Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Politik

PKS Sentil Rasa Keadilan Publik soal Ijazah Gibran, Singgung Perlakuan Berbeda dalam Hukum

Presiden PKS Al Muzzammil Yusuf menyampaikan pihaknya siap jadi jembatan aspirasi masyarakat yang mempersoalkan ijazah Wapres Gibran.

Gibran Rakabuming Raka Pidato
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka Pidato/Doc. Owrite/Acel

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Al Muzzammil Yusuf menyampaikan pihaknya siap jadi jembatan aspirasi masyarakat yang mempersoalkan ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

PKS menilai polemik tersebut berkaitan dengan rasa keadilan publik dan perlu mendapat ruang penyelesaian melalui mekanisme hukum dan konstitusional.

PKS siap menjadi jembatan aspirasi publik,”

kata Muzzammil, dalam keterangannya, Selasa, 20 Oktober 2026.

Muzzammil mengatakan, masyarakat masih mempertanyakan persoalan ijazah Gibran. Sejumlah warga bahkan mendatangi berbagai pihak untuk menyampaikan protes dan meminta persoalan tersebut diproses lebih lanjut melalui DPR.

Iklan

Ia menegaskan, PKS menghormati putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang bersifat final dan mengikat. Namun, menurut dia, aspirasi masyarakat yang masih berkembang juga perlu diperhatikan dalam evaluasi sistem pemilu ke depan.

Kita hormati putusan lembaga negara yang final dan mengikat,”

ujarnya.

Muzzammil menilai, polemik ijazah Gibran tak bisa dilepaskan dari persoalan rasa keadilan di tengah masyarakat. Ia menyoroti anggapan adanya perlakuan berbeda dalam hukum dan pemerintahan yang memicu pertanyaan publik.

PKS memandang polemik ijazah Gibran menyangkut rasa keadilan publik,”

kata dia.

Menurut Muzzammil, persoalan ini jadi salah satu aspirasi yang perlu disalurkan melalui jalur konstitusional. DPR menjadi salah satu pihak yang diminta masyarakat untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.

Meski demikian, ia menekankan pentingnya menjaga proses penyelesaian tetap berada dalam koridor hukum. Penghormatan terhadap putusan lembaga negara dan penyaluran aspirasi publik, menurut dia, perlu berjalan beriringan.

PKS juga mengaitkan polemik tersebut dengan pentingnya membangun demokrasi yang memberikan kesempatan setara kepada setiap warga negara. Muzzammil menilai, jabatan publik seharusnya terbuka bagi siapa pun yang memiliki integritas dan kompetensi.

Demokrasi harus bergerak menuju meritokrasi,”

ujarnya.

Ia mengatakan, setiap anak bangsa semestinya memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi pemimpin tanpa perlakuan khusus. Prinsip tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses politik.

Setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk memimpin dengan modal integritas dan kompetensi, bukan dispensasi,”

kata Muzzammil.

Selain itu, PKS mengatakan pentingnya penyelenggaraan pemilu yang jujur dan adil. Muzzammil menyebut prinsip tersebut sebagai bagian dari upaya memperbaiki kualitas demokrasi Indonesia.

Pemilu harus jurdil,”

ujarnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.