Presiden RI Prabowo Subianto mengaku dirinya beberapa kali mendapat upaya penyuapan selama dua tahun menjabat sebagai Presiden RI. Ia juga menyebut ada pejabat pemerintah yang sampai diancam.

Prabowo menyampaikan demikian saat Penyerahan Denda Administratif dan Kawasan Hutan Tahap 8, di Jakarta.

Jangankan menteri, dirjen, saya mau disogok. Dalam dua tahun ini, berkali-kali saya mau disogok,”

kata Prabowo dalam pidatonya yang dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden RI, Rabu, 7 Oktober 2026.

Sebelumnya, Prabowo mengatakan kerusakan institusi negara selama puluhan tahun menjadi salah satu tantangan yang mesti diperbaiki pemerintah.

Ia menyinggung praktik suap yang tak hanya menyasar pejabat di tingkat kementerian. Namun, praktik suap itu juga menyasarnya sebagai kepala negara.

Prabowo bilang pemerintah saat ini menghadapi perlawanan dari pihak-pihak yang selama ini menikmati korupsi, kecurangan, hingga pencurian kekayaan negara.

Setiap kali ada unsur-unsur kepemimpinan di bangsa ini yang ingin melawan korupsi, melawan penyelundupan, melawan penyebaran narkotika, melawan penipuan, melawan perampokan kekayaan negara, setiap kali kita menghadapi perlawanan yang tidak ringan,”

ujar Prabowo.

Ancaman dan Gertakan

Presiden Prabowo mengaku mengetahui adanya jajaran pemerintah yang dapat ancaman dan gertakan di tengah upaya pemerintah memberantas korupsi dan menertibkan kekayaan negara.

Ia mengklaim punya ‘mata dan telinga’ di berbagai tempat sehingga mengetahui tekanan yang dihadapi sejumlah orang di pemerintahan.

Saya punya mata dan telinga di mana-mana. Saya tahu bahwa ada saudara-saudara yang diancam, yang digertak. Tidak hanya saudara, keluarga saudara juga diancam,”

tutur Prabowo.

Menurut Prabowo, ancaman dan tekanan itu jadi bagian dari tantangan yang dihadapi pemerintah saat berupaya melawan pihak yang selama ini menikmati korupsi dan pencurian kekayaan negara.

Dia juga mengatakan pihak yang menikmati praktik korupsi memiliki kekuatan.

Mereka kita tahu, mereka kuat. Tapi, kita juga mengerti bahwa sepanjang sejarah tidak hanya bangsa kita. Sepanjang sejarah manusia akan selalu ada pertentangan antara mereka yang di atas jalan yang benar,”

tuturnya.