Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus memantik perdebatan politik. Di tengah kekhawatiran publik terhadap kondisi ekonomi, kritikus politik Faizal Assegaf melontarkan tudingan keras.
Faizal menyoroti pelemahan rupiah bukan semata persoalan pasar. Tapi, menurut dia, ada dimensi politik yang lebih besar.
Menurut Faizal, tekanan terhadap dolar dan rupiah dapat dibaca sebagai pesan politik dari kelompok oligarki yang disebutnya tidak menginginkan Presiden Prabowo Subianto tetap kuat di tampuk kekuasaan.








