Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 27 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Sepak Bola
  • prabowo
  • iran
  • Spill
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Sefruit / Slow Living Buat Orang yang Hidupnya Masih Berantakan, Emang Bisa?
Sefruit

Slow Living Buat Orang yang Hidupnya Masih Berantakan, Emang Bisa?

Salsabillah IrwandaSyifa Fauziah
Last updated: Mei 26, 2026 11:22 pm
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
Share
SHARE

Kalau dengar kata slow living, banyak orang langsung kebayang hidup yang tenang, estetik, bangun pagi, journaling, minum matcha, rumah rapi, dan hidup tanpa drama

Padahal kenyataannya? Banyak orang justru tertarik sama slow living saat hidup mereka lagi chaos-chaosnya.

Overthinking, burnout, kerjaan numpuk, kamar berantakan, tidur nggak teratur, dan kepala rasanya penuh terus, membuat banyak Gen Z mulai mencari cara hidup yang lebih pelan.

Slow Living Itu Bukan Hidup Sempurna

Banyak orang salah paham soal slow living. Mereka pikir slow living berarti hidup harus tenang dulu, finansial harus stabil dulu, mental harus sembuh dulu, atau harus tinggal di tempat aesthetic dulu.

Padahal sebenarnya bukan itu inti dari slow living. Dilansir dari Psychology Today tentang The Benefits of Living More Slowly (2024), slow living lebih dekat dengan mindfulness dan intentional living yaitu menjalani hidup dengan lebih sadar, hadir, dan tidak terus-menerus hidup dalam mode buru-buru.

Artinya, slow living bukan tentang hidup sempurna. Tapi tentang mencoba bernafas di tengah hidup yang masih berantakan.

Kenapa Banyak Gen Z Mulai Tertarik Sama Slow Living?

Karena banyak orang capek hidup dalam hustle culture terus-menerus.

Capek merasa harus produktif setiap saat. Capek compare hidup sendiri sama orang lain Capek merasa tertinggal kalau nggak sibuk.

Dilansir dari TIME tentang The Health and Climate Benefits of Slow Living (2026), gaya hidup yang terlalu cepat dan penuh tekanan bisa meningkatkan stres mental dan kelelahan emosional. Slow living mulai dilihat sebagai cara untuk mengurangi overstimulation dan reconnect sama diri sendiri.

Makanya sekarang banyak orang mulai mengurangi screen time, berhenti multitasking, lebih menikmati rutinitas kecil, atau sengaja melambatkan ritme hidup mereka.

Bukan karena malas. Tapi karena terlalu lama hidup dalam mode survival.

Slow Living Bukan Berarti Kamu Jadi Nggak Ambisius

Ini juga salah satu kesalahpahaman terbesar. Slow living bukan berarti menyerah sama hidup atau berhenti punya mimpi.

Dilansir dari My Journal Courier tentang Why Slow Living Is the Next Big Lifestyle Trend (2025), slow living justru menekankan kualitas dibanding kuantitas.

Jadi fokusnya bukan “gimana caranya melakukan semuanya.” Tapi “apa yang sebenarnya penting buat hidup kita?” Karena banyak orang sekarang sadar kalau sibuk terus belum tentu bahagia.

Kamu Tetap Bisa Slow Living Meski Hidup Belum Beres

Dan mungkin ini yang paling penting. Kamu nggak harus punya hidup yang stabil, mental yang selalu baik, atau rutinitas yang sempurna buat mulai hidup lebih pelan.

Kadang slow living sesederhana makan tanpa sambil scrolling, tidur lebih cukup, jalan sore tanpa mikirin kerjaan, atau berhenti merasa harus produktif setiap menit.

Dilansir dari INTEGRIS Health berjudul Benefits of Slow Living: Improving Mental and Psychal Health (2025), hidup dengan ritme yang lebih lambat dapat membantu fokus, kualitas tidur, emotional resilience, dan mengurangi burnout.

Jadi meskipun hidup kamu masih chaos bukan berarti kamu nggak boleh hidup lebih pelan.

Kadang yang Kita Butuhkan Bukan Hidup Baru, Tapi Ritme Baru

Karena makin dewasa, banyak orang mulai sadar kalau hidup ternyata nggak harus terus lari.

Nggak semua hal harus dikejar cepat-cepat. Nggak semua orang harus produktif setiap waktu. Dan nggak semua hari harus jadi “hari terbaik.”

Kadang yang bikin capek bukan hidupnya, tapi ritme hidup yang terlalu keras buat diri sendiri. Dan mungkin slow living bukan tentang kabur dari realita. Tapi tentang belajar tetap tenang meski hidup belum sepenuhnya baik-baik aja.

Follow instagram @sefruitmedia untuk konten menarik lainnya yaa.

Tag:Kehidupan
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Seru! Prilly Latuconsina Bagikan Pengalaman Jadi Rescue Diver di Nusa Penida
By Ossid Duha Jussas Salma
Prilly Latuconsina
1
Jangan Salah Paham, Ini Perbedaan Katolik dan Kristen
By Ossid Duha Jussas Salma
Salib sebagai simbol agama nasrani
2
Kalender Jawa Juni 2026: Lengkap dengan Weton, Pasaran, dan Tanggal Merah
By Ani Ratnasari
Kalender Jawa Juni 2026
3
Geger 10 Raksasa Sawit Manipulasi Harga Ekspor: Wilmar dan Musim Mas Resmi Masuk Daftar Hitam
By Anisa Aulia
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berjalan usai mengikuti rapat yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (21/5/2026).
4
DPR Semprot Roadmap AI Pemerintah: Besar di Wacana, Kosong di Pendanaan dan Strategi
By Amin Suciady
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono
5

BERITA LAINNYA

Sefruit

Kenapa Passion Rasanya Susah Banget Ditemuin?

Masih bingung passion kamu apa? Tenang, banyak Gen Z mengalami hal yang…

Salsabillah IrwandaSyifa Fauziah
By
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
10 jam lalu
Sefruit

Quarter Life Crisis: Saat Semua Orang Kelihatan Punya Arah, Kamu Enggak

Quarter life crisis sering bikin usia 20-an terasa penuh tekanan, mulai dari…

Salsabillah IrwandaSyifa Fauziah
By
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
5 hari lalu
Sefruit

Tanda Pertemanan Kamu Sebenarnya Udah Satu Arah

Merasa capek karena selalu jadi yang mempertahankan pertemanan? Bisa jadi kamu sedang…

Salsabillah IrwandaSyifa Fauziah
By
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
5 hari lalu
Sefruit

Gimana Cara Tahu Aesthetic yang Beneran Cocok Sama Diri Kamu?

Sering gonta-ganti aesthetic karena terpengaruh tren TikTok? Yuk, pahami kaitan antara pilihan…

Salsabillah IrwandaSyifa Fauziah
By
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
6 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up