Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Politik

Bahlil Kembali Ungkit Sejarah Golkar, Kondisi Indonesia Era 1960-an Bikin Teringat

Ketum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengklaim partainya sejak awal berdiri hadir untuk menjawab kebutuhan rakyat.

Ketua Umum Partai Golkar.
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia.( Owrite/Acel)

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menyebut partainya sejak awal berdiri hadir untuk menjawab kebutuhan rakyat.

Bahlil mengatakan Golkar tak dibentuk untuk melayani kepentingan kelompok atau keluarga tertentu. Menurut dia, partai berlambang pohon beringin itu lahir untuk menjawab kebutuhan bangsa dan menjaga kepentingan rakyat.

Partai Golkar lahir bukan atas dasar keinginan politik kelompok tertentu atau keluarga tertentu, tapi Partai Golkar lahir karena keinginan untuk menjawab sebuah tuntutan bangsa,”

kata Bahlil di kantor DPP Golkar, Selasa malam, 20 Oktober 2026.

Bahlil membeberkan kembali situasi Indonesia pada era 1960-an, terutama kondisi setelah pemilu pertama. Dia menggambarkan masa itu sebagai periode saat masyarakat menghadapi tekanan ekonomi dan ketidakstabilan politik.

Iklan

Masih ingat ketika tahun 60-an pasca pemilu pertama, saya ingin mengatakan bahwa inflasi kita 650 persen,”

jelas Bahlil.

Dia kemudian menyebut tingginya pengangguran serta antrean bahan bakar minyak (BBM) dan pangan sebagai gambaran kondisi masyarakat kala itu.

Pengangguran di mana-mana, BBM, pangan antre,”

katanya.

Selain persoalan ekonomi, ia menyinggung ketegangan politik di dalam negeri pada masa tersebut. Bahlil juga menyebut adanya kelompok yang berupaya mengubah ideologi Pancasila menjadi ideologi komunis.

Ada ketegangan internal politik di lingkungan negara kita, di mana ada sebuah kelompok untuk merubah ideologi Pancasila menjadi ideologi komunis. Ini sejarah,”

ujarnya.

Menurut Bahlil, kondisi historis itu jadi salah satu latar belakang yang menjelaskan alasan Golkar dibentuk. Ia menyampaikan orientasi partai sejak awal hingga sekarang seharusnya tetap berpijak pada kepentingan rakyat, bangsa, dan negara.

Saya ingin mengingatkan bahwa Partai Golkar dari sejak pemikiran lahirnya, sejak dia berdiri, berkarya ke depan, sekarang dan ke depan, selalu ada para tengah tengah kepentingan rakyat, bangsa dan negara,”

jelas Bahlil.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.