Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Said Abdullah membantah Achmad Hidayat yang merupakan kader PDIP dipecat dari partai karena menemui Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi.

Said menyebut kader PDIP asal Surabaya itu punya sejumlah pelanggaran internal yang tak seluruhnya disampaikan kepada publik.

Yang terjadi sesungguhnya, terlalu banyak pelanggaran yang dilakukan oleh Achmad Hidayat yang tidak kami sampaikan ke publik,”

kata Said di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin, 15 September 2026.

Achmad sebelumnya menyebut dirinya dipecat setelah melakukan pertemuan dengan Jokowi dan mengusulkan rehabilitasi keanggotaan eks presiden tersebut di PDIP.

Said membantah alasan tersebut. Menurut dia, pertemuan dengan Jokowi bukan alasan seseorang otomatis dipecat dari PDIP.

Yang terjadi sesungguhnya, terlalu banyak pelanggaran yang dilakukan oleh Achmad Hidayat yang tidak kami sampaikan ke publik,”

kata Said di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin, 14 September 2026.

Dia menyinggung rekam jejak Achmad di media sosial. Said mengatakan sikap yang ditampilkan Achmad di ruang publik tak sejalan dengan perilakunya yang dinilai bertentangan dengan kepentingan partai.

Kalau kita ngelihat record-nya dia di Instagram dia, dia itu berani mati untuk membela Ibu Mega. Tapi kelakuannya jauh dari apa yang menjadi concern partai dan instruksi Ibu Mega,”

ujarnya.

Said juga menyampaikan tak ada larangan bagi kader PDIP untuk bertemu Jokowi. Karena itu, ia menolak anggapan bahwa pertemuan dengan Jokowi menjadi dasar pemecatan Achmad.

Sudahlah, kan bukan hanya dia yang ke Pak Jokowi. Orang tiap hari mondar-mandir ke Pak Jokowi. Kita biasa-biasa saja,”

kata Said.

Maka itu, menurutnya tak ada urusan PDIP dengan Achmad.

Sehingga nggak ada urusan. Tidak ada orang datang ke Pak Jokowi dipecat,”

lanjut Achmad.

Said mengatakan pemecatan baru dilakukan apabila terdapat pelanggaran berat terhadap aturan internal partai.

Kecuali ada pelanggaran berat di internal partai, baru dia dipecat,”

ujarnya.

Dia juga menyebut dugaan persoalan yang melibatkan Achmad dapat dibawa ke aparat penegak hukum apabila terdapat pihak yang merasa menjadi korban.

Ada perdata, ada pidana. Nah, silakan kepada berbagai pihak yang kena korban dari Achmad Hidayat untuk menuntut ke APH,”

kata Said.

Sementara, terkait klaim Achmad Hidayat mengenai isi pertemuannya dengan Jokowi, Said menjawabnya. Dia membantah pernyataan Achmad soal Jokowi tak memiliki masalah dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Ini kata siapa? Disampaikan Achmad Hidayat? Nah, itu hoaks,”

kata Said.

Said menegaskan PDIP kini memilih berjalan di jalur politiknya sendiri. Ia menekankan PDIP tak lagi menjadikan Jokowi sebagai bagian dari kalkulasi politik partai.

Kita sudah bersimpang jalan secara politik, berbeda sudah. PDIP tetap teguh pada pendiriannya,”

ujarnya.

Dia menyinggung perintah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam mengawal partai ke depan.

Kita tidak pernah lagi berpikir Pak Jokowi, kita tidak pernah lagi berpikir tentang siapa pun. Bagaimana kita mengawal partai ini ke depan, itu perintah ibu ketua umum,”

kata Said.

Dia pun menutup kemungkinan untuk kembali membawa nama Jokowi dalam pembahasan internal PDIP.

Yang kartunya mati jangan dihidupkan lagi,”

kata Said.