Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 23 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • Piala Dunia 2026
  • prabowo
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Sefruit / Giliran BBM Naik Kendaraan Listrik Ikut Kena Pajak, Kok jadi Gini Sih?
Sefruit

Giliran BBM Naik Kendaraan Listrik Ikut Kena Pajak, Kok jadi Gini Sih?

Salsabillah IrwandaAmin-Suciady-Owrite
Last updated: April 22, 2026 5:43 pm
By
Salsabillah Irwanda
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
3 bulan lalu
Share
SHARE

Harga BBM lagi naik, dan seperti biasa, banyak orang mulai cari alternatif biar pengeluaran gak makin berat.

Daftar isi Konten
  • Tadinya jadi Solusi, Sekarang Ikut Kena Beban
  • Bikin Orang Mikir Dua Kali
  • Gak Cuma Soal Pengguna, Tapi Juga ke Industri
  • Jadi, Pilih yang Mana?

Salah satu yang sempat dilirik adalah kendaraan listrik yang katanya lebih hemat, lebih ramah lingkungan, dan sebelumnya juga dapat keringanan pajak.

Tapi di momen yang sama, justru muncul kebijakan baru yang bikin orang mikir ulang.

Lewat aturan terbaru itu, kendaraan listrik yang sebelumnya bebas pajak sekarang berpotensi dikenakan pajak tahunan. Jadi di saat BBM makin mahal, opsi “kabur” ke kendaraan listrik juga ikut kena biaya tambahan.

Gak heran kalau banyak yang ngerasa…ini timing-nya kok pas banget ya?

Tadinya jadi Solusi, Sekarang Ikut Kena Beban

Selama ini, kendaraan listrik punya daya tarik karena ada insentif, salah satunya pajak yang lebih ringan, bahkan sempat Rp 0. Ini jadi semacam “kompensasi” karena harga awal kendaraan listrik masih cukup tinggi.

Tapi ketika insentif itu mulai dicabut, keunggulan tersebut jadi berkurang. Di satu sisi BBM naik, di sisi lain kendaraan listrik yang diharapkan jadi solusi malah ikut nambah beban.

Bikin Orang Mikir Dua Kali

Beralih ke kendaraan listrik itu bukan keputusan kecil. Selain harga beli-nya, orang juga mempertimbangkan biaya jangka panjangnya.

Sekarang, dengan aturan baru, kendaraan listrik sebelumnya yang bisa kena bebas pajak (Rp 0 %) mulai dikenakan pajak seperti kendaraan pada umumnya. Secara umum, pajak kendaraan bermotor berada di kisaran 1-2% dari nilai jual pertahun, tergantung daerah.

Artinya, kalau sebelumnya pemilik mobil listrik tidak membayar pajak tahunan, sekarang mereka bisa mengeluarkan sekitar 3-5jt pertahun untuk mobil di kelas harga 300-400jtan.

Nah, disinilah dilema terasa. Dengan adanya pajak tambahan, wajar kalau banyak yang akhirnya menunda atau bahkan batal beralih. Apalagi buat kelas menengah, perubahan kecil dalam biaya bisa terasa cukup signifikan kalau dihitung secara keseluruhan.

Gak Cuma Soal Pengguna, Tapi Juga ke Industri

Kebijakan seperti ini gak cuma berdampak ke konsumen, tapi juga ke industri kendaraan listrik secara keseluruhan.

Kalau aturan berubah di tengah jalan, kepercayaan investor bisa ikut goyah. Padahal, Indonesia punya potensi besar untuk jadi pemain utama di sektor kendaraan listrik. Tapi tanpa dukungan yang konsisten, potensi itu bisa jadi jalan di tempat.

Jadi, Pilih yang Mana?

Sekarang, pilihannya jadi agak dilematis.

Tetap pakai kendaraan berbahan bakar, tapi harus siap dengan harga BBM yang terus naik. Atau beralih ke kendaraan listrik, tapi dengan biaya tambahan yang mulai terasa.

Yang jelas, situasi ini bikin banyak orang ngerasa pilihan yang ada bukan lagi soal mana yang lebih hemat, tapi mana yang paling masuk akal di kondisi sekarang.

Tag:BBMBBM Bersubsidibbm non subsidiDikenai PajakHarga BBMHarga BBM naikHemat BBMKenaikan BBMKendaraan listrikmobil ListrikMotor Listrik
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Dear DPR dan Prabowo: Status Quo Revisi UU Pemilu Lebih Berbahaya, Jangan Ulangi Kesalahan
By Hardani Triyoga
Warga menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) serentak di TPS 23 Talao Mundam, Padang Pariaman, Sumatera Barat. (ANTARA FOTO/Fitra Yogi).
1
Viral Dugaan Istri Menteri PU Naik Helikopter, Segini Tarif Sewa Wisata Udara di Indonesia
By Syifa Fauziah
Ilustrasi helikopter wisata.
2
Nanik Bakal Jadi Dewas BGN Usai Mundur karena Sakit, Psikolog Forensik Beri Peringatan Keras
By Rika Pangesti
Nanik S. Deyang, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru. (Sumber: IG @nanik_deyang)
3
Gaya Bicara Disemprit Publik, Menteri PU Dody Hanggodo Siap Koreksi Pola Komunikasi
By Natania Longdong
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo. (Sumber: Owrite/Natania Longdong)
4
Menteri PU Dody Hanggodo Jawab Dua Tudingan Viral: Soal Salaman dan Pesawat Pribadi
By Natania Longdong
Menteri PU Dody Hanggodo meninjau langsung ruas jalan Provinsi Malalak-Sicincin di Kabupaten Agam, serta Jalan Nasional Padang–Bukittinggi di kawasan yang terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatra Barat, Desember 2025.
5

BERITA LAINNYA

Sefruit

Tenang, Kamu Nggak Harus Hapus TikTok Buat Mulai Keluar dari Brainrot

Sering kebablasan scrolling di TikTok hingga berjam-jam dan sulit fokus? Bisa jadi…

Salsabillah IrwandaIvan OWRITE
By
Salsabillah Irwanda
Ivan Syahruna Lubis
15 jam lalu
Sefruit

Makanan Bergizi Aja Nggak Cukup, Ini Cara Menjaga Jantung Tetap Sehat

Menjaga kesehatan jantung ternyata tidak cukup hanya dengan menjaga pola makan bergizi.…

Salsabillah IrwandaIvan OWRITE
By
Salsabillah Irwanda
Ivan Syahruna Lubis
16 jam lalu
Sefruit

No Signal, No Problem! Ini Tempat Wisata yang Justru Seru Karena Nggak Ada Internet

Lelah dengan notifikasi pekerjaan dan scrolling tanpa henti? Saatnya mencoba tren wisata…

Salsabillah IrwandaIvan OWRITE
By
Salsabillah Irwanda
Ivan Syahruna Lubis
2 hari lalu
Sefruit

2026 Jadi Tahunnya Shio Babi? Ini Prediksi Soal Karier, Cinta, dan Uang

Bagaimana peruntungan Shio Babi di Tahun Kuda Api 2026? Dari peluang emas…

Salsabillah IrwandaIvan OWRITE
By
Salsabillah Irwanda
Ivan Syahruna Lubis
2 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up