Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 21 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • Piala Dunia 2026
  • prabowo
  • MBG
  • Purbaya
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Politik / Sistem Pengawasan Buntu, Pendapat Saiful Mujani Bukan Makar
Politik

Sistem Pengawasan Buntu, Pendapat Saiful Mujani Bukan Makar

owrite-adi-briantikaAmin-Suciady-Owrite
Last updated: April 9, 2026 2:14 pm
By
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
3 bulan lalu
Share
Saiful Mujani, Guru Besar Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah.
Saiful Mujani, Guru Besar Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah. (Sumber: YT/Sociocorner)
SHARE

Direktur Pusat Studi Konstitusi Fakultas Hukum Universitas Andalas Charles Simabura merespons polemik Saiful Mujani yang berkaitan dengan pemakzulan presiden melalui jalur ekstra parlementer. 

Dia menilai, pernyataan Saiful merupakan pandangan politik dan kritik akademis yang lumrah diutarakan ketika sistem pemerintahan tidak berjalan optimal, bukan merupakan bentuk permufakatan jahat. 

Saya melihat beliau berandai-andai, dalam rangka menyampaikan kritik terhadap presiden. Kalau saya mengatakan ‘Presiden tidak baik, akan layak dijatuhkan’, ya, silakan didebat. Jangan kemudian mengatakan bahwa saya mengajak makar,”

kata Charles kepada owrite, Kamis, 9 April 2026. 

Tudingan makar tidak mungkin disampaikan di ruang publik sebagai sebuah diskursus. Apalagi “diumumkan” di hadapan orang banyak. Kemudian perihal jalur formal pemakzulan–yang terdapat dalam Pasal 7A dan 7B UUD 1945), konstitusi mendesain sistem presidensial dengan masa jabatan tetap (fixed term). 

Presiden tidak bisa dijatuhkan hanya karena alasan politik, namun harus terbukti melanggar hukum. Namun, persoalan muncul ketika syarat hukum berbenturan dengan kondisi nyata dalam parlemen, sehingga Saiful berpendapat jalur non parlementer yang bisa dilakukan oleh rakyat. 

Karena dia (Saiful) melihat desain check and balances yang dibuat di dalam konstitusi ternyata tidak bisa bergerak, tidak bisa bekerja karena ada konfigurasi politik yang mempengaruhinya, yakni partai pemerintah sangat dominan sehingga mekanisme itu tidak berjalan,”

terang Charles. 

Bila publik menilai sistem formal tak bisa diandalkan, maka wajar jika jalur kekuatan massa menjadi pilihan alternatif. Charles pun mengkritisi tradisi politik Indonesia yang gagal membangun kultur oposisi yang sehat. Idealnya, sistem presidensial bisa seimbang jika kekuatan partai dalam pemerintahan dan di luar pemerintahan (oposisi) turut berimbang. 

Komposisi antara partai pemerintah dengan partai oposisi memang tidak berimbang, sehingga harapan check and balances itu menjadi buntu. Itu memang kutukan yang Indonesia terima, dalam konteks sistem multipartai,”

ujar dia. 

Charles membandingkan kondisi saat ini dengan era rezim Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ketika SBY menjadi presiden, dia memiliki konfigurasi politik yang lebih sehat dan dinamis, lantaran kekuatan penyeimbang (oposisi) masih ada.

Tradisi itu dirusak dalam pemerintahan selanjutnya, yaitu ketika pemerintah “memborong” semua partai masuk ke dalam jajaran kabinet. 

Kemudian, Charles mengingatkan para elite politik supaya tidak salah kaprah menerjemahkan konsep penguatan tata negara. 

Narasi-narasi yang memperkuat sistem presidensial dengan memperkuat presiden, itu salah menurut saya. Memperkuat sistem presidensial adalah memperkuat mekanisme check and balances, pengawasan terhadap presiden, bukan memperkuat kekuasaan presiden,”

ujar Charles. 

Mula Polemik 

Dalam acara “Sebelum Pengamat Ditertipkan”, Saiful Mujani, Guru Besar Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah sekaligus pendiri lembaga riset, adalah orang terakhir yang memberikan pendapat sebelum acara rampung. 

Ia berpendapat konsolidasi kekuatan massa untuk menjatuhkan Presiden Prabowo dapat saja dilakukan pada era saat ini. Alasannya, karena upaya tersebut berpotensi menjadi satu-satunya alternatif lantaran jalur pemakzulan (impeachment) melalui parlemen dinilai tidak bisa diharapkan. 

Sepekan kemudian, beredar di media sosial ihwal omongan Saiful. Hal tersebut menuai polemik. Kepada owrite, Selasa, 7 April 2026, Saiful menjelaskan maksud pernyataannya dalam acara yang digelar pada 31 Maret 2026 di Komunitas Utan Kayu, Jakarta Timur. 

Pertanyaannya apakah ucapan saya itu bisa disebut makar? Saya tegaskan itu bukan makar, tapi political engagement, yakni sikap politik atau sikap yang dinyatakan tentang isu politik di hadapan orang banyak,” 

ujar Saiful.

Ranah politiknya, terutama berkaitan dengan kinerja Presiden Prabowo. Sikap politik berada satu tingkat di bawah partisipasi politik atau tindakan politik dan partisipasi politik adalah inti dari demokrasi. 

Tidak ada demokrasi tanpa partisipasi politik. Partisipasi politik atau tindakan yang ditujukan untuk kepentingan umum bentuknya banyak, antara lain ikut memilih dalam pemilu, ikut kampanye, ikut menyumbang partai atau calon, aksi politik seperti demonstrasi, mogok, sabotase dan lain-lain yang dilakukan secara damai. 

Sikap dan tindakan politik itu bagian dari hak setiap warga negara dan dijamin oleh konstitusi (UUD). Ia masuk dalam wilayah kebebasan berbicara. Sikap yang saya nyatakan secara verbal adalah wujud kebebasan berekspresi atau berpendapat di muka orang banyak adalah bagian dari kebebasan untuk berkumpul yang juga dijamin UUD,”

terang Saiful. 
Tag:impeachmentmakarpemakzulanprabowoSaiful Mujani
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Kontroversi Dody Hanggodo Bergulir, Elite Demokrat: Menteri Bertanggung Jawab ke Presiden
By Hardani Triyoga
Menteri PU Dody Hanggodo (kanan) meninjau Jembatan Enang-Enang di Desa Arul Cincin, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
1
Diduga Gelapkan Fee Rp3,2 M Milik Hotman Paris, Mengapa Keponakannya Nekat Akhiri Hidup?
By Rahmat Baihaqi
Sebuah bangunan puluhan lantai di perkotaan.
2
Ucapan Hotman Dinilai Berlebihan, Ketum LAKI Dukung Wartawan Tempuh Jalur Hukum
By Rahmat Tunny
Pengacara Hotman Paris Hutapea (tengah) berjalan memasuki Gedung Bundar saat tiba di Kejaksaan Agung, Jakarta.
3
Jejak Law Firm Diduga Afiliasi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Terungkap, Kantor Lama Tinggalkan Permata Hijau
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi korupsi
4
APBN Semester I-2026 Defisit Rp196,5 Triliun, Purbaya Klaim Masih Bagus
By Anisa Aulia
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KiTA (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
5

BERITA LAINNYA

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri saat pembukaan pameran peringatan Kuda Tuli di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026.
Politik

Megawati Kritik Polri: Seperti Tidak Ada Wibawanya Lagi

Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri melontarkan…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
3 jam lalu
Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan pidato pada Rapat Paripurna ke-18 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta
Politik

Heboh Pengawasan Pajak Libatkan Babinsa, DPR Ingatkan Kepercayaan Publik Bisa Turun

Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti kebijakan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
3 jam lalu
Analis Komunikasi Politik dan Kebijakan Publik UMB, Dr. Syaifuddin.
Politik

Pemerintah Dianggap Sengaja Alihkan Kritik Publik dengan Menghina Simbol Akademik

Respons Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ulta Levenia Nababan yang menyamakan…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
5 jam lalu
Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dalam diskusi ekonomi di Komplek Parlemen, Jakarta. (Sumber: Fraksi PKB)
Politik

Cak Imin Sentil Ekonomi Prabowo: Konsep Benar, Masalahnya Mandek di Implementasi

Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menilai orientasi baru pembangunan…

Rika Pangestidusep-malik
By
Rika Pangesti
Dusep Malik
8 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up