Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Politik

Pasien yang Keluhkan Tunggu Kamar RS Meninggal, DPR Desak Nakes Diduga Hina Diberi Sanksi

Rumah Sakit didesak beri sanksi kepada tenaga kesehatan yang diduga melontarkan komentar tidak berempati terhadap pasien.

Anggota Komisi IX DPR Fraksi NasDem, Irma Suryani Chaniago
Anggota Komisi IX DPR Fraksi NasDem, Irma Suryani Chaniago. (Sumber: wikipedia)

Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago mendesak rumah sakit memberikan sanksi kepada tenaga kesehatan yang diduga melontarkan komentar tidak berempati terhadap pasien.

Menurutnya, sikap seperti itu tidak mencerminkan etika profesi tenaga kesehatan. Irma menilai tenaga kesehatan seharusnya mengedepankan empati saat berhadapan dengan pasien maupun keluarganya. Bukan justru melontarkan pernyataan yang menyinggung.

Saya kira ini oknum-oknum yang mulutnya tidak beretika dan tidak pantas menjadi tenaga kesehatan,”

kata Irma, Rabu, 5 Agustus 2026.

Politikus Partai NasDem itu mengaku belum mengetahui rumah sakit tempat para tenaga kesehatan tersebut bekerja.

Iklan

Meski begitu, ia meminta institusi terkait tak menutup mata dan segera mengambil langkah tegas jika terbukti terjadi pelanggaran etik.

Melalui media sosial saya minta rumah sakitnya memberikan sanksi dan tentu akan saya sampaikan juga pada Kementerian Kesehatan,”

ujarnya.

Irma menyampaikan persoalan itu tidak cukup diselesaikan hanya dengan permintaan maaf dari oknum tenaga kesehatan.

Menurutnya, tindak lanjut harus dilakukan oleh otoritas yang berwenang agar ada kepastian penegakan etik profesi.

Biar Kementerian Kesehatan yang ambil alih soal tindak lanjutnya,”

jelas Irma.

Ia berharap kasus itu jadi evaluasi bagi seluruh fasilitas pelayanan kesehatan agar pembinaan terhadap tenaga kesehatan tidak hanya berfokus pada kompetensi medis. Namun, juga memperhatikan etika, komunikasi, dan empati kepada pasien.

Menurut Irma, pelayanan kesehatan yang baik tak hanya diukur dari kemampuan menangani penyakit. Tapi, juga dari cara tenaga kesehatan memperlakukan pasien dengan hormat dan bermartabat.

Belakangan media sosial diramaikan unggahan seorang pasien yang mengaku harus menunggu hingga delapan jam untuk mendapatkan kamar rawat inap di rumah sakit.

Dalam unggahannya, pasien itu menulis, “8 jam belum dapat ruangan. Gamau spill RS-nya, soalnya gue pake BPJS.”

Alih-alih mendapat empati, unggahan tersebut justru dibanjiri komentar bernada merendahkan yang diduga berasal dari sejumlah dokter dan tenaga kesehatan.

Beberapa di antaranya menyebut pasien ‘bacot‘, ‘ingin diistimewakan’, hingga melontarkan komentar yang mengaitkan ruang jenazah kosong, dengan kondisi pasien.

Kasus itu memicu kecaman publik setelah diketahui pasien yang mengunggah keluhan tersebut telah meninggal dunia.

Warganet menilai komentar-komentar tersebut tidak mencerminkan empati yang seharusnya dijunjung tinggi oleh profesi tenaga kesehatan dan mendesak agar oknum yang terlibat diperiksa serta diberikan sanksi etik.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.