Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengaku mengetahui pihak yang mendanai demonstrasi mahasiswa berpotensi memicu saling curiga di tengah masyarakat, apabila tidak disertai penjelasan dan langkah hukum yang jelas.
Seorang presiden seharusnya membangun optimisme dan persatuan nasional, bukan menghadirkan narasi yang berpotensi memecah belah masyarakat atau mempertentangkan mahasiswa dengan publik melalui tudingan yang belum ditindaklanjuti secara terbuka.
(Publik) mendukung kalau Presiden berbicara apa adanya, tetapi apa adanya itu harus produktif. Jangan sampai pernyataan yang disampaikan justru kontra produktif dan memunculkan kegaduhan baru,”
kata Fernando kepada Owrite, Minggu, 28 Juni 2026.
Prasangka Anyar
Fernando menilai pernyataan Prabowo mengenai ada pihak yang membiayai aksi mahasiswa telah memunculkan berbagai persepsi di ruang publik. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan prasangka antarkelompok jika nihil pembuktian yang jelas.
Ketika dikatakan Presiden tahu siapa yang mendanai, ini seolah-olah membangun kecurigaan di antara anak bangsa. Akibatnya masyarakat bisa saling mencurigai dan membangun persepsi negatif satu sama lain,”
ucap dia.
Ia mengingatkan bahwa pemimpin negara bertanggung jawab secara moral untuk menjaga persatuan, terutama ketika menyampaikan pernyataan kepada publik.
Apakah ini yang diinginkan oleh Pak Prabowo selaku Presiden? Jangan sampai masyarakat justru dihadapkan dalam situasi saling menyalahkan dan saling mendiskreditkan,”
kata Fernando.
Transparansi Hukum
Di sisi lain, Fernando menegaskan bahwa apabila terdapat dugaan penyandang dana kepada mahasiswa untuk melakukan demonstrasi, maka kasus tersebut harus diproses secara terbuka melalui mekanisme hukum.
Kalau memang ada pengakuan dari mahasiswa UBK yang menerima sejumlah dana, itu harus diusut dan dibuka secara terang. Dengan begitu tidak ada lagi ruang bagi munculnya saling curiga di tengah masyarakat,”
tegas dia.
Kemudian, kehidupan demokrasi akan terganggu apabila elite politik terus membangun narasi yang membuat masyarakat saling berhadapan. Ia berharap Prabowo sebagai kepala negara memberikan teladan dalam menjaga suasana kebangsaan yang kondusif.
Presiden seharusnya memberikan contoh yang paling utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Masyarakat butuh kepemimpinan yang mengayomi, bukan narasi yang membuat rakyat saling berhadapan,”
tutur Fernando.






















