Presiden RI Prabowo Subianto menyinggung adanya serangan di media sosial dan aksi demonstrasi yang kerap terjadi di Tanah Air.

Menurutnya, pihak-pihak yang selama ini menikmati kekayaan negara diduga memiliki sumber daya besar untuk melawan pemerintah. Ia menyebut oknum-oknum itu bisa membiayai serangan di media sosial hingga demonstrasi.

Biar mereka punya uang ratusan triliun, mereka bayar buzzer, mereka serang kita di sosmed, mereka mau biayai demonstrasi, kita tidak gentar,”

kata Prabowo dikutip dari akun YouTube Sekretariat Presiden, Rabu, 7 Oktober 2026.

Sebelumnya, Prabowo mengakui pemerintah menghadapi perlawanan setiap kali berupaya memberantas korupsi hingga penyelundupan.

Dia mengatakan pihak yang menikmati praktik itu memiliki kekuatan dan berupaya mempertahankan kepentingannya. Namun, Prabowo menegaskan pemerintah tidak akan mundur menghadapi tekanan tersebut.

Kita tidak gentar, kita bersama rakyat, kita siap mati untuk rakyat,”

jelas Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Dalam pidatonya, Prabowo juga mengaku mengetahui adanya jajaran pemerintah yang dapat ancaman dan gertakan. Ia mengatakan tekanan itu bahkan disebut menyasar keluarga pejabat.

Prabowo kemudian minta jajaran pemerintah yang tak ingin berada di jalur yang diklaimnya benar agar meninggalkan pemerintahan.

Yang tidak mau terus di atas jalan yang benar, saya persilahkan saudara minggir dengan baik,”

ujar Prabowo.