Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Politik

Bukan Cuma Seleksi Awal, Parpol Harus Ikat Kader dengan Pakta Integritas Antikorupsi

Pengawasan terhadap kader partai juga perlu dilakukan secara berkelanjutan. Pengawasan penting selama seseorang masih jadi bagian partai.

Gambar lambang sejumlah partai politik
Gambar lambang sejumlah partai politik. (Gambar: kesbangpol.palangkaraya.go.id)

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga meminta partai politik tidak berhenti melakukan seleksi ketat saat merekrut kader untuk mencegah kader terlibat korupsi. 

Menurutnya, pengawasan terhadap kader juga perlu dilakukan secara berkelanjutan selama seseorang masih menjadi bagian dari partai.

Nah, jadi saya melihat memang kalau partai politik itu menyeleksi kader sudah ketat. Sebaiknya ketat itu tidak hanya di awal,”

kata Jamiluddin kepada Owrite, Senin, 28 September 2026.

Jamiluddin menjelaskan, pengawasan terhadap kader seharusnya terus dilakukan hingga seseorang tidak lagi menjadi bagian dari partai. 

Iklan

Karena itu, menurutnya, setiap partai perlu memiliki mekanisme internal yang dapat mengikat kader selama menjalankan aktivitas politik.

Tapi itu sampai selesainya seseorang menjadi kader. Nah, untuk itu perlu setiap partai melakukan inovasi baru dengan merombak anggaran dasar,”

jelasnya.

Dia menilai pembenahan internal partai perlu dituangkan dalam aturan organisasi agar komitmen antikorupsi tidak berhenti sebagai pernyataan politik. 

Apalagi, kata Jamiluddin, aturan tersebut juga harus memiliki mekanisme yang mengikat setiap kader.

Dan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga itu harus dielaborasi menjadi pakta integritas. Sehingga masing-masing kader itu diikat,”

jelasnya.

Jamiluddin menegaskan, mekanisme tersebut perlu disertai pengawasan yang konsisten terhadap seluruh kader. Dengan pengawasan itu, partai dinilai dapat lebih awal mengetahui sekaligus mengantisipasi perilaku kader yang berpotensi melanggar aturan.

Dia menilai penerapan sistem pengawasan dan kepatuhan secara konsisten dapat membantu menekan potensi korupsi di lingkungan partai politik.

Kalau itu dilakukan dan semua partai taat asas melakukannya, seharusnya minimal korupsi itu bisa ditekan,”

tuturnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.