Pengumuman Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang resmi jadi kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) membuka spekulasi soal pergantian kepemimpinan partai berlambang gajah tersebut.
Jokowi dinilai berpeluang mengambil alih posisi ketua umum dari putranya, Kaesang Pangarep, untuk memperbesar peluang PSI menghadapi Pemilu 2029.
Sepertinya Jokowi sudah siap akan langsung memimpin PSI sebagai Ketua Umum menggantikan Kaesang,”
kata pengamat politik Fernando Emas kepada Owrite, Rabu, 30 September 2026.
Fernando menilai pengumuman kepemilikan kartu tanda anggota (KTA) PSI oleh Jokowi bukan sekadar penegasan status keanggotaan. Langkah tersebut juga dinilai sebagai ajakan bagi para pendukung Jokowi untuk memberikan dukungan politik kepada PSI.
Jokowi mengungkapkan dirinya telah menjadi kader PSI dan memiliki KTA sejak Oktober 2025. Pengumuman itu disampaikan secara terbuka saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kota Bandung pada Sabtu, 26 September 2026.
Menurut Fernando, pengumuman tersebut dapat memperjelas arah dukungan politik bagi para loyalis Jokowi. Ia menilai deklarasi keanggotaan itu sekaligus menjadi dorongan bagi pendukung Jokowi untuk bergabung dengan PSI.
Fernando meyakini Jokowi telah memperhitungkan potensi suara PSI pada Pemilu 2029. Ia bahkan memprediksi partai tersebut bisa memperoleh suara signifikan dan bersaing dengan partai-partai yang saat ini memiliki kursi di parlemen.
Keyakinan itu, menurut Fernando, didasarkan pada soliditas relawan dan pendukung Jokowi yang dinilainya masih terjaga. Dukungan tersebut diperkirakan bisa jadi modal elektoral bagi PSI dalam menghadapi pemilu mendatang.
Sampai saat ini relawan dan pendukung Jokowi masih solid yang sangat memberikan dampak signifikan terhadap PSI pada pemilu 2029,”
ujarnya.
Fernando juga merujuk sejumlah hasil survei yang menurutnya menunjukkan PSI berpeluang melampaui ambang batas parlemen meski masih dipimpin Kaesang. Jika Jokowi mengambil alih kepemimpinan, ia memperkirakan perolehan suara PSI berpotensi meningkat lebih jauh.
Apalagi kalau dipimpin Jokowi akan mengalami kenaikan signifikan sehingga suaranya akan melampaui beberapa partai politik yang lolos ambang batas parlemen,”
kata Fernando.






