Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 13 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ternyata Banyak Orang Jadi People Pleaser Tanpa Mereka Sadari, Kamu Termasuk Nggak?
Sefruit

Ternyata Banyak Orang Jadi People Pleaser Tanpa Mereka Sadari, Kamu Termasuk Nggak?

Salsabillah Irwanda
Last updated: Mei 13, 2026 1:30 pm
Salsabillah Irwanda
Share
SHARE

Pernah nggak sih kamu bilang “gapapa” padahal sebenarnya keberatan? Atau tetap bantu orang lain walau diri sendiri lagi capek banget, cuma karena nggak enakan buat nolak?

Kalau iya, bisa jadi tanpa sadar kamu punya kebiasaan people pleasing.

Masalahnya, jadi people pleaser itu nggak selalu kelihatan jelas. Banyak orang mengira mereka cuma “baik”, “gampang diajak”, atau “nggak enakan”. Padahal lama-lama, kebiasaan selalu mendahulukan orang lain bisa bikin diri sendiri capek secara emosional.

Dan yang paling sering terjadi, orang baru sadar setelah mereka mulai burnout sendiri.

Selalu Bilang “Gapapa” Padahal Sebenarnya Keberatan

Salah satu tanda paling umum dari people pleaser adalah terlalu sering mengorbankan kenyamanan sendiri demi orang lain.

Contohnya, tetap bantu walau lagi capek, ikut nongkrong padahal pengen istirahat, atau bilang “aku bebas kok” padahal sebenarnya punya pendapat sendiri.

Karena buat people pleaser, bikin orang lain kecewa terasa jauh lebih nggak nyaman dibanding memendam rasa kesal sendiri.

Akhirnya mereka lebih sering memilih diam daripada dianggap egois. Nggak Enakan Buat Bilang “Nggak”

Banyak people pleaser sebenarnya tahu mereka keberatan. Tapi masalahnya, mereka takut respons orang lain setelah ditolak.

Takut dibilang jutek.

Takut bikin suasana awkward.

Takut dianggap berubah.

Atau takut orang jadi nggak suka lagi.

Makanya kalimat seperti, “yaudah deh”, “gue ikut aja” atau “gapapa kok”, sering keluar bahkan saat hati kecil mereka sebenarnya nolak.

Terlalu Mikirin Perasaan Orang Lain

People pleaser biasanya sangat sensitif sama perubahan sikap orang.

Chat dibales singkat sedikit langsung kepikiran.

Teman keliatan dingin langsung merasa bersalah.

Ada orang berubah mood sedikit langsung merasa dirinya penyebabnya.

Karena tanpa sadar, mereka terbiasa merasa bertanggung jawab atas kenyamanan emosional orang lain. Padahal belum tentu semuanya salah mereka juga.

Sering Minta Maaf Bahkan Saat Nggak Salah

Ini juga salah satu tanda yang sering nggak disadari.

People pleaser sering refleks bilang, “sorry ya”, “maaf ganggu” atau “maaf ya kalau ngerepotin” padahal situasinya biasa aja.

Kebiasaan ini biasanya muncul karena mereka takut dianggap menyusahkan atau bikin orang lain terganggu. Akhirnya, mereka jadi terbiasa mengecilkan diri sendiri demi menjaga kenyamanan sekitar.

Kelihatannya Baik, Tapi Sebenarnya Capek Sendiri

Yang bikin people pleasing melelahkan adalah karena semuanya sering dilakukan diam-diam.

Di luar terlihat ramah.

Santai.

Mudah diajak.

Selalu ada buat orang lain.

Tapi di dalam?

Sering capek sendiri karena terlalu banyak menahan perasaan.

Dan ironisnya, banyak people pleaser baru sadar setelah mereka mulai gampang burnout, kehilangan batas diri, atau merasa nggak benar-benar didengar dalam hubungan.

Jadi People Pleaser Bukan Berarti Kamu Lemah

Peduli sama orang lain itu bukan hal buruk. Punya empati juga bukan kesalahan.

Tapi kalau semuanya dilakukan sampai mengorbankan diri sendiri terus-menerus, lama-lama yang capek ya diri sendiri juga.

Karena hubungan yang sehat seharusnya nggak cuma soal menjaga perasaan orang lain, tapi juga tetap punya ruang buat jujur sama perasaan sendiri.

Dan belajar bilang “nggak” bukan berarti jahat. Kadang itu cuma tanda kalau kamu mulai menghargai diri sendiri juga.

Jangan lupa follow Instagram @sefruitmedia buat konten self-awareness, relationship, dan personality lainnya yang relate banget sama kehidupan sehari-hari.

Tag:Kepribadian
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Update Kasus Ijazah Palsu: Polisi Segera Rilis Keputusan Kelengkapan Perkara Roy Suryo cs
By Rahmat
Roy Suryo Notodiprojo memberikan keterangan kepada wartawan usai sidang uji materi pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE),di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (23/2/2026).
1
Viral Pembubaran Nobar Film “Pesta Babi”, DPR Bakal Panggil Pihak Terkait
By Hadi Febriansyah
Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan pidato pada Rapat Paripurna ke-18 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta
2
Harga Emas Antam Melemah pada Rabu, 13 Mei 2026, Buyback Ikut Anjlok
By Syifa Fauziah
Pramuniaga menunjukkan emas Atntambatangan
3
Pamer Depan Presiden: Satgas PKH Setor Rp10,2 Triliun dan Jutaan Hektare Lahan Sawit ke Negara
By Rahmat
Penampakan uang Rp 10 triliun hasil penagihan denda administratif oleh Satgas PKH.
4
5 Cara Menyimpan Daging di Kulkas Agar Tahan Lama dan Tetap Segar
By Ani Ratnasari
Cara menyimpan daging kurban
5

BERITA LAINNYA

Sefruit

Kamu Move Onnya Cepat atau Masih Sering Baca Chat Lama? Coba Cek Enneagram Kamu

Cara orang move on ternyata bisa beda-beda tergantung tipe Enneagram mereka. Ada…

Salsabillah IrwandaSyifa Fauziah
By
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
18 jam lalu
Sefruit

Gen Z Banyak yang Relate Sama Fawn Response, Tapi Sebenarnya Itu Apa?

Fawn response adalah kondisi saat seseorang terbiasa menyenangkan orang lain demi menghindari…

Salsabillah IrwandaSyifa Fauziah
By
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
18 jam lalu
Sefruit

Cara Kamu Beresin Kamar Ternyata Bisa Nunjukin Tipe Kepribadian Kamu

Cara kamu beresin kamar ternyata bisa cerminkan kepribadian dan pola pikirmu sehari-hari.…

Salsabillah IrwandaSyifa Fauziah
By
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
3 hari lalu
Sefruit

Kenapa Kamu Selalu Jadi Tempat Curhat? Ini Penjelasan dan Cara Set Boundaries-nya

Selalu jadi tempat curhat semua teman? Kamu mungkin adalah the therapist friend…

Salsabillah IrwandaSyifa Fauziah
By
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
3 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up