Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza mempertanyakan kapasitas kepemimpinan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid setelah mengaku tak mengetahui perkara yang menyeret sejumlah orang kepercayaannya.
Menurut Efriza, pernyataan Nusron itu justru memunculkan persoalan baru. Sebab, orang-orang yang disebut terlibat merupakan pihak yang berada dalam lingkaran kepercayaan Nusron.
Ketika ia menyatakan bahwa ia tidak mengetahui kasus itu tapi mau melakukan evaluasi. Sementara itu, orang kepercayaannya, itu berarti kapasitasnya buruk. Tidak punya kapasitas atau manajerial kepemimpinannya,”
kata Efriza kepada Owrite, Rabu, 23 September 2026.
Efriza menilai seorang pimpinan kementerian semestinya mengetahui dan mampu mengawasi kerja orang-orang yang berada di bawah kewenangannya. Terlebih, persoalan yang muncul berkaitan dengan institusi yang dipimpinnya.






