Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 18 Apr 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • BMKG
  • iran
  • Banjir
  • sumatera
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Akrobat Politik Nasdem-Gerindra Sulit Diikuti Partai Lain
Politik

Akrobat Politik Nasdem-Gerindra Sulit Diikuti Partai Lain

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
Last updated: April 16, 2026 4:05 pm
Adi Briantika
Amin Suciady
Share
Ilustasi Bendera Partai Gerindra dan Nasdem
Ilustasi Bendera Partai Gerindra dan Nasdem (Sumber: Gambar Dibuat AI)
SHARE

Upaya Partai Nasdem yang menginisiasi blok politik dengan Partai Gerindra dinilai sebagai manuver yang tidak mudah diikuti partai-partai lain. 

Pengamat Politik dari Citra Institute Efriza berpendapat, partai lain memiliki daya tawar politik yang berbeda dan enggan dicap sebagai pengekor, maka strategi blok politik bakal dihindari oleh mereka. 

Jelas yang berani mengambil (inisiatif) adalah Partai Nasdem. Partai lain, kalau dia mau membangun kesepakatan lebih dulu dengan Gerindra, yang terjadi mereka akan dianggap mengekor, mengikuti Nasdem,”

kata Efriza kepada owrite.id, Rabu, 15 April 2026.

Manuver yang dimainkan oleh Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, sebenarnya lahir dari keterbatasan dan dinamika internal partai tersebut pada awal pemerintahan baru. 

Efriza berujar, partai besar lebih berhati-hati dan sadar kapasitas masing-masing. Bila partai lain juga terburu-buru bersepakat membangun blok politik dengan Gerindra, maka bakal dianggap pragmatis dan kehilangan independensinya. 

Contohnya, Partai Golkar–yang menduduki peringkat kedua pada Pemilu–diprediksi tak mau terjebak strategi Nasdem. Sebab, akan membuat partai berlambang pohon beringin itu terkesan sebagai partai lemah dan haus kekuasaan. Begitu pula dengan partai besar lainnya. 

Perjuangan-perjuangan mereka tidak akan seberani Nasdem. Karena mereka sangat pragmatis dan lebih mencari bagaimana kondisinya ke depan. Jadi, mereka tidak serta-merta mau langsung (skenario blok politik),”

terang Efriza. 

Bila blok politik dibangun bersama-sama saat ini, maka yang terjadi adalah koalisi sebelum Pemilu. Bahkan bisa muncul narasi aklamasi alias satu calon saja dalam kontestasi lima tahunan tersebut. 

Kalau itu yang terjadi, sentimen negatif di masyarakat adalah masyarakat (partai-partai) mbalelo,” 

ucapnya.

Meski manuver ini seolah membuat Nasdem memiliki pemikiran politik yang maju, Efriza menilai ada alasan rasional di balik itu, yakni Nasdem tengah bertahan dari kondisi internalnya seperti tiada perwakilan kader Nasdem dalam kabinet dan ada upaya pelemahan dari eksternal partai. 

Bantah Merger 

Ketua DPP Nasdem Willy Aditya, membantah wacana partainya dan Gerindra ingin bergabung. Penggunaan istilah “merger” ia anggap tidak tepat karena lebih relevan dalam dunia bisnis. Ia juga menyayangkan munculnya narasi penggabungan yang bisa menyesatkan opini publik.

Bapak Surya orang yang concern terhadap situasi politik. Referensi kami berpolitik itu political block,” 

kata dia.

Konsep political block, menurut Willy, merupakan bentuk rekayasa politik yang bertujuan menciptakan kerja sama berbasis visi dan kebijakan, bukan sekadar transaksi politik jangka pendek. Ia menilai selama ini kerja sama antarpartai di Indonesia cenderung pragmatis dan minim arah strategis.

Tag:gerindramergerNasDempartai politikpemiluPolitik
Share This Article
Email Salin Tautan Print
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Citra satelit Selat Hormuz
Internasional

Selat Hormuz Dibuka, Harga Minyak Dunia Turun Jadi US$90,38 Per Barel

Harga minyak dunia turun 9 persen setelah Iran menyatakan Selat Hormuz terbuka selama gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon. Melansir dari CNBC Internasional, Sabtu, 17 April 2026, harga…

By
Iren Natania
Amin Suciady
3 Min Read
Ilustrasi SPBU Shell. (Sumber: Dok. Shell Indonesia)
Ekonomi Bisnis

BBM Nonsubsidi Naik, Bagaimana Harga di SPBU Swasta?

Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik negara, yakni PT Pertamina (Persero) resmi mengalami kenaikan harga. Meski demikian, Pertamina memutuskan untuk tidak menaikkan…

By
Iren Natania
Amin Suciady
1 Min Read
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo (kanan) didampingi Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono (kiri) menyampaikan keterangan pers saat meninjau arus balik Lebaran 2026 di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung,
Nasional

Usai Penggeledahan Ruangan, Menteri PU Dody Belum Terima SP2HP Kejati Jakarta

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, mengaku belum mendapatkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) dari Kejaksaan Tinggi Jakarta usai penggeledahan kantor lembaganya.  Sampai sekarang pun saya belum (diberitahukan ) SP2HP,…

By
Adi Briantika
Amin Suciady
3 Min Read

BERITA LAINNYA

Gambar ilustrasi Rancangan Undang Undang Pekerja Rumah Tangga (RUU PRT)
Politik

(Part II) 22 Tahun Menagih ‘Selimut’ Surpres RUU PPRT di Tengah Badai Salju Kenihilan Hukum

Ingkar Sumpah dan Janji Konstitusi Ketua Bidang Advokasi dan Jaringan YLBHI Zainal…

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
By
Adi Briantika
Amin Suciady
21 jam lalu
Gambar ilustrasi Rancangan Undang Undang Pekerja Rumah Tangga (RUU PRT)
Politik

(Part I) 22 Tahun Menagih ‘Selimut’ Surpres RUU PPRT di Tengah Badai Salju Kenihilan Hukum

Ketua DPR Puan Maharani mengesahkan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU…

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
By
Adi Briantika
Amin Suciady
21 jam lalu
Guru Besar Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Saiful Mujani.
Politik

Fungsi DPR Tak Bisa Diandalkan, Saiful Mujani Pilih Jadi Oposisi Pemerintahan Prabowo

Guru Besar Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Saiful Mujani menegaskan posisi politiknya…

owrite-adi-briantikadusep-malik
By
Adi Briantika
Dusep
22 jam lalu
Ilustrasi Merger Partai NasDem dan Partai Gerindra. (Sumber: Dibuat AI)
Politik

Merger Gerindra-NasDem Tuai Sorotan: Kartel Politik di Depan Mata?

Belakangan ini, ramai beredar kabar mengenai wacana merger antara Partai Gerindra dan…

hadi-febriansyah-owriteAmin Suciady
By
Hadi Febriansyah
Amin Suciady
2 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up