Meski demikian, ada tiga responden yang menjawab manfaat diplomasi dan kunjungan luar negeri itu berdampak cukup besar. Adapun satu persen responden mengaku sangat besar.
Padahal, seharusnya, kegiatan diplomasi dan kunjungan ke luar negeri itu diharapkan bisa bawa manfaat dalam tata kelola pemerintahan. Manfaat itu baik dari arah kebijakan ekonomi hingga kepentingan jangka panjang lainnya.
Selain itu, kunjungan kenegaraan dan pertemuan bilateral mestinya jadi momentum pemerintah dalam perkuat hubungan antarnegara hingga mampu membuka peluan investasi.
Selain dari ahli, masyarakat responden turut pertanyakan hasil kunjungan kenegaraan dan pertemuan antar pimpinan negara. Sebab, dari 1.142 responden masyrakat yang terlibat, 63 persen menyatakan kegiatan kenegaraan itu tidak memberikan hasil nyata
Hanya 21 persen responden yang mengaku kunjungan Prabowo sudah dirasakannya. Sementara, 16 persen sisanya mengaku tidak tahu.
Dari laporan Celios dan Kabinet Bayangan memperlihatkan adanya ‘jarak’ antara aktivitas diplomasi pemerintah serta persepsi masyarakat mengenai hasil dari kegiatan ke luar negeri tersebut.
Secara keseluruhan, responden lebih banyak melihat beban dan risiko daripada manfaat dari berbagi kebijakan yang dinilai,”
demikian dikutip dari laporan Kabinet Bayangan dan Celios, Senin, 12 Oktober 2026.
Pandangan mayoritas responden itu bisa jadi cermin adanya kekhawatiran terhadap arah tata kelola, dampak kebijakan terhadap ekonomi daerah. Selain itu, kekhawatiran beban fiskal masyarakat, serta manfaat kebijakan bagi kepentingan jangka panjang.
Survei Kabinet Bayangan dan Celios dilakukan dengan mengumpulkan data sejak 15 September – 9 Oktober 2026. Total ada 1.142 responden yang terdiri dari masyarakat umum dan kalangan ahli.
Pengumpulan data masyarakat umum menggunakan metode non-probability sampling melalui Meta Ads. Kemudian, diperkuat dengan pembobotan (weighting) untuk menyesuaikan komposisi sampel dengan karakteristik populasi acuan.
Sementara, responden ahli yang dilibatkan menggunakan metode snowball sampling. Metode itu dengan minta responden awal yang memenuhi kriteria untuk merekomendasikan ahli lain yang relevan dengan topik penelitian.