Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Politik

Bukan Pedoman Teknis, MPR Ungkap PPHN Bakal Jadi Kompas Filosofis bagi Semua Lembaga Negara

MPR beberkan nasib PPHN: bukan untuk mengatur pemerintah, tapi disiapkan menjadi arah dasar tujuan bernegara.

Ketua MPR Ahmad Muzani usai rapat gabungan MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.
Ketua MPR Ahmad Muzani usai rapat gabungan MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026. (Foto: Owrite/Rika Pangesti).

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI menyampaikan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) tak akan menjadi pedoman teknis bagi pemerintah dalam menjalankan roda pemerintahan.

Ketua MPR Ahmad Muzani mengatakan PPHN berfungsi sebagai haluan yang bersifat filosofis bagi penyelenggaraan negara. Ia menuturkan PPHN disusun sebagai arah dasar dalam mencapai tujuan bernegara dan jadi pedoman bagi seluruh lembaga negara dalam mengelola amanat rakyat. Namun, PPHN tidak mengatur kebijakan teknis pemerintahan sehari-hari.

PPHN sebuah haluan filosofi kita bernegara agar menjadi ketaatan bagi semua lembaga negara dalam mengelola kepercayaan rakyat dalam bernegara. Ini adalah guidance kita dalam mencapai tujuan kita bernegara,”

kata Muzani di komplek parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.

Ia mengatakan, fungsi PPHN berbeda dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN).

Iklan

Menurutnya, RPJPN memuat arah pembangunan secara lebih operasional, sedangkan PPHN hanya menjadi panduan pada level filosofis.

Karena itu ini bukan sebuah guidance teknis dari kita bernegara. Itu bedanya PPHN dengan RPJPN,”

ujarnya.

Muzani menjelaskan, karena berfungsi sebagai haluan negara, PPHN diharapkan nanti bisa mengikat seluruh lembaga negara.

Namun, MPR masih membahas bentuk produk hukum yang tepat untuk mewadahi PPHN setelah Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada 2023 membuat ketetapan MPR tidak lagi bisa mengikat lembaga di luar MPR.

Ia mengatakan PPHN tak akan mengatur aspek teknis pemerintahan maupun pelaksanaan demokrasi.

Tidak membahas teknis, karena itu bukan guidance teknis, tapi guidance filosofi,”

tutur Muzani.

Pun, Muzani menambahkan, pembahasan lebih rinci mengenai substansi filosofis PPHN akan dijelaskan oleh Badan Pengkajian MPR.

Menurutnya, lembaga itu yang menyusun dan mendalami materi PPHN secara lebih detail.

Sementara, MPR menargetkan pembahasan PPHN bisa segera diselesaikan menjadi sebuah produk hukum setelah melibatkan fraksi-fraksi, kelompok DPD, serta berbagai elemen masyarakat dalam proses penyusunannya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.