Presiden Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) Yatalathof Ma’shum Imawan menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengaku mengetahui pihak yang membiayai aksi mahasiswa.
Yatalathof mengatakan, perhatian pemerintah seharusnya lebih difokuskan pada penyelesaian berbagai persoalan publik. Ia bahkan menyarankan pemerintah belajar dari organisasi kemahasiswaan menjaga akuntabilitas dan kekompakan dalam menjalankan kepemimpinan.
Pak Presiden memang suka begitu. Jadi kami justru menganggapnya bukan problematik, tapi prabonomik,”
kata Yatalathof kepada Owrite di sela-sela aksi CFD Melawan di Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu, 28 Juni 2026.
Menurutnya, perbedaan pandangan dan kritik yang disampaikan mahasiswa tidak seharusnya direspons dengan tudingan atau narasi yang mengalihkan perhatian dari substansi persoalan yang sedang disuarakan masyarakat.
Kami, mahasiswa, justru malah berpesan kembali kepada Pak Presiden, untuk mencontoh mahasiswa,”
ujar dia.
Yatalathof kemudian mencontohkan kepemimpinan di Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia yang menurutnya menunjukkan kolaborasi antara ketua dan wakil ketua dalam menjalankan organisasi.
Buat Yatalathof, semangat kebersamaan tersebut juga penting diterapkan dalam penyelenggaraan pemerintahan agar tidak muncul kesan bahwa kepemimpinan berjalan sendiri-sendiri.
Misalkan mahasiswa UI, bagaimana ketua dan wakilnya bisa sama-sama berperan dan berkontribusi. Tidak hanya ketuanya saja begitu kan,”
ucap dia.
Selain itu, Yatalathof juga menyinggung contoh penanganan persoalan di organisasi kemahasiswaan yang menurutnya harus dilakukan secara tegas ketika muncul dugaan pelanggaran oleh pengurus.
Misal, mahasiswa UBK, ketika pimpinan organisasi bermasalah membuat skandal korupsi, misal, itu langsung ditindak dan bahkan langsung diturunkan,”
jelas dia.
Ia menilai prinsip akuntabilitas dan penegakan tanggung jawab di lingkungan organisasi mahasiswa dapat menjadi pelajaran bagi siapa pun yang memegang amanah kepemimpinan.
Jadi cobalah pemerintah, bisa mencontoh mahasiswa UI dan UBK,”
tutur Yatalathof.
























