Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago menilai Presiden Prabowo Subianto masih perlu membangun kekuatan politik yang lebih solid dan mandiri. Meskipun Prabowo dinilai sudah dapat ‘dukungan’ dari Presiden ke-7 Joko Widodo dan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Dalam kalkulasi politik pemerintahan, Arifki menyoroti kemungkinan membuka ruang dukungan bagi Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri atau faksi yang kalah dalam Pilpres 2024.
Dukungan Presiden ke-7 Joko Widodo dan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono memang menopang pemerintahan. Tetapi, tidak menghapus kebutuhan Prabowo untuk membangun kekuatan politik yang lebih solid dan mandiri dengan membuka ruang dukungan Megawati atau faksi yang kalah di Pilpres 2024,”
kata Arifki kepada Owrite, Senin, 19 Oktober 2026.
Menurut Arifki, keberlanjutan pemerintahan tak hanya berkaitan dengan kelanjutan program. Namun, juga kemampuan menjaga hubungan dengan kekuatan politik yang berperan pada periode sebelumnya.







