Partai Gerindra menempati posisi teratas dalam survei nasional Poltracking Indonesia terkait elektabilitas partai politik. Gerindra mencatat elektabilitas 23,2 persen, mengungguli PDIP dan Golkar.
Namun, posisi tersebut tak dianggap Gerindra sebagai jaminan untuk mempertahankan elektabilitas. Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso mengingatkan hasil survei hanya menggambarkan kondisi pada satu momentum. Kondisi itu berubah mengikuti dinamika politik serta persepsi masyarakat.
Bagi Gerindra, hasil survei tersebut bukan sekadar angka, melainkan cerminan kepercayaan masyarakat yang harus dijaga dan dipertanggungjawabkan melalui kerja nyata,”
kata Sugiat, Kamis, 24 September 2026.
Sugiat mengatakan tingginya elektabilitas justru jadi pengingat bagi kader Gerindra untuk tidak terlena. Menurut dia, angka survei harus dibarengi dengan kerja politik yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Justru ini menjadi pengingat bagi seluruh kader agar terus bekerja, hadir di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi rakyat, serta memastikan setiap kebijakan dan perjuangan politik benar-benar memberikan manfaat,”
ujarnya.
Sugiat mengakui perubahan dinamika politik dan persepsi publik bisa memengaruhi tingkat elektabilitas Gerindra. Namun, ia menyadari bahwa posisi elektabilitas partai tak bersifat permanen.
Karena itu, yang paling penting bagi Gerindra adalah terus menjaga kepercayaan tersebut melalui konsistensi dalam bekerja dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara,”
jelasnya.
Karena itu, Gerindra memilih menempatkan hasil survei sebagai cerminan kepercayaan masyarakat, bukan sebagai ukuran akhir kekuatan politik. Sugiat menegaskan kepercayaan tersebut harus dipertahankan melalui konsistensi kerja kader.
Survei adalah potret pada satu momentum. Sementara bagi kami, kepercayaan rakyat adalah amanah yang harus dijaga setiap hari,”
tutur Sugiat.
Di sisi lain, Gerindra juga menyatakan tetap menghormati partai politik lain yang menjadi kompetitor dalam kontestasi elektoral. Sugiat berharap persaingan antarpartai berlangsung dalam koridor demokrasi.
Persaingan elektoral hendaknya tetap ditempatkan dalam semangat membangun demokrasi yang sehat, dewasa, dan berorientasi pada kepentingan rakyat,”
katanya.
Adapun dari hasil survei Poltracking menempatkan Gerindra di posisi teratas dengan elektabilitas 23,2 persen. Angka itu membuat Gerindra berada di atas sejumlah partai yang juga menjadi bagian dari pemerintahan saat ini.
Partai Gerindra dengan elektabilitas 23,2 persen, masih unggul dibanding partai-partai lainnya yang mendukung pemerintahan saat ini,”
kata peneliti Poltracking Indonesia Yoki Alvetro dalam konferensi pers secara virtual, Rabu, 23 September 2026.






