Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Politik

Gaji ASN Mau Dialihkan ke Kopdes, DPR Peringatkan Bank Daerah Bisa Terancam Kolaps!

Heboh usulan penyaluran gaji PNS hingga PPPK melalui Kopdes Putih memunculkan persoalan baru. Ada kekhawatiran yang muncul.

Gedung Koperasi Merah Putih Kelurahan Baruga yang telah rampung dibangun di Kendari, Sulawesi Tenggara
Seorang Bintara Pembina Gedung Koperasi Merah Putih Kelurahan Baruga yang telah rampung dibangun di Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (19/2/2026). Kementerian Koperasi menyatakan telah selesai membangun sebanyak 1.000 unit Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih dari target 80 ribu unit. (ANTARA FOTO/Andry Denisah/foc.)

Usulan penyaluran gaji pegawai negeri sipil (PNS), hingga pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) melalui Koperasi Desa Merah Putih memunculkan persoalan baru bagi keberlangsungan bank pembangunan daerah (BPD).

DPR RI menyoroti perubahan jalur pembayaran gaji ASN dinilai berpotensi menggerus dana murah yang selama ini menjadi penopang likuiditas bank milik pemerintah daerah.

Dana murah yang ada di bank-bank daerah sejumlah rata-rata 70 persen akan bergeser dan itu akan membuat banyak bank daerah kita kolaps di Indonesia,”

kata Ketua Komisi II DPR Rifqinizamy Karsayuda, Kamis, 15 Oktober 2026.

Rifqi mengingatkan kebijakan itu perlu dirancang dengan mempertimbangkan keberlangsungan BPD. Sebab, pemindahan rekening gaji aparatur daerah ke bank-bank milik negara (Himbara) atau lembaga lain berisiko mengganggu ekosistem keuangan daerah yang selama ini bergantung pada dana gaji pegawai.

Iklan

Menurut Rifqi, kekhawatiran terhadap perpindahan kas dan penyaluran gaji dari BPD ke Himbara sebelumnya sudah disampaikan Asosiasi Perbankan Daerah (Asbanda).

Kondisi ini perlu jadi perhatian karena bank pembangunan daerah merupakan badan usaha milik daerah (BUMD) yang memiliki peran dalam menopang perekonomian daerah.

Ia menilai kebijakan pemerintah tak boleh membuat satu ekosistem tumbuh dengan mengorbankan ekosistem lainnya. Karena itu, usulan Menteri Koperasi agar Kopdes Merah Putih jadi saluran pembayaran gaji aparatur negara perlu dibedakan berdasarkan status kepegawaian dan lingkup pemerintahan.

Rifqi mengusulkan agar pembayaran gaji PNS kementerian dan lembaga dapat dilakukan melalui Kopdes Merah Putih. Sementara itu, gaji PNS dan PPPK pemerintah daerah tetap disalurkan melalui BPD masing-masing yang bekerja sama dengan koperasi di wilayahnya.

Bagi Komisi II DPR RI, bank daerah sebagai BUMD tentu harus diproteksi,”

ujarnya.

Menurut dia, skema itu bisa menjaga keberlangsungan bisnis BPD. Selain itu, memberi ruang bagi Kopdes Merah Putih untuk terlibat dalam pelayanan keuangan masyarakat.

Dengan demikian, pengembangan koperasi tidak harus dilakukan dengan memindahkan seluruh transaksi gaji aparatur daerah dari bank milik pemerintah daerah.

Persoalan lain yang menjadi perhatian Rifqinizamy adalah keterkaitan antara rekening gaji aparatur daerah dan kredit perbankan. Ia menyebut, banyak PNS dan PPPK daerah memiliki pinjaman yang cukup dominan di bank-bank pembangunan daerah.

Apabila gaji mereka tidak lagi masuk melalui BPD, mekanisme pembayaran cicilan melalui autodebet berpotensi terganggu. Situasi tersebut bukan hanya menyangkut perubahan jalur pembayaran gaji, tetapi juga kelancaran kewajiban kredit pegawai dan pengelolaan risiko perbankan daerah.

Di sisi lain, ia mengungkapkan bahwa Komisi II DPR RI belum menerima informasi resmi dari kementerian terkait mengenai rencana tersebut.

Ia bilang gagasan yang disampaikan Menteri Koperasi itu masih berupa usulan kepada Menteri Keuangan.

Belum ada, itu kan baru usulan dari Menteri Koperasi ke Menteri Keuangan,”

kata Rifqi.

Ia berpandangan, pembahasan semestinya melibatkan kementerian yang berkaitan langsung dengan pengelolaan aparatur negara dan pemerintahan daerah.

Koordinasi juga perlu dilakukan bersama para gubernur untuk memastikan dampak kebijakan terhadap pemerintah daerah dan BPD dapat dipetakan sejak awal.

Selain persoalan koordinasi, Rifqi menekankan, kesiapan operasional Kopdes Merah Putih juga harus dipastikan sebelum skema pembayaran gaji diterapkan.

Pemerintah perlu memastikan koperasi di berbagai daerah benar-benar mampu menjalankan layanan tersebut, bukan sekadar menetapkan perubahan jalur pembayaran secara administratif,”

ujarnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.