Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga meminta partai politik tidak berhenti melakukan seleksi ketat saat merekrut kader untuk mencegah kader terlibat korupsi.
Menurutnya, pengawasan terhadap kader juga perlu dilakukan secara berkelanjutan selama seseorang masih menjadi bagian dari partai.
Nah, jadi saya melihat memang kalau partai politik itu menyeleksi kader sudah ketat. Sebaiknya ketat itu tidak hanya di awal,”
kata Jamiluddin kepada Owrite, Senin, 28 September 2026.
Jamiluddin menjelaskan, pengawasan terhadap kader seharusnya terus dilakukan hingga seseorang tidak lagi menjadi bagian dari partai.







