Menurut Alex, situasi itu semakin memprihatinkan karena karhutla juga masih melanda sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan.
Kabut asap yang menyelimuti kawasan terdampak mengganggu kualitas udara dan membuat masyarakat harus menghadapi risiko kesehatan berkepanjangan,”
ujarnya.
Alex menilai istilah terorisme ekologi yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas pada 16 September 2026 tepat untuk menggambarkan keseriusan ancaman tersebut. Namun, menurut dia, istilah keras tak akan berarti banyak tanpa langkah konkret pemerintah.
Kita tidak boleh terjebak dengan jargon. Harus ada aksi nyata dan kongkrit dalam waktu sesingkat-singkatnya,”
kata Alex.
Alex juga menyoroti dampak karhutla yang melampaui batas negara. Kabut asap Indonesia bahkan jadi bahan olok-olok di negara tetangga melalui meme ‘jerebu’.
Menurut dia, kondisi itu menunjukkan persoalan karhutla telah jadi masalah lintas negara.
Terlebih, jiran kita sudah mengolok-olok dengan ‘meme jerebu’ terkait kasus Karhutla kita ini,”
ujarnya.
Untuk mencegah polemik dan memastikan persoalan ditangani secara transparan, Alex minta Presiden Prabowo membuka data perusahaan yang teridentifikasi memiliki keterkaitan dengan konsesi lahan dan titik panas penyebab kebakaran.
Ia menilai pemerintah perlu memberikan klarifikasi agar dugaan keterlibatan perusahaan tidak terus menjadi spekulasi di ruang publik.
Jangan biarkan data ini jadi bola panas di ruang publik. Tanpa klarifikasi dan tindakan yang jelas dari pemerintah,”
kata Alex.
Alex merujuk temuan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) dan Greenpeace Indonesia yang disebut mengungkap 52 perusahaan terafiliasi dengan modal asal Malaysia dan Singapura terkait karhutla di Indonesia.
Menurut dia, informasi tersebut perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dan langkah penegakan hukum yang transparan.
Catatan yang disampaikan Alex juga menggambarkan luasnya dampak karhutla sepanjang 2026.
Data yang dikutipnya menunjukkan kebakaran sudah terjadi sejak awal tahun, dengan luasan lahan terbakar mencapai 107.465 hingga 202.004 hektare pada periode Januari-Juni.
Pada Juli, titik api meluas ke sejumlah wilayah, termasuk Papua, Sumatera, dan Kalimantan, sebelum krisis meningkat pada Agustus.
Dampak terhadap kesehatan masyarakat pun tidak kecil. Alex menyebut terdapat 277.075 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) kumulatif di 63 kabupaten/kota pada tujuh provinsi terdampak per 12 Oktober 2026.
Sebanyak 62.400 kasus atau 22,5 persen di antaranya dialami anak berusia nol hingga lima tahun.
Kami, sebagai wakil rakyat dari PDIP, berduka yang sedalam-dalamnya pada semua korban, baik yang meninggal dunia maupun luka serta terserang ISPA,”
ujar Alex.
Ia mendesak pemerintah segera memperkuat penanganan karhutla, termasuk memanfaatkan teknologi untuk mendeteksi dan memadamkan api. Menurut Alex, pemerintah juga perlu terbuka meminta bantuan internasional apabila peralatan dalam negeri belum memadai.
Kalau negara ini tak memiliki peralatan, tentu akan banyak bangsa yang bersedia turut membantu seperti yang dilakukan Jepang beberapa waktu lalu,”
tuturnya.