Ruang kebebasan berpendapat dan berekspresi di Indonesia dinilai semakin mengkhawatirkan. Tindakan pembatasan ruang demonstrasi hingga upaya membungkam aktivis jadi sorotan karena berpotensi mempersempit ruang kritik terhadap pemerintah.
Pengamat Politik Fernando Emas menilai kondisi tersebut berbahaya bagi demokrasi. Terlebih, muncul upaya menggelar demonstrasi tandingan ketika ada kelompok masyarakat yang menyampaikan kritik terhadap pemerintah.
“Ruang kebebasan berpendapat dan berekspresi sangat memperihatinkan dan membahayakan demokrasi di Indonesia. Apalagi ada upaya untuk membuat demonstrasi tandingan setelah ada kelompok yang melakukan aksi mengkritik pemerintah,”
kata Fernando kepada Owrite, Jumat, 6 November 2026.
Menurut dia, persoalan kebebasan berekspresi juga terlihat dari penggunaan ruang publik yang dinilai tak setara. Salah satunya Bundaran Hotel Indonesia (HI) yang disebut tak bisa dimanfaatkan kelompok pengkritik pemerintah. Namun, bisa digunakan oleh kelompok pendukung pemerintah.







