Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 27 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • Piala Dunia 2026
  • prabowo
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Politik / Ekonomi Tertekan dan Rupiah Loyo, Angka Kepuasan 72 Persen ke Prabowo Dinilai Aneh
Politik

Ekonomi Tertekan dan Rupiah Loyo, Angka Kepuasan 72 Persen ke Prabowo Dinilai Aneh

Rahmat Tunny OWRITEHardani Triyoga
Last updated: Juni 11, 2026 3:43 pm
By
Rahmat Tunny
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana...
Follow:
Hardani Triyoga
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Presiden Prabowo Subianto (tengah) bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kiri) tiba di lokasi Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). DPR menggelar rapat paripurna dengan agenda antara lain penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal oleh Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo Subianto (tengah) bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kiri) tiba di lokasi Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). DPR menggelar rapat paripurna dengan agenda antara lain penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal oleh Presiden Prabowo. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/app/kye)
SHARE

Hasil survei Poltracking Indonesia yang merilis angka kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencapai 72,2 persen menuai sorotan. Hasil survei itu dirilis di tengah kondisi ekonomi tertekan dengan nilai tukar rupiah yang loyo serta rentetan dugaan kasus korupsi di lingkaran pemerintah. 

Pengamat politik Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing, mempertanyakan hasil survei tersebut. Karena, yang sering luput dari perhatian publik adalah sumber pendanaan lembaga survei.

Menurut Emrus, transparansi pendanaan merupakan bagian penting dari kredibilitas sebuah riset, terlebih ketika hasilnya menyangkut persepsi publik terhadap pemerintah.

Survei Kepuasan Prabowo Tembus 72,2 Persen, Kok Bisa di Tengah Banyak Persoalan?

Kita bicara dulu tentang survei, maukah mereka mengemukakan sumber dananya? Dari mana sumber uangnya?”

kata Emrus kepada Owrite.id, Kamis, 11 Juni 2026.

Emrus menilai, lembaga survei seharusnya berani membuka secara transparan asal-usul pembiayaan penelitian yang mereka lakukan. Kata dia, keterbukaan sumber dana jadi bagian dari prinsip akuntabilitas dalam penelitian ilmiah.

Kalau itu dari kantongnya pelaku survei, ditunjukkan dong. Nilai pengambilan uang dari kantongnya itu untuk biaya survei. Berani nggak mereka menunjukkan secara transparan? Ini uang kami gitu. Kan survei prinsipnya keterbukaan,”

ujarnya.

Dia menuturkan, selama sumber dana yang membiayai survei tak dijelaskan transparan kepada publik, maka ruang untuk mempertanyakan hasil survei akan tetap ada.

Jadi, sepanjang tidak dijelaskan cash flow, sumber uang yang masuk ke rekening pelaku survei, dan uang untuk misalnya biaya hotel, peneliti survei, orang-orang lain, sepanjang cash flow itu tidak dibukakan, saya meragukan hasil survei,”

tuturnya.

Menurut Emrus, keraguan itu semakin besar karena hasil survei dinilai tidak sepenuhnya sejalan dengan berbagai persoalan yang sedang dihadapi masyarakat saat ini.

Baca juga:
Gibran Jarang Bela Program Prabowo yang Dikritik, Hubungan Mulai Retak? Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno menilai sikap Wakil Presiden…
Komisi X DPR Minta Pemerintah Transparan soal URI, Dasar Hukum… Rencana pembentukan Universitas Republik Indonesia (URI) mulai menuai sorotan dari DPR RI.…
Ketatanegaraan Indonesia Rusak, Oposisi Parlemen Mati, Kabinet Bayangan Bisa Jadi… Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari mengatakan praktik ketatanegaraan Indonesia mulai bergeser…
  • Gibran Jarang Bela Program Prabowo yang Dikritik, Hubungan Mulai Retak?
  • Komisi X DPR Minta Pemerintah Transparan soal URI, Dasar Hukum dan Anggaran…
  • Ketatanegaraan Indonesia Rusak, Oposisi Parlemen Mati, Kabinet Bayangan Bisa Jadi Solusi

Dosen Komunikasi Politik itu menyoroti kondisi ekonomi yang masih menghadapi tekanan, nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat, serta maraknya kasus korupsi yang terus menjadi sorotan publik.

Kenapa meragukan, karena hasil bertolak dengan realita politik dan ekonomi saat ini, ekonomi lagi lemah, rupiah lemah terhadap dolar Amerika Serikat, korupsi sangat masif dilingkaran pemerintah, harga bahan pokok naik, terus kepuasan 72 persen dari rakyat mana? aneh,”

tanya Emrus.

Jangan kita misalnya, mentang-mentang kita melakukan survei, lalu tidak terbuka sektor lainnya, tidak melihat masalah lain, yang penting hasil bagus,”

lanjut Emrus.

Meski kritis terhadap hasil survei, Emrus mengaku tetap menghormati survei sebagai instrumen ilmiah. Namun, publik berhak mengetahui secara rinci metodologi yang digunakan.

Rupiah Anjlok, Korupsi Merebak, MBG Kacau! Pengamat Heran Kepuasan Pemerintah Tembus 72%

Saya menghargai survei karena itu hasil ilmiah. Tapi lembaga survei ini harus kita cek juga bagaimana teknik sampling-nya, bagaimana penyusunan questionnaire-nya, bagaimana uji validitas dan reliabilitas questionnaire-nya,”

ujarnya.

Tak hanya itu, Emrus juga mempertanyakan kemungkinan adanya hubungan antara lembaga survei dengan kepentingan politik tertentu.

Dan terakhir, apakah lembaga survei ini teraveliasi dengan partai politik atau salah satu tokoh politik? Harus kita pandang hasil survei ini secara kritikal,”

tuturnya.

Sebelumnya, Poltracking Indonesia merilis hasil riset yang dilakukan pada 11-17 Mei 2026. Temuan Poltracking, menunjukkan 72,2 persen responden puas dengan kinerja pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming raka.

“Yang sangat puas terhadap kinerja pemerintah ada di 6,2 persen. Kemudian, yang cukup puas ada di 66 persen. Kalau ditotal angka keseluruhan ada di angka 72,2 persen,” kata Peneliti Utama Poltracking Indonesia Masduri Amrawi secara virtual, Kamis, 4 Juni 2026.

Survei Poltracking menggunakan metode multistage random sampling. Jumlah sampel dalam survei yang dilibatkan sebanyak 1.220 responden dengan margin of error +/- 2,9 persen. Tingkat kepercayaan terhadap survei 95 persen.

Adapun proses wawancara dilakukan secara tatap muka langsung pada 11-17 Mei 2026.

Tag:Emrus SihombingHasil surveikorupsi berjamaahpoltrackingPrabowo SubiantoRupiah anjlok
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Follow:
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana ini memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di jurnalistik — termasuk sebagai redaktur di Fajar.co.id dan Liputan.co.id, serta sebagai Media Communication Officer di lembaga riset IDEA Analitycal.
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Follow:
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Trending di OWRITE
Pamit Setelah 7 Tahun, Perry Warjiyo Resmi Mundur dari Gubernur BI
By Anisa Aulia
Konferensi Pers pengunduran diri Gubernur BI Perry Warjiyo, Senin, 27 Juli 2026.
1
Perry Warjiyo Mundur karena Alasan Pribadi, Destry Damayanti Jamin Stabilitas BI
By Anisa Aulia
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam konferensi pers pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Senin, 27 Juli 2026.
2
Rumor Badai Demo Agustus 2026: Perut Rakyat Masih Kenyang, Kepuasan Publik Jadi ‘Benteng’ Stabilitas Prabowo
By Rahmat Tunny
Demo di depan gedung DPR
3
Kisruh ‘Londo Ireng’, YLBHI Sentil Balik: Listrik Istana Dibayar Rakyat
By Adi Briantika
Presiden Prabowo Subianto menghadiri peringatan Harlah ke-28 PKB di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
4
Gagal Total Sebelum Demo Agustus: Isu Pelengseran Prabowo Membal di Ketiak TNI-Polri
By Rahmat Tunny
Pasukan TNI ikut melakukan penghadangan kepada mahasiswa yang akan melakukan aksi demonstrasi di Bundaran HI.
5

BERITA LAINNYA

Presiden Prabowo Subianto saat memimpin rapat kabinet di Ostana Negara.
Politik

Kursi Gibran ‘Diasingkan’ Saat Rapat Kabinet, Sinyal Keretakan Kepemimpinan Nasional atau Protokoler?

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno mengatakan posisi duduk Presiden…

Rahmat Tunny OWRITEowrite-adi-briantika
By
Rahmat Tunny
Adi Briantika
16 jam lalu
Pasukan TNI ikut melakukan penghadangan kepada mahasiswa yang akan melakukan aksi demonstrasi di Bundaran HI.
Politik

Gagal Total Sebelum Demo Agustus: Isu Pelengseran Prabowo Membal di Ketiak TNI-Polri

Pengamat politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga mengatakan rumor demonstrasi yang disebut…

Rahmat Tunny OWRITEowrite-adi-briantika
By
Rahmat Tunny
Adi Briantika
16 jam lalu
Pasangan Prabowo-Gibran.
Politik

Marak Relawan Gibran di Daerah, PPI: Belum Tentu Punya Massa, Prabowo Tak Perlu Takut

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno mengatakan kemunculan relawan Gibran…

Rahmat Tunny OWRITEowrite-adi-briantika
By
Rahmat Tunny
Adi Briantika
17 jam lalu
Ilustrasi pemerintah resmi dengan kabinet bayangan.
Politik

Sindir Kabinet Gemuk, Feri Amsari Sebut Cukup 15 Orang Jalankan Pemerintahan: Ratusan Lainnya Buat Apa?

Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari mengatakan kabinet pemerintahan tidak memerlukan lebih…

Rahmat Tunny OWRITEowrite-adi-briantika
By
Rahmat Tunny
Adi Briantika
17 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up