, itu salah menurut saya. Memperkuat sistem presidensial adalah memperkuat mekanisme check and balances, pengawasan terhadap presiden, bukan memperkuat kekuasaan presiden,”

ujar Charles. 

Mula Polemik 

Dalam acara “Sebelum Pengamat Ditertipkan”, Saiful Mujani, Guru Besar Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah sekaligus pendiri lembaga riset, adalah orang terakhir yang memberikan pendapat sebelum acara rampung. 

Ia berpendapat konsolidasi kekuatan massa untuk menjatuhkan Presiden Prabowo dapat saja dilakukan pada era saat ini. Alasannya, karena upaya tersebut berpotensi menjadi satu-satunya alternatif lantaran jalur pemakzulan (impeachment) melalui parlemen dinilai tidak bisa diharapkan. 

Sepekan kemudian, beredar di media sosial ihwal omongan Saiful. Hal tersebut menuai polemik. Kepada owrite, Selasa, 7 April 2026, Saiful menjelaskan maksud pernyataannya dalam acara yang digelar pada 31 Maret 2026 di Komunitas Utan Kayu, Jakarta Timur. 

Pertanyaannya apakah ucapan saya itu bisa disebut makar? Saya tegaskan itu bukan makar, tapi political engagement, yakni sikap politik atau sikap yang dinyatakan tentang isu politik di hadapan orang banyak,” 

ujar Saiful.

Ranah politiknya, terutama berkaitan dengan kinerja Presiden Prabowo. Sikap politik berada satu tingkat di bawah partisipasi politik atau tindakan politik dan partisipasi politik adalah inti dari demokrasi. 

Tidak ada demokrasi tanpa partisipasi politik. Partisipasi politik atau tindakan yang ditujukan untuk kepentingan umum bentuknya banyak, antara lain ikut memilih dalam pemilu, ikut kampanye, ikut menyumbang partai atau calon, aksi politik seperti demonstrasi, mogok, sabotase dan lain-lain yang dilakukan secara damai. 

Sikap dan tindakan politik itu bagian dari hak setiap warga negara dan dijamin oleh konstitusi (UUD). Ia masuk dalam wilayah kebebasan berbicara. Sikap yang saya nyatakan secara verbal adalah wujud kebebasan berekspresi atau berpendapat di muka orang banyak adalah bagian dari kebebasan untuk berkumpul yang juga dijamin UUD,”

terang Saiful. 
Tag:impeachmentmakarpemakzulanprabowoSaiful Mujani
Share This Article
Email Salin Tautan Print
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Polda Metro Jaya rilis wajah pelaku eksekutor penyiram air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras, Andrie Yunus.
Nasional

Tergesa-Gesanya TNI, Dugaan Impunitas di Balik Kasus Air Keras Andrie Yunus Menguat

Selasa, 7 April 2026, Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI telah melimpahkan berkas perkara tahap pertama empat tersangka penyiraman air keras Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus, inisial SL (Lettu), NDP (Kapten),…

By
Rahmat
Dusep
3 Min Read
Dokumen owrite
Hype

Kolaborasi dengan “Pintu Belakang”, Gianluigich Gelar Tur Stand Up Comedy “Aman Ya?” di Empat Kota

Kolaborasi dengan "Pintu Belakang", Gianluigich Gelar Tur Stand Up Comedy Bertajuk “Aman Ya?” di Empat Kota Bekerjasama dengan program youtube channel "Pintu Belakang" owrite.id, komika Gianluigich akan menggelar tur stand…

By
Amin Suciady
2 Min Read
Wisata Batu Agro Apel
Hype

Liburan Anti Mainstream, Sensasi Petik Apel di Batu Malang

Terletak di dataran tinggi, Malang dikenal dengan udara yang sejuk dan suasananya yang nyaman. Malang menawarkan nuansa tenang yang cocok untuk liburan. Secara geografis, Malang dikelilingi oleh pegunungan seperti Gunung…

By
Ivan
3 Min Read

BERITA LAINNYA

Presiden Prabowo Subianto. (Sumber: YT/Sekretariat Presiden)
Politik

(Part II) Simalakama Pemakzulan: Antara ‘People Power’ Saiful Mujani dan Ancaman Inkonstitusional

Krisis Komunikasi Istana? Merespons polemik ini, Dosen Komunikasi Politik Universitas Airlangga Suko…

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
By
Adi Briantika
Amin Suciady
5 jam lalu
Saiful Mujani, Guru Besar Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah sekaligus pendiri lembaga riset dan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC)
Politik

(Part I) Simalakama Pemakzulan: Antara ‘People Power’ Saiful Mujani dan Ancaman Inkonstitusional

Dalam acara “Sebelum Pengamat Ditertipkan”, Saiful Mujani, Guru Besar Ilmu Politik UIN…

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
By
Adi Briantika
Amin Suciady
5 jam lalu
Saiful Mujani, Guru Besar Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah.
Politik

Kritik Saiful Mujani soal Pemakzulan Prabowo: Garis Tipis Makar dan Gerakan Massa

Direktur Pusat Studi Konstitusi Fakultas Hukum Universitas Andalas Charles Simabura membedah polemik…

owrite-adi-briantikadusep-malik
By
Adi Briantika
Dusep
5 jam lalu
Ilustrasi reshuffle kabinet
Politik

Mengapa Reshuffle Kabinet Dilakukan? Ini Alasan Presiden Prabowo Merombak Menterinya

Isu reshuffle kabinet kembali menguat dalam perbincangan publik. Perombakan Kabinet Merah Putih…

Ivan OWRITE
By
Ivan
22 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up