Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 12 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Politik / Megawati Sentil Hukum Indonesia: Kayak Karet, yang Salah Dibenarkan, yang Benar Disalahkan
Politik

Megawati Sentil Hukum Indonesia: Kayak Karet, yang Salah Dibenarkan, yang Benar Disalahkan

Rika PangestiHardani Triyoga
Last updated: Agustus 12, 2026 7:05 pm
By
Rika Pangesti
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan...
Follow:
Hardani Triyoga
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Follow:
2 jam lalu
Share
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat pidato dalam acara Ekspos Naskah Sumber Arsip Dasar Negara II: Masa Reses dan Sidang Kedua Badan Penyelidikan Usaha-usaha Kemerdekaan (BPUPK) 10-17 Juli 1945 yang digelar BPIP.
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat pidato dalam acara Ekspos Naskah Sumber Arsip Dasar Negara II: Masa Reses dan Sidang Kedua Badan Penyelidikan Usaha-usaha Kemerdekaan (BPUPK) 10-17 Juli 1945 yang digelar BPIP. (Foto: YouTube BPIP).
SHARE

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menyoroti kondisi hukum dan kehidupan bernegara di Indonesia. Ia mempertanyakan arah negara yang dinilainya masih terus ‘goyang’ meski Indonesia akan memasuki usia 81 tahun kemerdekaan.

Megawati mengaku pernah merenungkan persoalan tersebut bersama ayahnya, yakni Presiden pertama RI Soekarno. Dari kontemplasi itu, ia mempertanyakan seperti apa sosok pemimpin yang seharusnya memimpin Indonesia.

Pak, ini kenapa negoro kok koyok ngene yo? Bayangkan loh, Pak, padahal sudah merdeka, tapi kok goyang-goyang terus ya? Jadi, mesti diapain?”

kata Megawati saat pidato dalam acara Ekspos Naskah Sumber Arsip Dasar Negara II dikutip dari YouTube Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Baca juga:
Keras! Megawati Kritik Pemerintah RI yang Ragu Beri Belasungkawa, Singgung… Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri mempertanyakan sikap pemerintah Indonesia yang dinilainya terlalu…
Megawati Sentil Prabowo soal Menu MBG: Mbok Ada Rendang Sekali-kali Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri ikut menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis…
Megawati Bicara 4 Bekal Manusia Indonesia: Jangan Jadi Penjilat dan… Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menyoroti pentingnya karakter dalam membentuk manusia Indonesia…
  • Keras! Megawati Kritik Pemerintah RI yang Ragu Beri Belasungkawa, Singgung Diplomasi Dunia
  • Megawati Sentil Prabowo soal Menu MBG: Mbok Ada Rendang Sekali-kali
  • Megawati Bicara 4 Bekal Manusia Indonesia: Jangan Jadi Penjilat dan Sering Loncat…

Ia kemudian mengaku bertanya mengenai sosok Presiden yang ideal bagi Indonesia. Menurutnya, seorang Presiden mesti memiliki kecintaan kepada rakyat dan mampu membawa negara berdiri di atas kaki sendiri.

Loh, jadi presiden yang kayak apa sih yang mestinya jadi? Ah, yang cinta pada rakyatnya. Ah, yang bisa membuat negara ini katanya makmur, sentosa, yang harusnya berdiri di atas kaki sendiri,”

ujarnya.

Menurut Megawati, cita-cita itu membutuhkan karakter kuat dari masyarakat Indonesia. Ia menyebut empat sikap yang harus dimiliki, yakni keteguhan, keberanian, kesabaran, dan keyakinan.

Kalau ini yang empat ini semua orang Indonesia punya keteguhan, keberanian, kesabaran, dan keyakinan bahwa kalau kita berjalan pada jalan yang benar,”

tutur Megawati.

Ia kemudian mengutip prinsip Satyam Eva Jayate. Megawati menerjemahkannya sebagai keyakinan bahwa kebenaran pada akhirnya akan menang.

Satyam Eva Jayate. Artinya apa? Kebenaran pasti menang, dan saya yakin kebenaran pasti menang,”

katanya.

Namun, Megawati mengaku prihatin melihat kondisi hukum yang justru bisa menghasilkan keadaan sebaliknya. Ia menyindir praktik penegakan hukum yang dinilainya seperti karet.

Mana ada kayak sekarang ini, hah? Yang namanya hukum saya bilang kayak karet. Apa? Yang salah dibenarkan, hah? Yang benar disalahkan,”

ujar Megawati.

Pernyataan itu disampaikan Megawati saat membahas pentingnya menjaga kemerdekaan dan fondasi kehidupan bernegara.

Megawati Soroti Kabar 1 Juta Orang Pintar RI Nganggur: Hati-hati Diambil Negara Lain

Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan yang telah diperjuangkan tidak cukup hanya dirayakan, tetapi juga harus dipelihara.

Jadi, kan ini sudah di sini ditulis bakal 81 tahun kita merdeka. Nah, kalau enggak dipelihara merdekanya, lalu gimana?”

katanya.

Menurut Megawati, para pendiri bangsa telah bersusah payah menyiapkan fondasi yang dapat menjadi pegangan bagi Indonesia. Salah satunya adalah Pancasila.

Tapi kan untuk supaya ada yang menjadi pegangannya, itu dengan susah payah loh dibuat oleh para pendiri bangsa kita loh, apa? Akhirnya, yang disebut Pancasila,”

ujar Megawati.

Ia mengatakan Pancasila juga kerap ia bawa dalam pidatonya ketika berada di luar negeri. Megawati menyebut nilai-nilai Pancasila dapat diterima secara universal.

“Saya kalau ke luar negeri, di dalam pidato saya yang saya buat sendiri. Saya masukkan Pancasila, selalu saya diberi apa? Hah? Standing ovation,” tuturnya.

Baca juga:
Deddy Sitorus Kritik Kemendagri: Kenapa Utang Daerah Dibatasi? Anggota Komisi II DPR RI Deddy Yevri Sitorus mempertanyakan sikap Menteri Dalam…
'Catur' Dini Hari Rengasdengklok: Saat Pemuda Sterilkan Soekarno-Hatta dari Bisikan… Peristiwa Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945 lahir dari desakan kuat para pemuda…
PDIP Lembek ke Pemerintahan Prabowo, Oposisi Diambil Alih Pengamat politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga menilai, fungsi oposisi di parlemen…
  • Deddy Sitorus Kritik Kemendagri: Kenapa Utang Daerah Dibatasi?
  • 'Catur' Dini Hari Rengasdengklok: Saat Pemuda Sterilkan Soekarno-Hatta dari Bisikan Jepang
  • PDIP Lembek ke Pemerintahan Prabowo, Oposisi Diambil Alih

Megawati menilai, nilai-nilai Pancasila tidak hanya relevan bagi Indonesia. Namun, juga dapat dipahami dalam konteks kemanusiaan secara universal.

“Standing ovation itu apa? Enggak bisa orang nyuruh, adalah berdiri sambil why? Karena itu sangat mereka bilang universal,” kata Megawati.

Ia pun menegaskan kembali pentingnya menjaga prinsip-prinsip yang menjadi dasar kehidupan berbangsa. Menurutnya, kemerdekaan, hukum, dan Pancasila harus berjalan dalam satu garis dengan cita-cita para pendiri bangsa.

Lah, monggo saja, Ketuhanan Yang Maha Esa, loh apapun, Allah kamu bisa dijabarkan dan seterusnya. Perikemanusiaan, dan lain sebagainya,”

ujar Megawati.

Tag:HukumHUT RI ke-81MegawatiPDIPSoekarno
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Follow:
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan pemahaman akademis dengan pengalaman lapangan — termasuk meliput untuk tvOnenews.com sejak 2022.
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Follow:
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Seskab Teddy-Bahlil Masuk Tiga Besar Menteri Terbaik Versi IPO, Pengamat: Sangat Tidak Logis
By Rika Pangesti
Ilustrasi Bahlil
1
Viral Challenge Hafalan Alquran Berhadiah Miras, Newport Akhirnya Klarifikasi dan Minta Maaf
By Syifa Fauziah
Booth Newport di festival musik.
2
Mengerikan! WNI Jadi Korban Serangan Rudal Houthi, Kapal Tihama Terbakar di Selat Bab al-Mandeb
By Natania Longdong
Ilustrasi kapal yang diserang rudal.
3
Utang Pemerintah Membengkak Rp373 Triliun dalam 3 Bulan, Kini Tembus Rp10.293 Triliun
By Anisa Aulia
Tumpukan uang rupiah dari tabungan masyarakat. (Sumber: Unsplash/Mufid Majnun)
4
Megawati Bicara 4 Bekal Manusia Indonesia: Jangan Jadi Penjilat dan Sering Loncat Pagar!
By Rika Pangesti
Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dalam acara Ekspos Naskah Sumber Arsip Dasar Negara II. (Sumber: YouTube BPIP RI)
5

BERITA LAINNYA

Wakil Presiden Gibran Rakabuming dalam tayangan ‘Menjaga Kedaulatan Keuangan: Langkah Tegas Berantas Trade Misinvoicing’.
Politik

Gibran Didesak Buka Progres 19 Juta Lapangan Kerja: Jangan Cuma Janji Kampanye

Pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komaruddin, mendesak Wakil Presiden Gibran Rakabuming…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
2 jam lalu
Sekretaris Jenderal DPP PKS Muhammad Kholid.
Politik

Polemik Hafalan Alquran Dapat Miras, PKS Sentil Penyelenggara hingga Desak RUU Minol Disahkan

Polemik hafalan surah Alquran yang berhadiah minuman keras atau miras diminta tak…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
2 jam lalu
Wakil Presiden Gibran Rakabuming
Politik

Janji 19 Juta Lapangan Kerja Gibran Layak Ditagih Rakyat dan Harus Dieksekusi

Pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komaruddin menegaskan janji Wakil Presiden Gibran…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
2 jam lalu
Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) didampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) dan CEO Danantara Rosan Roeslani (kedua kiri), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kiri) memberikan sambutan saat Bussines Summit di Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (18/2/2026).
Politik

Airlangga Rapor Merah, Program Andalan Prabowo Disentil: Publik Disuguhi Polesan Angka

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendapat rapor merah dalam survei terbaru…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
5 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up