Ia mengusulkan PJJ sebagai alternatif agar kegiatan belajar bisa tetap berlangsung tanpa memaksa siswa datang ke sekolah ketika kualitas udara membahayakan kesehatan.
Laksanakan pembelajaran jarak jauh, demi keselamatan dan kesehatan anak-anak kita,”
jelasnya.
Selain perlindungan terhadap siswa, Ganjar menyoroti perlunya keterlibatan langsung pejabat dalam penanganan karhutla.
Ia minta pejabat terkait tak hanya mengandalkan laporan. Namun, juga hadir di wilayah yang mengalami dampak kebakaran.
Kerahkan seluruh pejabat terkait untuk ngantor di wilayah karhutla,”
lanjut eks Gubernur Jawa Tengah itu.
Menurut Ganjar, kehadiran langsung di lapangan bisa membantu pejabat terkait mengetahui langsung memahami kondisi masyarakat terdampak.
Dengan paham situasi itu, pejabat diharapkan bisa memahami tingkat urgensi penanganan dan mengambil langkah lebih cepat.
Dengan merasakan sendiri sesaknya bernafas dalam kepungan asap dan mengetahui sendiri kondisi lapangan, para pejabat akan lebih mengetahui tingkat urgensinya sehingga penanganan bisa lebih cepat dilakukan,”
jelasnya.
Usulan Ganjar mencakup dua hal utama yakni melindungi kesehatan siswa melalui penerapan PJJ saat kondisi udara tak aman. Selain itu, mendorong pejabat terkait turun langsung ke wilayah terdampak untuk mempercepat penanganan karhutla.
Penerapan PJJ di wilayah terdampak asap juga sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang mengatur penyesuaian pembelajaran berdasarkan kondisi kualitas udara dan risiko kesehatan.