Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Politik

Wacana Gaji ASN Lewat Kopdes Bikin Geger, DPR Sentil Menteri Prabowo

DPR menyentil menteri-menteri tidak menyampaikan kepada publik kebijakan-kebijakan yang sebenarnya belum matang.

Gedung Koperasi Merah Putih Kelurahan Baruga yang telah rampung dibangun di Kendari, Sulawesi Tenggara
Seorang Bintara Pembina Gedung Koperasi Merah Putih Kelurahan Baruga yang telah rampung dibangun di Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (19/2/2026). Kementerian Koperasi menyatakan telah selesai membangun sebanyak 1.000 unit Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih dari target 80 ribu unit. (ANTARA FOTO/Andry Denisah/foc.)

Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Partai Golkar Ahmad Irawan mengkritik kebiasaan menteri yang menyampaikan wacana kebijakan kepada publik sebelum konsepnya matang.

Menurut Ahmad, langkah itu justru berisiko memperburuk persepsi masyarakat terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Kebijakan-kebijakan yang belum matang. Kami berharap menteri-menteri yang mendukung presiden itu tidak menyampaikan kepada publik kebijakan-kebijakan yang sebenarnya belum matang,”

kata Ahmad dalam diskusi dua tahun pemerintahan Prabowo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026.

Dia menyoroti salah satu kebijakan Prabowo terkait wacana pembayaran gaji aparatur sipil negara (ASN) melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Iklan

Lebih lanjut, ia menilai kebijakan yang bersinggungan dengan pengelolaan keuangan daerah itu seharusnya dikaji terlebih dahulu sebelum diumumkan ke masyarakat.

Menurut Ahmad, komunikasi pemerintah yang tak terukur bisa pertebal sentimen negatif masyarakat. Padahal, ia menilai ada sejumlah kebijakan pemerintah yang memiliki tujuan baik. Namun, tertutup oleh persepsi publik dan penyebaran disinformasi.

Ia menyampaikan, persoalan itu perlu jadi bahan evaluasi internal pemerintah. Hal itu termasuk bagi partai-partai yang berada dalam koalisi pendukung Prabowo. Kata dia, Golkar juga merasa memiliki tanggung jawab untuk ikut memperbaiki jalannya pemerintahan.

Ahmad secara khusus mengingatkan dampak wacana pembayaran gaji ASN melalui KDMP terhadap bank pembangunan daerah (BPD). Selama ini, BPD jadi salah satu pihak yang berperan dalam penyaluran pembayaran gaji pegawai pemerintah daerah.

Misalnya mohon maaf, termasuk yang di kami, karena di Komisi II kami juga concern kaitannya dengan BUMD, misalnya wacana gaji melalui kopdes, Pak. Itu menurut kami harusnya dimatangkan dulu,”

ujarnya.

Ia menilai, perubahan mekanisme pembayaran gaji ASN berpotensi memengaruhi dana murah yang dikelola BPD. Maka itu, pemerintah perlu menghitung konsekuensi kebijakan tersebut terhadap kondisi keuangan bank milik pemerintah daerah sebelum mengambil keputusan.

Yang begitu-begitu yang kami maksud agar kebijakan itu harus matang, komunikasinya baik,”

kata Ahmad.

Ia juga menyebut Menteri Keuangan sudah membantah wacana pembayaran gaji ASN melalui KDMP. Namun, Ahmad menekankan bahwa pemerintah tetap perlu perbaiki cara menyampaikan gagasan kebijakan agar masyarakat tak terlanjur menangkapnya sebagai keputusan yang sudah final.

Kebijakan yang diumumkan terlalu dini dapat memicu polemik. Sementara, pemerintah justru harus menghabiskan waktu untuk memberikan klarifikasi,”

ujarnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.