Sudaryono menilai sebagian besar percakapan di media sosial saat ini tak sepenuhnya berasal dari pengguna manusia.
Ia juga menyebut akun robot atau akun palsu ini digunakan untuk menaikkan topik tertentu di media sosial. Menurut dia, salah satunya seperti kritik terhadap Prabowo yang tak seluruhnya berasal dari masyarakat secara langsung.
Jadi, Pak Prabowo dihujat. Itu yang menghujat sebetulnya adalah bukan orang. Tapi, orang kemudian karena ramai dia ikut menghujat,”
ujarnya.
Pernyataan tersebut juga dikaitkan Sudaryono dengan isu oligarki dan koruptor. Ia menuding akun-akun robot tersebut dikendalikan pihak yang tak menginginkan Prabowo terus memimpin Indonesia.
Pernyataan Sudaryono itu kemudian jadi perbincangan hangat di media sosial. Terlihat dari kolom komentar unggahan @resetfeed.reborn yang dipenuhi tanggapan netizen.
Sebagian netizen menanggapi pernyataan soal akun robot dengan sindiran. Sementara, netizen lainnya mengaku tetap kritik pemerintah meski pernah memilih Prabowo.
Pantesan banyak para pendukung MBG di sosmed, banyak yg komen bagus soal MBG ternyata itu semua bot ya, terimakasih informasinya pak,”
tulis akun @afida.hanifah.
Komentar lain bahkan pertanyakan anggapan bahwa kritik terhadap pemerintah berasal dari akun robot.
Dikit2 bot aja dibilang antek asing… klo program excellent tdk ada yg kritik.. nih program semuanya berantakan.. tdk mau dikritik,”
tulis @hz.jkt8888.
Ada pula netizen yang meminta pemerintah tidak selalu menyalahkan pihak lain ketika mendapat kritik.
Lama2 makin mirip bosnya, semua disalahin. Intropeksi2 lah, jangan selalu merasa paling benar sementara orang lain salah,”
komentar @demi_indonesia_emas.
Sementara, akun @fifn4312 mengaku pernah memilih Prabowo pada Pemilu 2024. Namun, tetap menganggap kritik terhadap pemerintah sebagai hal yang wajar.
Gw ini pemilih Prabowo 2024. Tapi emang tidak sesuai ekspektasi cara kerjanya. Ya dikritik lah. Masa dibiarin,”
tulisnya.